
Didalam bus aq pun tertidur, kucoba melupakan semua perkataan yang menyakitkan dari ibu mertuaku, tapi kok yo susah yaa. Aq anggap ibu mertuaku lgi khilaf. Genggaman tangan mas Anto menguatkanku hatiku, dan membuatku nyaman. Tenang dan damai. Aq merasa bahagia memiliki seorang mas Anto.
"Tidurlah Dek, kalau kamu ngantuk dan capek, percayalah aq selalu menjagamu." bisik mas Anto lembut, dan mencium keningku lama banget.
Sampailah kami di Jakarta. Walaupun sudah menikah kami masih tidur terpisah, karena mas Anto belum lapor RT dan ibu kontrakan, rencana pagi ini, mas Anto mau lapor.
Setelah lapor dan izin dari RT dan jga ibu kontrakan. Mas Anto pindah kontrakan bersamaku. Tetanggapun banyak yg ngucapin selamat kepada kami, sungguh senang rasanya berasa punya saudara baru.
"Dek, " mas Anto memanggilku.
"Ada apa, mas?" tanyaku pada mas Anto.
"anu,.. anu,.. udah selesai belum itunya?" mas Anto malah balik bertanya.
"Ooh masakny.., udah mas, Mas Anto mau makan, mau kuambilin?" tanyaku menawarin mas Anto.
"yaaaah kok makan sih," jawab mas Anto frustasi. "Udahlah Dek, makannya nanti aj, aq mau ngerokok diluar bareng mas Udin." jawab mas Anto kesal.
__ADS_1
Rasa ga enak muncul, kenapa mas Anto kesal, apa salahku. Kutunggu mas Anto didalam kamar lama banget. Iseng-iseng aq wa aj ma dia. Nhaaaa dia lgi online.
me. : "kamu tadi kesal kenapa mas? aq salah apa? "
mas Anto : "kamu ga peka Dek, aq tadi mo nanyain tamu bulanan kmu udh selesai belum??"
me. : " oalah mas, maaf yaa kalau aq ga peka, kebetulan tamu bulananku masih mas."
mas Anto : "masih lama ga Dek, aq pengen"
Mas, kamu masih lama ga nongkrongnya? Aq udah ngantuk, aq tidur duluan yaa."
mas Anto. : "met bubuk sayang, mimpi indah ya"
Kumatikan dawaiku. Kupejamkan mataku. Berasa mimpi aq sudah tidak sendiri, sekarang ad yang selalu menemaniku baik teman tidur, teman curhat, teman suka dan duka. Akhirnya aq tertidur.
Bangun pagi. Senyum menghiasi bibirku, kutatap wajah suamiku yang tertidur, tangannya memeluk aq, ingin kucium tapi aq malu kalau nanti ketahuan mas Anto. Kulambaikan tanganku ke muka mas Anto. matany masoh terpejam, "berarti masih pulas, tidurnya. " pikirku. Kucium pelan-pelan bibir suamiku, tapi... tunggu ini kenapa tangan mas Anto malah menahanny.
__ADS_1
Mas Anto membalas ciumanku, "Mas aq kan jdi malu, kalau begini" aq menutup kedua mataku.
"Laa kenapa mesti malu?" tanya mas Anto, "aq kan suamimu Dek" kata mas Anto.
"Tau ach." sahutku sambil ngeloyor pergi mandi. Kegiatan pagi ini memasak sarapan pertama kali untuk mas Anto. Walaupun aq sering memasakanny tp saat itu, statusku belum istriny, sekarang istriny.
Kubikinkan nasi goreng, masakan yg paling simple dan mudah. Kusiapkan nasi goreng ala Aliva, minumny kopi panas.
"Terima kasih istriku." ucap mas Anto sambil tersenyum, dan sukses membuat merah mukaku.
" Mas, selesai ini aq pergi ke pasar ya??" aq minta izin kepada mas Anto.
"Boleh. Mau dianterin ga?" mas Anto menawarkan diriny untuk mengantar aq ke pasar.
"Kalau tidak merepotkan dengan senang hati, aq menerima tawaranmu mengantar aq, mas." jawabku.
Selesai beberes, aq pergi ke pasar tentu saja diantarin Mas Anto. Aq belanja sesuai kebutuhanku, buat stok selama seminggu. Kalau nanti aq sudah masuk kerja biar tidak repot. Kurasa semua yang kuinginkan sudah kudapat. Aq pun pulang. Sampai dirumah nanti masak buat makan siang dan makan mlm. Tugas seorang istri baru dimulai.
__ADS_1