
Kediaman Abraham Grup.
Saat ini para maid sedang sedang di sibukkan dengan kerjaannya masing-masing karena kediaman Abraham akan kedatangan sang Keluarga besar.
30 menit sudah berlalu. Satu persatu seluruh anggota sudah mulai berdatangan, bahkan anggota keluarga mulai bertambah.
Mereka pun duduk di bangkunya masing-masing karena mereka sudah mengetahui tata letak dimana mereka akan duduk.
"ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH."Ucap seorang pria bertubuh renta dengan di temani oleh sang istri di sampingnya.
Saat ini pria itu sudah menggantikan posisi sang ayah, yang sudah pergi tuk selamanya.
"WAALAIKUMSALAM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH!!"Jawab mereka serempak dengan sangat kompak.
Karena ajaran sang tetua sudah mendarah daging di hati mereka. Agar mereka bisa mengajarkan kepada generasi selanjutnya.
Para wanita menggunakan pakaian muslimah yang sayang tertutup, mulai dari cadar, hijab, dan gamis.
Sementara laki-laki menggunakan pakaian jubbas Dan sorban di kepalanya.
Lalu datanglah berapa anak buahnya dengan menggunakan jas.
Eyang Akhbar pun menatap mereka satu persatu, lalu berkata. "Gimana apa kalian sudah berhasil menemukannya?"
Sang bodyguard ragu-ragu untuk mengatakannya, namun mereka tetap mengatakan nya. "I-iya tuan besar kami sudah menemukan nya."Ucapnya dengan terbata-bata.
Mereka yang tak mengetahui apa-apa hanya dia saja, sampai seorang wanita berkata yang membuat mereka terkejut.
"Lalu dimana sekarang arkan?"Ucap Najwa kepada anak buah kakeknya, ia sangat bahagia karena mereka sudah berhasil menemukan keberadaan dimana anaknya berada.
Anak buahnya mengatakan bahwa saat ini Arkan/Elvan baru saja sampai di bandara,
"Eyang apa bener kakak masih hidup? lalu dimana dia sekarang?"
"Bener eyang dimana dia sekarang?"
"Dan siapa Elvan?"
Amina menenangkan anak cucu, dan cicitnya yang berusaha menanyakan tentang keberadaan Elvan berada.
Zain pun menjelaskan, tentang kondisi Elvan/arkan sekarang yang tak mengingat siapa Keluarga nya, bahkan ia menjelaskan juga tentang pernikahan Elvan dengan Liora wanita yang sangat di benci di keluarga nya. Mereka sudah menikah dua bulan yang lalu, di saat Elvan masih tinggal bersama ibu mertuanya.
__ADS_1
"Jadi maksudnya kakak, kalau elvan/Arkan menikah dengan Liora sejak dua bulan yang lalu? Dan sebelum itu Elvan juga sudah memiliki istri dan anak?"
Keluarga Abdullah hanya menganggukkan kepalanya, mereka juga sebelumnya merasa terkejut dengan pernikahan mereka namun mereka tak bisa mencegah pernikahan mereka.
"Tapi kita harus pisahkan mereka kak? Gimana pun caranya Keluarga kita tak boleh bersatu dengan keluarga mereka?!"Ucap nenek adiba kepada kakak'nya.
Eyang Akhbar juga menuju'i usul dari putri bungsunya walau bagaimanapun mereka tak boleh menyatu dengan keluarganya.
Banyak pembicaraan mengenai Elvan, bahkan adek-adeknya merasa bahagia karena Arkan masih selamat dari kecelakaan pesawat berapa taun silam.
Lalu eyang Akhbar menyuruh anak buahnya untuk menjemput paksa cicitnya.
***
Sementara itu di sebuah bandara internasional. Rombongan Elvan baru saja mendarat.
Nafi yang melihat gelagat aneh Elvan langsung menanyakan hal membuat mereka merasa syok.
"El. Apa trauma kamu sama pesawat masih ada?"
Mommy quella yang mendengar itu langsung bertanya, karena sebelum nya mereka tak mengetahui kalau Elvan mengalami trauma terhadap pesawat.
"Kecelakaan pesawat yang menewaskan hampir dua ratus orang. Dan itu kejadiannya sejak lima taun terakhir."Liora yang menjawab bukan Nafi. Bahkan temen-temen elvan tak ada yang menceritakan itu kepada orang-orang bahkan kepada istrinya yang sekarang mereka tak menceritakan nya.
"Bagaimana kamu mengetahui nya sayang?"Tanya Elvan dengan penasaran, bukan hanya Elvan tapi mereka semua juga penasaran, walaupun mereka harus berdiri di bawah pesawat.
"Sebenarnya.."Sebelum Liora melanjutkan perkataannya sudah ada yang mendekati mereka dengan berjas hitam, ia sangat tau, kalau pria-pria di depannya adalah bodyguard, dari keluarga suaminya.
"Permisi, Mengganggu aktivitas kalian? Saya di sini ingin menjemput tuan muda."
"Siapa yang dimaksud tuan muda?"Ucap bunda Vivi.
"TUAN ARKAN SEBAIKNYA KAU IKUT BERSAMA DENGAN KAMI.!!"
Namun mereka tak ada yang tau siapa Arkan, tapi tidak dengan Elvan dan Liora. Mereka saling menatap satu sama lain seakan-akan mereka sedang berbicara melewati telepati.
'Percayalah padaku El bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mungkin awalnya akan sedikit rumit, tapi aku percaya dengan cinta sejati kita.'Pikir liora.
'Tapi gimana kalau hubungan kita hancur ra? Aku takut kelurga ku memisahkan aku dari cinta sejati ku yang sudah lama menghilang. Kejadian berapa taun itu sudah membuat aku merasa sakit ra, dan kali aku tidak ingin kehilanganmu lagi, sudah cukup kita lewati tanpa kebersamaan.'Pikir Elvan.
'Apa kamu percaya dengan cinta sejati, cinta sejati akan selalu menguji hati kita, Sampai kita Bener-bener bisa melewati ini semua, dan aku yakin setelah ini tak ada yang bisa memisahkan kita,'Pikir liora.
__ADS_1
'Ya ra, aku percaya akan cinta sejati, aku berharap kali ini aku akan berusaha semampu saya untuk mempertahankan kamu di sisiku liora.'Pikir Elvan.
'Kita akan terus bersama sampai maut saja tak bisa memisahkan kita,'Pikir mereka berdua.
Bodyguard Keluarga Ibrahim mengejutkan mereka sampai mereka tersadar dari lamunannya.
"Baik saya akan ikut dengan kalian, tapi dengan satu syarat istri saya harus ikut.!! Tapi jika kalian menolak saja tak akan pernah ikut dengan kalian."Perkataan lantang Elvan membuat keluarga Nafi dan Syafa terkejut.
Namun bodyguard Ibrahim memikirkan persyaratan yang di ajukan oleh tuan mudanya, lalu salah satu dari mereka, menelpon orang kepercayaan Keluarga Ibrahim.
Setelah sambungan telepon terputus ia langsung mendekati tuan mudanya.
"Baik saya menuruti persyaratan kamu."Dengan langkah wibawanya Elvan mengajak istrinya masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan, tak lupa juga ia menggendong baby Al.
"Sayang maafkan aku."ucap Elvan dengan lirih saat mereka sudah di perjalanan menunju mansion Ibrahim.
Liora lalu menatap suaminya. "Maaf untuk apa Sayang?"
Elvan pun mengatakan kalau dirinya belum bisa menjadi suami yang baik untuk'nya bahkan ia sudah di blacklist dari setiap perusahaan.
Liora hanya tersenyum mendengar kata-kata dari suaminya, ia juga mengatakan kalau dirinya tak butuh apa-apa asalkan suaminya ada di setiap ia dalam masalah, uang bisa di cari namun cinta sejati tak akan pernah bisa di cari.
Elvan merasa terharu dengan perkataan istrinya, ia merasa bangga karena ia bisa memiliki wanita seperti Liora.
***
"Nafi, Syafa jelaskan kenapa Elvan ikut dengan mereka?"Mereka sangat penasaran dengan apa yang mereka lihat dan denger.
"Aku tidak tau pasti siapa mereka? Tapi kalau ga salah itu adalah anak buah dari Ibrahim group."
"APAAAA.!!"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA CINTA YANG RUMIT.
JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN END VOTE YGY.
__ADS_1