
Seorang dokter yang baru saja membatu persalinan keluarga kaya raya, pun keluar dari ruangannya.
Ceklek. Pintu ruangan itu pun terbuka, nampaklah seorang dokter yang menggunakan pakean dinasnya.
"Keluarga pasie?"
"Kami dok."
"Gimana kondisi istri dan anak saya?"
"Selamat ya bapak ibu, anak bapak. sehat tidak ada yang kekurangan sedikitpun. Untuk kondisi nyonya muda masih belum sadarkan diri, karena efek obat bius."Penjelasan dokter pun,. membuat keluarga mereka merasa lega, karena ibu dan anak selamat.
Syafa, bertanya kepada dokter apa dirinya boleh mengunjungi istrinya, ia sangat ingin bertemu dengannya.
Dokter itu pun berkata, kalau Syafa boleh melihat istrinya namun hanya Syafa saja yang boleh melihatnya, sebelum mereka memindahkan nyonya Raqilla ke ruang perawatan.
Lalu Syafa masuk kedalam ruangan itu, ia melihat istrinya sedang sedang terbaring lemah dengan mata yang tertutup. Saat ia sedang memandangi istrinya seorang perawan pun menyerahkan anak'nya kepada Syafa. Untuk di adzanin, Dengan tangan gemetar ia mengambil bayi mungil itu dari tangan sang perawan. Lalu ia mendekat kan mulutnya ke Deket telinga kanan sang buah hati.
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah (2x)
Hayya 'alashshalaah (2x)
Hayya 'alalfalaah (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)."Dengan bibir bergetar ia mengadzani putranya itu. Sudah lama ia menantikan kelahiran sang putra, dan hari ini keinginannya terpenuhi ia bisa menggendong buah hatinya yang sangat tampan.
Setelah mengadzani putranya iå pun berlanjut, ia lalu mendekatkan mulutnya ke telinga sebelah kiri untuk. Iqomat.
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar..
Asyhadu allaa illaaha illallaah,
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
__ADS_1
Hayya 'alashshalaah
Hayya 'alalfalaah
Qad qaamatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah."
Semua keluarga yang menyaksikan kejadian itu merasa sedih dan terharu, karena Syafa yang sedang mengadzani putranya dengan air mata yang keluar membasahi pipinya.
Setelah Syafa melantunkan adzan kepada anaknya ia pun memberikan buah hatinya kepada sang perawat. Ia pun keluar dari ruangan itu, karena istrinya akan di pindahkan ke ruang rawat.
"Selamat Syafa. Sekarang kamu sudah jadi ayah, jadilah ayah yang bertanggung jawab kepada anaknya."Elvan yang sejak tadi diam pun bersuara. Sambil menepuk pundaknya, membuat mereka tersenyum manis.
"Makasih El."
Varischa, juga memberikan selamat kepada sahabatnya karena sudah menjadi seorang nenek. "Selamat quella, mulai sekarang kamu tidak menyandang muda lagi karena sekarang kamu sudah tua memiliki cucu."Ujarnya.
"Oh. Tidak bisa, walaupun saya sudah punya cucu tapi gelar saya masih sama yaitu perawan Ting Ting."
Mereka, hanya menggelengkan kepala. Gemes akan perdebatan antara dua sahabat yang sudah menjadi seorang nenek.
"Sayang. A-apa ka-kamu mau ikut pulang kekediaman mama?"
"Maaf. Mam, untuk sekarang aku tidak bisa, karena aku harus mencari liora. Dan lagian di rumah mamah si Calvin."Ujarnya tanpa melihat ke arah mamahnya.
Wanita itu pun perasa kecewa dengan penolakan anaknya. Namun ia tidak akan menyerah agar anaknya mau menganggap dirinya sebagai ibu yang sepenuhnya.
"Calvin sudah mama usir dari kediamannya. Karena Calvin ketahuan yang menabrak kamu, pake mobil mama."
Elvan tak menjawab. Walaupun sudah sepenuhnya memaafkan kesalahan mamahnya, tapi ia masih ada kecanggungan dengan mamah itu, walaupun wanita di sampingnya yang melahirkan dirinya, tapi bunda Najwa yang merawat dirinya dari kecil sampai sebesar ini. Ia akan berusaha untuk lebih dekat lagi dengan mamahnya itu.
Saat sudah sampai di delan parkiran. Ia pun menyalami sang mama, ia lalu memasuki mobilnya yang sudah ada Wahyu di mobil.
"Tuan kita mau kemana lagi?"
"Pulang."
__ADS_1
Wahyu pun menjalankan mobilnya, meninggalkan area rumah sakit. Dengan kecepatan sedang mereka pun sampai ke kediaman Abdullah Gymnastiar, Lalu mereka pun keluar dari mobilnya, Elvan yang melihat sang bunda sedang berada di halaman bersama sang Oma pun menghampirinya.
Bunda Najwa yang melihat putranya sedang menghampiri dirinya pun berkata. "Sayang kamu dari mana saja? Apa kamu tau bunda sangat rindu denganmu."Bunda najwa pun memeluk anaknya dengan erat.
Elvan hanya bisa terdiam. Membisu, ia juga sebenarnya sangat merindukan sang bunda tapi egonya lebih besar.
Najwa. Yang berada di pelukan sang anak pun merasa sedih, ia takut tidak bisa bertemu lagi dengannya karena baru saja suaminya mengatakan harus meninggalkan anaknya.
Elvan, yang merasakan kalau bundanya sedang bersedih pun langsung menjauhkan tubuh bundanya ia ingin melihat wajah sang bunda. Yang sudah di penuhi dengan air mata.
"Ada apa dengan bunda?"Elvan bertanya dengan mengurangi suhu dinginnya agar lebih hangat berbicara dengan Najwa.
"Bunda tidak papa? Bunda hanya kangen saja sama anak bunda."
Mendengar perkataan bundanya. Elvan pun memahami, kalau bundanya sangat merindukan dirinya, apa lagi ia mendiamkan keluarga.
Oma Anissa yang sejak tadi diam pun. Mendekati mereka, lalu mengelus punggung anak'nya yang masih saja bersedih, ia yang tau kenapa anaknya bersedih pun hanya diam, ia sebenarnya tidak rela namun ini semua sudah menjadi jalannya.
"Sayang. Bunda memasak makanan kesukaan kamu, apa kamu ingin makan?"Ia merasa prihatin dengan melihat anaknya yang kurus seperti tak terawat. Karena selalu mencari keberadaan liora sang istri.
Ia baru menyadari akan cinta dan ketulusan mereka, andai wantu bisa di ulang kembali, ia tidak ingin melarang hubungan antara anaknya dengan Liora. Ia jadi mengingat kembali akan perpisahan mereka, karena perbuatan darinya.
Najwa pun hanya bisa berdoa, agar liora dan anak yang di kandungnya selamat dari kecelakaan itu.
Dengan semangat ia pun mengajak anaknya, asisten anaknya untuk masuk kedalam. Dengan patuh mereka berjalan ke arah meja makan, yang sudah banyak makanan kesukaan Elvan.
Najwa. Lalu mengambil nasi dan berapa lauk-pauk yang tersedia di meja makan, ia pun memberikan piring yang sudah di isi oleh makanan dan memberikannya kepada anaknya. Ia juga mengambilkan buat wahyu.
"Bunda seneng, akhirnya bunda bisa melihat kamu makan lagi seperti ini."
Setelah menyelesaikan makannya elvan pun pergi ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya,
'Liora. Dimana sebenarnya kamu? Apa kamu tidak ingin pulang, aku sangat merindukanmu Liora, aku tau kamu masih hidup. Karena sebelum aku melihat jasadmu, aku belum percaya kamu tiada.'Batin elvan sambil memejamkan matanya.
***
Di ruang tamu sudah ada anggota keluarga Abdullah. Mereka menikmati waktu bersamanya.
"Apa elvan belum bangun? Ini sudah hampir ashar anak itu belum bangun."Tanya Zain.
__ADS_1
"Seperti belum bangun, yah."Ujar Husain.
"Najwa, naren apa kali jadi ber...."