Cinta Yang Terkikis

Cinta Yang Terkikis
28. Nyidam


__ADS_3

Yang lalu biarlah berlalu, semoga itu cuman kesalahan tulisan dalam buku harian. Aku lupakan mencoba melupakan semuanya dan mencoba mulai dari awal lagi, walaupun rasanya sakit sekali.


Seiring perekonomian negara yang mulai stabil, dan keadaan sudah mulai kondusif, tapi aku belum masuk kerja, yang sudah mulai masuk kerja mas Anto. Sudah biasa bekerja, terus tidak melakukan rutinitas pekerjaan rasanya membosankan. Kerjaanku di kontrakan cuman ngobrol, rujakan dengan tetangga kontrakan.


Aku paling hobi makan rujak, berasa makan rujak enak banget. Trus pengennya yang asem-asem, memang itu kegemaranku.


"Kamu mungkin lagi nyidam Aliva," tanya mbak Lia sambil memperhatikan caraku makan rujak.


"Ah masak sih mbak? Aku emang dari dulu seneng rujak kok." jawabku.


"Kamu sudah datang bulan belum?" tanya mbak Lia. "Terakhir kapan kamu datang bulan?" tanya mbak Lia lagi.


"Harusnya sudah 2 minggu yang lalu mbak." jawabku santai.


"Jangan-jangan kamu hamil Aliva?" selidik mbak Lia.


"Ah jangan sekarang lah, belum begitu pengen." jawabku lagi.


"Lah emang kenapa, orang ada suaminya ini." kata mbak Lia.


"Masih takut mbak, belum bisa gendong bayi." jawabku tanpa dosa.


"Nanti seiringnya waktu, juga pintar sendiri menggendong anak." jelas mbak Lia.

__ADS_1


Karena kepikiran omongan mbak Lia tadi siang aku bilang sama mas Anto. " aku kayaknya pengen periksa deh, aku telat datang bulan."


"Mau diantar ?" tanya mas Anto.


"Kalau ga ngerepotin mau dong diantar, ke bidan depan situ." jawabku.


"Boleh, tapi sambil jalan kaki aja ya, biar tambah romantis." kata mas Anto.


"Iya." jawabku.


Sampai di depan Yuli, ternyata banyak yang mau periksa, aku harus mengambil nomor antrian dulu. "Yaah amanat pulang malam nih." kataku dalam hati. Menunggu dan menunggu sampai terkantuk-kantuk akhirnya nomer antrianku dipanggil. Kenapa aku jadi gemeter. Inikan cuman periksa biasa.


"Ada yang bisa saya bantu bu?" kata bu bidan Yuli ramah dan tersenyum.


"Aku mau periksa bu, aku sudah terlambat datang bulan 2 minggu." jawabku malu-malu


"Yuk sekarang tes urine dulu ya, urinenya dimasukin ke cup kecil ini sepertiganya aj." pinta bu bidan Yuli.


Akupun menuruti perintah bu bidan, sebenarnya rada geli sendiri, menampung urineku sendiri. Setelah selesai baru bu bidan memasukkan test pack kehamilan.


"Tunggu sebentar ya, sabar." kata bu bidan.


"Nah ini hasilnya udah keluar, ada garis merah 2 yang artinya positif. Itu tandanya di dalam perutmu ada kehidupan baru yang harus kamu jaga." jelas bu bidan Yuli.

__ADS_1


Aku bengong, terharu hingga ga bisa berkata-kata, cuma mata ini kenapa basah.


"Loh udah mau jadi ibu kok menangis?" kata bu bidan ngeledek.


"Kalau boleh tau udah berapa minggu umur, anakku bu bidan?" tanyaku pada bu bidan.


"Baru 2 minggu. Nanti dikasih vitamin dan obat biasaany trisemester awal kelahiran ibu akan sering mersakan mual. Nanti kalau mersa mual obatnya diminum ya! Jangan capek-capek!" perintah bu bidan Yuli.


Setelah aku keluar, aku liat mas Anto yang main HP. "Sudah selesai mas. Cepat dibayar administrasinya, ayo kita pulang, aku sudah ngantuk." kataku.


"Sudah selesai, ya sudah ayo kita pulang." kata mas Anto lagi.


"Gimana tadi hasilnya Dek? Kamu beneran lagi hamil?" mas Anto memberondongku dengan banyak pertanyaan.


"Iya Mas. Sudah jalan 2 minggu." jawabku.


"Alhamdulillah." teriak mas Anto kegirangan. "Kamu mau pengen makan apa Dek, aku akan cariin?" tanya mas Anto.


"Aku belum pengen makan apa-apa mas. Aku cuman ngantuk aja." jawabku


"Ya sudah tidurlah Dek, aku akan menjagamu." kata mas Anto.


"Kata-katamu puitis banget, biasanya orang kaya gitu suka ngobral janji dimana-mana." aku mencoba menyindirnya.

__ADS_1


"Sudah tidurlah." jawab mas Anto sambil benerin selimutku.


Entahlah apa yang kini kurasakan ada kehidupan yang baru dalam perutku. Kadang aku diselimuti ketakutan kalau mas Anto kembali ke masa lalunya. Apa aku harus memlersiapkan diriku untuk kemungkinan itu. Satu yang pasti aku akan selalu menjaga dan merawat anakku, sampai aku mati.


__ADS_2