CINTA YANG RUMIT

CINTA YANG RUMIT
Pertemuan dengan Syafa


__ADS_3

Berhari-hari mereka mencari keberadaan Liora,. bahkan sudah berganti bulan. mereka masih belum bisa mendapatkan informasi mengenai liora. Bahkan elvan saat ini masih saja terus mencari keberadaan istrinya itu, ia tidak akan menyerah begitu saja untuk mencari istrinya.


Saat pagi hari tiba elvan sudah rapih untuk mencari sang istri, bahkan badannya sudah kurus tak lagi seperti yang dulu.


"Kakak.."Panggil seorang gadis kepada kakak'nya itu. Ia merasa kasihan sama kakak'nya yang selalu saja melewatkan makannya.


Namun Elvan tak mendengarkan panggilan dari adiknya itu. Ia akan tetap melanjutkan pencariannya tanpa makan sedikit pun.


Najwa, Yang berdiri pun menghampiri anaknya itu, laku ia menyuruh agar anaknya itu sarapan. Namun semua itu hanya sia-sia belaka, anaknya menolak keras tidak akan ikut sarapan bersamanya.


Bahkan saat ini Elvan menjadi pria dingin yang tak tersentuh oleh siapapun,


Tanpa, mendengar suara bundanya, ia lalu pergi dari kediaman keluarga Abdullah, ia rencana akan mencari lagi istrinya itu, ia tahu liora pasti masih hidup, walaupun orang-orang berkata kalau kemungkinan besar liora di makan buaya yang ada di dasar jurang.


**


Seperti saat ini elvan sedang berada di tepi jurang, ia sudah bertekad untuk terus mencari keberadaan sang istri. Walaupun ia harus mati sekalipun. Karena baginya, istrinya lebih penting dari pada hal apapun.


"Sayang.. Dimana kamu berada? Apa kamu membenci karena aku terlah meninggal kamu?"Gumamnya lirih sambil melihat ke dasar jurang. "Aku yakin, hatiku mengatakan kalau kamu masih hidup."


Sosok pria yang tidak kalah dari elvan pun mendekatinya, ia pun bersuara dengan dingin. "Tuan, sebaiknya kita cepat kembali. Karena sepertinya akan turun hujan lebat."Kata wahyu al pangestu. asisten pribadi elvan. Ya berkerja selama berapa bulan ini.


Wahyu, sangat memahami akan perasaan tuannya itu, walaupun ia kenal dengannya berapa bulan yang lalu, ia sudah mengetahui akan cinta tuannya yang begitu besar terhadap nyonya liora.


Karena jam sudah menunjukkan waktu makan siang, ia pun menyuruh agar tuannya untuk makan. "Tuan sebaiknya kita makan sing dulu? Tuan tidak ingin kan. Jika istri tuan bersedih, melihat keadaan tuan yang kacau begini.?"


Bener apa yang asistennya katakan, ia tidak ingin jika istrinya kembali nanti melihat kacau begini. Ia pun langsung menyuruh asisten mengantarkan ke restoran Deket sini.

__ADS_1


Saat sampai di restoran, ia terkejut melihat sahabat ada di restoran yang sama dengannya. Ia pun segera menghampiri sahabat'nya itu. "Adzra."Panggil Elvan. walaupun panggilan itu terkesan dingin.


Adzra Nadhifa Syafa. Yang saat ini sedang makan bersama istrinya pun menoleh, ke sosok orang yang memanggil dirinya. Ia sama terkejut melihat elvan yang sudah lama tidak ia temui sejak pulang dari Bali.


"El. Dari mana saja kamu apa kamu tau? kami bertiga selalu mencari kamu?"Ucap antusias Syafa saat melihat sahabatnya itu, ia sudah sangat merindukan sosok Elvan di tengah-tengah mereka. "Wait! Wait, kok kamu jadi kurusan bahkan. Seperti tak terawat gitu? Dan dimana liora?"Sambungnya saat melihat tubuh sahabat'nya yang sangat kurus.


Elvan, yang mendengar nama liora pun menjadi murung kembali, ia lupa. Kalau sahabat-sahabatnya tidak mengetahui tentang apa yang terjadi sama istrinya. Karena saat itu eyang akhbar menutup seorang berita yang terkait akan kecelakaan yang menimpa liora, bahkan berita berapa bulan yang lalu sudah menghilang, yang di dalam berita itu cuma menayangkan tentang sosok wanita yang kecelakaan, tanpa membuka identitasnya.


"Istriku, baru saja kecelakaan berapa bulan yang lalu. Namun tubuh istriku belum di temukan."Ucap Elvan dengan, dingin.


Syafa yang terkejut pun, menyuruh agar elvan duduk, dan memesankan makanan favorit Elvan.


"Apa kamu bisa menceritakan kejadiannya? Karena sulit di percaya kalau liora mengalami kecelakaan."


Lantas Elvan menghembuskan nafas beratnya sebelum menceritakan kejadian yang menimpa istrinya. Ia pun kembali menerawang jauh saat istrinya masuk rumah sakit karena ulah ibu kandungnya sendiri, bahkan karena kejadian itu membuat seluruh keluarga membenci liora.


"Kamu ini mikir tidak si? Liora saat itu baru saja terluka karena perbuatan ibu kamu. Harusnya kamu jangan tinggalkan dia sendiri dengan keluarga kamu yang bajingan itu. Dan ya, harusnya kamu berhenti saat liora mengejarmu, dasar bodoh."


Syrett, bagaikan tergores pisau hatinya terluka mendengar perkataan Raqilla, bener apa kata Raqilla seharusnya ia tidak boleh meninggalkan istrinya yang sedang terluka. Ia hanya bisa menyesali perbuatannya sendiri.


Syafa mengode pada istrinya lewat kontak mata agar tidak, berkata lebih menyakitkan lagi tentang elvan. "El, maafkan istriku yang berkata kasar padamu?"


"Raqilla tidak salah, apa yang qilla katakan memang benar. Aku yang salah harusnya aku tak meninggalkan liora."Ucapannya dengan suara seraknya menahan tangisannya.


Tepat saat itu makanan buat elvan pun datang. Syafa langsung menyuruh sahabatnya itu untuk makan bersama dirinya dan istrinya.


"Jadi kamu kerja dimana sekarang el?"Tanya Syafa, sambil mencairkan suasana agar tidak canggung.

__ADS_1


"Aku, hanya berkerja jadi ceo di perusahaan Abdullah Gymnastiar."


Mata pasutri itu pun, melotot, dengan jawaban Elvan barusan dengan mengatakan, 'Hanya berkerja jadi ceo' Mereka tak habis pikir dengan pemikiran sahabat itu yang terkesan dongkol. Siapa si yang tidak mengetahui tentang perusahaan besar itu. Bahkan kalangan bisnis sampai ke kalangan rendah pun mengetahui kalau perusahaan itu sangat besar se-Indonesia.


"Ko-ko bisa kamu kerja di perusahaan itu? Dan lebih-lebih menjadi ceo?"Syafa kembali bertanya dengan terbata-bata, kepada sahabatnya.


"Abdullah Gymnastiar. Adalah perusahaan Kakek ku, yang di wariskan kepada anak tertuanya Muhammad Hasan Ganendra Adelard Abdullah. "Ucapannya dengan santai. Gapapa lah sekali-kali menyombongkan diri. Walaupun semua itu di larang oleh agama.


Lagi-lagi mereka terkejut dengan perkataan elvan, jadi selama ini Elvan adalah cucu tertua dari Abdullah. Tunggu jika Elvan adalah anak dari Hasan, anak dari. Ia tak kembali berkata-kata.


"Ganendra adelard, bukannya suami dari Varischa tzillia dharmendra. Anak satu-satunya dari keluarga dharmendra?"


"Hm iya dia adalah wanita yang melahirkan diriku, dan dia juga yang ingin aku tiada."


Mereka sangat tidak percaya bahwa, Elvan adalah anak tunggal dari keluarga kaya raya. yang satu pemilik Abdullah Gymnastiar dan yang satu lagi dharmendra campanny.


Satu fakta, yang Syafa ketahui kalau sahabat ini adalah anak tunggal dari dua perusahaan yang sangat berpengaruh, ia tidak akan menmaatkan sahabatnya itu, ia berteman dengan elvan tulus, tidak melibatkan statusnya.


Saat mereka sedang diam, sambil menikmati makanan Yang ada di meja.


"Elvan!"


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2