CINTA YANG RUMIT

CINTA YANG RUMIT
Flashback


__ADS_3

Seorang pria sedang berkutat di depan komputer'nya, ia masih belum bisa memecahkan misteri di balik kecelakaan Tuan'nya, bahkan ia sudah sudah menyewa hacker handal di seluruh dunia. Tapi kasus ini masih belum di temukan.


"Tuan, sepertinya ada seseorang yang menutup rapat kasus kecelakaan itu, bahkan hacker handal saja tidak bisa menembusnya."Ucap asisten pribadinya tuan Tonny. Dia masih kesulitan untuk mendapatkan data-datanya.


Pria yang sudah tua, hanya bisa menghela nafasnya sejenak, ia sudah sangat lelah untuk mengurus semua ini, ia hanya ingin bisa bertemu dengan cucu'nya yang tak tau dimana keberadaan,


"Mungkin ini sudah sudah takdirnya aku tak bisa bertemu dengan cucu'ku?"


"Sayang kamu jangan berpikiran seperti itu, aku yakin Allah akan memudahkan urusan kita buat menemukan keberadaan cucu kita"Ucap nyonya Bilqis. Kepada suaminya itu, ia tau kalau suaminya ingin sekali bertemu dengan cucunya.


"Abdi, kamu usahakan untuk bisa menemukan keberadaan cucu' saya, aku yakin cucu'ku ada di sekitar kita namun kita tak menyadarinya,"Kata nyonya Bilqis dengan tegas.


Abdi, pun menganggukkan kepalanya, ia akan berusaha semampu dirinya untuk bisa menemukan keberadaan cucu' dari tuannya. Lalu ia melanjutkan bermain dengan komputernya.


***


"Tuan apa tidak sebaiknya kita buka saja informasi dia?"


"Belum saatnya? Karena keadaan saat ini belum sepenuhnya membaik, jika informasi di buka akan ada kehancuran di antara mereka?"


"Tapi ini sudah berapa taun tuan?"


"Sabarlah. Apa lagi dia harus segera menggantikan posisi sang ayah"


***


Wanita yang sedang hamil muda, sedang duduk di bangku taman, ia sedang menginginkan sesuatu. "Sayang andaikan ayah kamu tak melupakan bunda, pasti saat ini kamu sedang makan-makan sesuatu."Ucapnya.


"Jika istriku menginginkan sesuatu kenapa tidak bilang sama suami kamu ini?"Ucapnya dengan suara lembutnya, tepat di belakang wanita itu.


Wanita yang sedang Melihat ke arah depan, langsung memutarkan kepalanya melihat ke arah sumber suara itu.


"Mas elvan?"


"Iya sayang ini mas elvan mu? Apa kamu tak merindukan mas mu ini?"


Bukannya menjawab pertanyaan Elvan, Liora bangkit dari kursinya lalu memeluk erat tubuh suami'nya.


"Aku sayang merindukan kamu mas? Apa kamu tau bahwa aku sangat kesepian tanpa kehadiran kamu di sampingku?"Ujar liora kepada suaminya.

__ADS_1


Elvan pun membalas pelukan istrinya, jujur ia juga sangat merindukan sosok Liora di dekatnya, selama berapa bulan ini ia terasa hampa tanpa adanya liora di sampingnya. Andai adik'nya itu tidak mengatakan yang sebenarnya mungkin saat ini tidak bisa menemui Liora.


"Kenapa kamu ada disini mas? Apa kamu sudah mengingat diriku?"


...Flashback on...


Setelah kepulangannya dari rumah sakit adik'nya yang bernama Shakira mengajak dirinya untuk membicarakan hal penting dengan dirinya.


"Mas, apa kamu mengingat liora?"


Elvan hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tak bisa mengingat nama liora di pikiran'nya, karena setiap mengingat nama itu kepalanya tiba-tiba berubah menjadi pusing.


Lantas Shakira pergi ke arah lemari pakean, setelah itu ia membawa sebuah kotak yang lumayan besar, lalu ia letakan di deket kakaknya,


"Mas bukalah? Disini ada kenangan mas dengan kak liora?"


Elvan pun dengan perlahan membuka kotak yang di berikan oleh Shakira, dan ia terkejut setelah Melihat sebuah foto dan berapa benda lainnya tertata rapih di kotak itu.


Dengan gemetar ia mengambil foto itu, lantas ia melihat satu persatu foto yang ada di tangannya. Ia tak menyangka kalau ada foto dirinya bersama dengan wanita yang pernah ia temui di rumah sakit.


"Dia siapa sha? Kenapa dia sangat dekat dengan diriku?"Tanya Elvan kepada adiknya.


Shakira menghela nafasnya, lalu menceritakan tentang percintaan Elvan dengan Liora,


Saat itu kakak'nya sedang berkunjung ke kampung mengunjungi nenek buyutnya yang ada di sana, namun kakaknya bertemu dengan seorang gadi yang sedang mandi di sungai.


Singkat cerita, mereka menjalin hubungan sampai kelas 3 SMA, namun hubungan mereka kandas lantaran sang bunda menyuruhnya untuk menjauhi wanita yang bernama Liora,


Bunda Najwa yang saat itu sedang duduk di ruang keluarga sambil menunggu kedatangan putranya, karena ia sangat marah lantaran anaknya itu berhubungan dengan Liora.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."Ucap salam Arkan kepada Bundanya lalu mencium punggung tangan bundanya itu.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh."Ucapnya dengan suara yang menahan kemarahannya. "Pulang juga kamu? Apa sudah puas dengan wanita yang bernama Liora itu?"


Arkan terdiam sejenak, ia tak menyangka kalau bundanya mengetahui tentang hubungannya dengan Liora.


"Bunda?"


"putuskan dia? Atau kamu akan menerima akibatnya?!"Najwa berbicara dengan kemarahan.

__ADS_1


"Bunda?"Arkan tak bisa mengatakan apa-apa selain menyebut nama bunda, ia tak berani harus melawan orang tua.


"Bawa bunda menemui gadis itu, lalu kamu putuskan Wanita yang berbeda keyakinan dengan kita, karena keluarga kita sangat melarang keras memiliki hubungan berbeda keyakinan dengan kita."


Arkan hanya bisa terdiam, ia tau ia salah memiliki hubungan yang berbeda dengan Keluarga'nya. Tapi dirinya sudah begitu mencintai gadis berbeda keyakinan seperti dia.


Ia pernah di sakiti oleh seiman, namun ia di obati yang tidak seiman. Maka dari itu iya tak ingin kesakitan itu terulang kembali.


Bunda Najwa lalu membentak anaknya agar mau memutuskan wanita itu, namun jika dia tak mau, maka dia tidak akan pernah mendengarkan suara Bundanya lagi.


Itulah kelemahan Arkan, ia pun dengan terpaksa mengajak bundanya bertemu dengan Liora.


Skip,


Setelah kepulangannya dari pertemuan dengan liora ia sangat bersedih, bahkan ia terus saya mengurungkan dirinya di kamar, bakan sang keluarga tak pernah mendengar lagi candaan dari Arkan.


Perubahan yang ada pada Elvan membuat keluarga merasa kebingungan, bahkan tidak ada yang mengetahui tentang merubah Elvan.


Saat mereka sedang bersantai di ruang keluarga mereka di kejutkan dengan kedatangan elvan yang membawa sebuah koper dan tas ransel.


"Aku akan pergi ke Turki tempat dimana eyang mendirikan sebuah pesantren."Katanya dengan dingin dan tegas.


"Sayang apa kamu ingin meninggalkan bunda disini?"Ucap Najwa yang mulai sedih lantaran akan di tinggal anaknya pergi.


"Ini sudah keputusan ku? Bukannya bunda yang meminta aku melupakan dia? Maka ini jalan Yang terbaik"


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."Tanpa mendengarkan mereka Elvan berjalan meninggalkan mereka. Ia sudah memikirkan matang-matang untuk pergi dari negara ini hanya bisa melupakan Liora.


**


"Jadi..?"


"Iya mas? kak liora adalah tulang rusukmu namun kalian di ciptakan dengan agama yang berbeda"


"Sekarang temui lah istri mas, karena saat ini dia sedang membutuhkan dukungan. Karena saat ini dia sedang mengandung, maka penting bagi suami untuk mendampingi sang istri."Ucapnya.


Setelah mendengar cerita dari adik'nya Elvan langsung pergi menemui istrinya itu.


...Flashback off ...

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu liora Fransiska Smith."


__ADS_2