Cinta Yang Terkikis

Cinta Yang Terkikis
35. cemburu


__ADS_3

Bus patas AC jurusan Semarang-Solo melaju dengan kencang, dengan hati menyimpan kesal, sakit hati aku pulang ke Solo. Sampai terminal Tirtonadi aku turun. Walau berat dan bawaanku banyak tapi Alhamdulillah banyak orang yang membantuku. Dari mengangkat koper dan mencarikan taksi untukku.


Sebelum sampai di kediamanku, kurapikan penampilanku, jangan sampai kedua orang tuaku mengetahui lukaku. Turun dari taksi, pas ibu keluar dari rumah.


"Loooh nduk, kowe dewekan [ looh nak, kamu sendirian]?" tanya ibu sambil melihat-lihat di dalam mobil.


"Ga bu, tadi sama mas Anto, tapi mas Anto di Semarang lagi ada urusan." jawabku tersenyum.


"Oo yo wes, ibu pikir kalian lagi berantem." kata ibu lagi. Sambil menggantikanku menggendong Syifa.


"Ibu titip Syifa sebentar yaa, aku mau sholat maghrib dulu." kataku pada ibu.


"Iyo nduk." jawab ibu sambil mengajak bicara Syifa. Syifa sudah mulai mengeluarkan celoteh-celotehnya.


Segera kuambil air wudhlu, kuniatkan sholat untuk menjalankan kewajibanku, kupasrahkan semua masalahku pada-Mu ya Robb. Selesai sholat maghrib aku langsung ke dapur, untuk mengambil makan, dari tadi pagi kerja di rumah mertua belum kemasukan nasi sesuappun.


Ibu masak sayur lodeh, goreng ikan asin dan nyambel terasi sesuai dengan seleraku. Belum selesai aku menghabiskan makanku, terdengar suara mas Anto di depan.


"Assallamualaykum." salam mas Anto.


"Waalaykumsalam." jawab ibu dan aku bersamaan.


"Loo tadi kata Aliva, di Semarang masih ada urusan. Memangnya urusannya sudah selesai nak Anto?" tanya ibu pada mas Anto.


"Iya bu sudah selesai, urusannya sebentar kok." jawab mas Anto.


"Oo yoo wes kono ndang maem bareng Aliva. [ya sudah sana, segera makan bareng Aliva]." kata ibu pada mas Anto.

__ADS_1


"Iyaa bu." jawab mas Anto.


Kudengar langkah mas Anto, memasuki dapur, aku pura-pura ga tau.


"Dek kamu ke Solo kok ga nungguin aku sih, ga pamit pula, ga sopan tau?" gumam mas Anto.


"Oh tadi aku mau nungguin kamu, tapi teringat kamu lagi jalan sama istrimu, aku takut nanti malah lama. Terus aku tidak pamit pada orang rumah, karena dirumah tidak ada orang." jawabku sambil meneruskan makanku.


"Maaf Dek." kata mas Anto.


"Untuk apa Mas?" tanyaku sama mas Anto.


"Dia tadi mantanku, kami ketemu tidak sengaja. Aku mau mengenalkan kamu sebagai istriku kamu sudah pergi." jawab mas Anto.


"Oh." jawabku.


"Terus aku harus ngomong apa mas, ga mungkin kan aku harus ngomong, kalau kamu kebetulan ketemu kan, dari kemaren kamu yang semangat ingin pulang kampung kan?" tanyaku dengan nada tinggi.


"Sabar dek, jangan emosi, aku sama Tari sudah tidak ada hubungan apa-apa, dia juga sudah punya keluarga kecil sendiri. Bahkan tadi dia nitip salam buat kamu." jelas mas Anto.


"Salam balik." ketusku.


Segera kuhabiskan makanku, kutinggalkan mas Anto sendiri, kubikinkan susu untuk Syifa, agar nanti kalau aku tinggal sholat tidak rewel.


"Ibu ini susunya Syifa, aku mau mengerjakan sholat Isya dulu." kataku pada ibu.


"Iyo nduk." jawab ibu.

__ADS_1


Kulaksanakan sholat Isya' setelahnya kubaca surat al Mulk. Kulipat sejadah dan mukenaku kuhampiri Syifa, ternyata sudah digendong mas Anto.


"Eh ada mama, udah selesai sholat mah?" tanya mas Anto kepadaku.


"Sudah." jawabku singkat. "Ayo Syifa bubuk dulu." aku langsung mengambil Syifa dari gendongan mas Anto.


"Dek, kamu masih marah sama aku? aku beneran tidak ada hubungan dari Tari." tanya mas Anto.


"Mas sekarang jujur aja, dihati kamu tuh sebenarnya masih ada cinta untuk Tari, aku sudah merasakan mas dari kesibukanmu mencari tiket, trus pas tidur kamu mengigau." jelasku mulai emosi.


"Sumpah Dek, tidak ada." jawab mas Anto.


Kuhela nafasku dalam-dalam sambil kuucap istiqfar sebanyak-banyaknya. Setelah hatiku rada dingin baru aku ngomong sma mas Anto.


"Mas, aku mau tidur." kataku sama mas Anto.


"Mau dikelonin ga? masak aku ga ada yang ngelonin?" tanya mas Anto menggodaku.


"Sana minta sama Tari suruh ngelonin kamu." jawabku kesel.


Suara kokok ayam peliharaan bapak membangunkanku, aku kaget ada tangan mas Anto di atas perutku, "jadi semalam kamu ngelonin aku mas?" tanyaku dalam hati. Segera kupinggirkan tangan mas Anto, karena aku melaksanakan sholat shubuh. Selesai sholat shubuh aku pergi ke dapur membantu ibu membuat sarapan.


"Mas bangun ayo sarapan, ditungguin ibu dan bapak." kataku sambil membangunkan mas Anto. Susah banget kalau sudah tidur dibangunkannya. Akhirnya mas Anto terbangun.


"Aku mandi dulu Dek." kata mas Anto.


Kuciumin anakku yg gembul, rasa gemas hingga tak sadar membuat anakku menangis terbangun. Kuawali hari ini dengan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2