Cinta Yang Terkikis

Cinta Yang Terkikis
12. beli cincin kawin


__ADS_3

Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, aq lalui dengan kebahagian. tapi jga ad rasa bimbang. Aq takut ibukny mas Anto masih tidak merestui. Aq sebenarny pengen tdk terlalu memikirkan, tp tetep aj kepikiran. Gimana carany ibuny mas Anto mau menerimaku, mau merestuiku.


Helaan nafas yg cukup kasar mungkin membuat mas Anto merasa khawatir. "Dek, kamu sedang mikirin ap?" tanya mas Anto.


"Eh, tdk mas. Tidak ditempat kerja lgi byk kerjaan". jawabku menutupi kegelisahanku.


"Dek, kalau ad masalah apa² berbagilah denganku, pakailah bahuku untuk bersandar. Agar aq merasa penting bagimu." pinta mas Anto.


"Ga ad ap² mas, lagian aq nanti takut ngerepotin mas Anto, kalau bahuny untuk bersandar, Mas Anto kecapean, ...hehehe." kataku bercanda.


"Jangan mikir yg berat², aq tidak mau kamu nanti sakit lgi. Pikirin aq aj yg selalu menyayangi dan mencintaimu." tegas mas Anto sambil menatapku.


"Inshaalloh 2 minggu lgi keluargaku akan ke Solo, Dek. Untuk melamarmu." ungkap mas Anto.


"Terus kita gimana mas, apa kita pulang kampung lgi?" tanyaku bersemangat.


"Ga kita disini aj, tinggal menunggu keputusan kedua org tua kita." jelas mas Anto.

__ADS_1


"Mas, aq takut. Terus terang sikap ibumu membuatku bimbang." ucapku.


"Sabar ya, ibuku emang begitu, tapi sebenarnya beliau org yg baik kok, Dek." jelas mas Anto.


"Yang penting sekarang kita yakin aj, niat suci inshaaloh akan selalu dipermudah." sambung mas Anto lagi.


Memang sulit untuk menyatukan 2 keluarga, apalagi kita blm tahu sifat dan watak salah satu keluarga tersebut. '


"Mas aq besok nikahny ga usah yg mewah², terus terang aq malu, dipajang dan diliatin byk org." pintaku merajuk.


"Tidurlah Dek udh mlm, besok aq akan mengajakmu jalan²." pinta mas Anto kepadaku.


"Siaaap boz." kataku menggoda mas Anto. "Aq masuk kamar dlu ya mas." pamitku.


"Iya sayang, selamat malam, selamat bubuk jangan lupa, mimpikan aq ya Dek!" pinta mas Anto.


Minggu yg cerah setelah aq melaksanakan kegiatan rutinitas yaitu nyapu, ngepel dan masak sarapan. Aq pun mandi. Tk berapa lamaad yg mengetok pintu kontrakan, "pasti ini mas Anto" pikirku. Dan kubuka pintu ternyata benar.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat sekarang, tapi aq sarapan dlu yaa. Kamu ganti baju, aq sarapan." perintah mas Anto. Dan kuanggukan kepalaku sebagai jawaban.


Mas Anto mengajakku ke toko perhiasan. Ternyata mas Anto mau membelikan cincin utk pernikahan kita.


"Ada yg bisa saya bantu mb, mas?" tanya penjaga toko itu.


"Sebentar mb, biar calon istriku yg milih sesuai dengan keinginanny mb." jawab mas Anto


"Kamu yg pilih, Dek. Mana yg kamu suka. " perintah mas Anto. Aq pun jadi bingung, byk pilihan, bentukny yg bagus, tp mahal. Muter² cari cincin belum nemu yg sreg di hati. Dan akhirnyaa...


"Mas, yang ini aj." teriakku kegirangan. Cincin kawin yg simple, tp kelihatan elegan. dan jga hargany tdk terlalu menguras kantong mas Anto. Dan yg pasti aq suka desainny.


"Oke siap tuan putri, kl itu yg kamu mau, Dek. Pilihanmu bagus, aq jga suka." sahut mas Anto


"Mbak tolong bungkus cincin kawin ini, sekalian kalung dan gelangnya yaa!" kata mas Anto kepada penjaga toko perhiasan itu.


"Baik, mas. Kami akan membungkusny, dan terima kasih sudah belanja di toko kami. Semoga acara pernikahanny kelak lancar." penjaga toko itu ikut mendoakan kami. Dan kami pun meng "Aamin" kanny

__ADS_1


__ADS_2