Cinta Yang Terkikis

Cinta Yang Terkikis
1. perjalanan


__ADS_3

Perkenalkan namaku Aliva, gadis 18 thn,...aq lahir dikota besar di Solo, kota yg menyimpan banyak kenangan indah diwaktu aq kecil,


Dan sekarang aq sudah lulus SMA, bangga aq lulus dgn nilai yg tidak mengecewakan kedua orang tuaku, karena aq menyadari aq berada di keluarga yg pas-pasan. Itu yang merupakan salah satu motivasiku untuk giat belajar.


Keinginanku cuman satu yaitu ingin selalu membahagiakn kedua orangtuaku dn juga adik-adikku, karena aq merupakan ank yg pertama, maka kuambil keputusan untuk segera mencari kerja, setelah lulus sekolah. Dengan semangat 45 aq melamar kerjaan kesana ksini, namun Alhamduliilah blm mendapatkan satu kerjaanpun, semuany beralasan tidak ad lowongan. Entah karena aq belum beruntung, atau karena belum waktunya aq bekerja.


Akhirnya dengan tekad yg bulat aq memutuskan untuk merantau ke Ibu kota, Jakarta. Diiringi tangis dan doa ibuku yg mengiringi kepergianku. Doa dan pesan agar aq disana bisa menjga diri, tidak terbawa arus pergaulan yang salah dan bebas. Dan ku Aamiinin doa dr ibuku, semoga membawa keberkahan dlm diriku.


Lambaian tangan keluargaku masih dapat kulihat dari balik jendela bis. Sedih. Kuat ga kuat aq harus kuat. Aq ingin mewujudkan keinginanku yaitu membahagiakan kedua orang tuaku, membantu menyekolahkan kedua adikku. Walaupun belum pernah sekalipun aq hidup jauh dari kedua orang tuaku. Semoga tangis kesedihan ini menjadi tangis kebahagiaan. Itulah harapanku.


Dan kuawali dgn Bismillah aq pun naik bis jurusan Jakarta. Disetiap terminal bus berhenti untuk menaikkan penumpang, tak terasa sudah sampailah di terminal Semarang. Bus jga berhenti, ad seorang pemuda yg lumayan wajahny, duduk di dekatku sesuai nomer tiket.

__ADS_1


Dia pun bertanya kepadaku, "Mau turun mana mb?".


Aqpun menjawab dgn tersenyum, "Jakarta mas".


Diapun bertanya lgi " boleh kita kenalan ga, biar ga terlalu sepi? Kenalin mb namaku Anto". tanpa menunggu persetujuan dariku dia memperkenalkan diri.


Aq tersenyum "Panggil aja aq Aliva, mas". kataku ramah.


Ditempat rest areapun dia jga setia menunggu, dn jga menemani aq. Dalam hatiku aq merasa ap mas Anto suka aq?? kutepiskan prasangka itu. Aq takut salah paham dan terlalu percaya diri. Sebelum dia memejamkan mata utk istirahat, dia minta no wa ku, dan ku berikan no wa ku... Akhirnya kami terlelap.


Menjelang shubuh sampailah aq di terminal Pulo gadung, mas Anto jga turun utk menemaniku mencari angkot. Mungkin dia merasa ga tega meninggalkan aq sendiri.

__ADS_1


Dia bertanya, "Aliva Mau kemana?".


aq jawab, "Aq jga bingung mas, rencana mo kerumah temenku tp aq blm tau alamatny".


Mas Anto nampak terkejut, dn menanyakan, "Jdi kmu ke jakarta tanpa plaining apapun? gmn kmu, misalny kl ketemu org jahat, Aliva?"


Aq pun diam membisu, dan akhirny dia mengajak ketempat kontrakanny, ditempat kontrakan katanya ad 2 kontrakan kosong, yang belum terisi


"Nanti aq biar yang ngomong sma yg ibu kontrakan." kata mas Anto.


"Sekarang kamu istirahat dulu, pikirkan rencana untuk besok." kata mas Anto lagi. Aq cuman bisa menganggukkan kepalaku. Rasany kepalaku sudah tidak bisa berpikir lagi.

__ADS_1


Akhirnya aq pun menempati kontrakan kosong di sebelah kontrakan mas Anto. Untung ibu kontrakan baik, mau menerimaku. Dan yang lebih beruntung lagi aq ketemu Mas Anto. Aq tidak bisa membayangkan kalau misalnya aq ketemu orang lain yang berpura-pura baik menolongku. Entahlah, mungkin ini juga doa dari ibuku. Aq sangat bersyukur sekali, bisa bertemu mas Anto.


__ADS_2