
Roda kehidupan selalu berputar. Memang itu kenyataan dan tidak bisa dipungkiri. Hari ini suka, bisa jadi besok ada duka, hari ini bahagia bisa jadi besok nelangsa, saat ini sengsara, bisa jadi besok kita kaya. Itulah roda kehidupan kadang dibawah dan kadang juga diatas.
"Dek aku lembur, ada mesin baru datang dari luar negeri. Aku harus ikut ngetes mesin baru dulu." kata mas Anto memberi tahuku.
"Iyaa mas, nanti kira-kira pulang jam berapa, mas ? " tanyaku pada mas Anto.
"Ga tau Dek, mungkin bisa sampai larut malam, ga usah ditungguin, kalau udah ngantuk tidur duluan aja." jawab mas Anto.
"Ya sudah mas, jangan sampai lupa makan." kataku mengingatkan mas Anto.
__ADS_1
"Siaap istriku sayang." kata mas Anto lagi.
Rasa bosan melandaku, nonton TV tidak ada acara yang bagus, aku cuman mencet-mencet remot, pindah-pindah chanel tapi ga ada yang menarik hatiku. Kucoba cari-cari kesibukan lain. Kubuka-buka buku Mas Anto. Siapa tahu ada yang kubutuhkan. Tertujulah pandanganku pada buku yang sudah rada pudar sampulnya. Aku ambil buku itu. Aku buka dan aku baca. Ternyata ini buku curhatan suamiku. Perang dalam hati baca apa ga? baca apa ga? Tetap terus kubuka lembar demi lembar. Kubaca.
Terakhir mas Anto menulis di buku itu, tertulis 2 hari setelah pernikahan kami. Iseng kubaca buku curahan hati mas Anto itu. Hati kecilku sebenarnya sudah mengingatkan ga usah dibaca, jika nanti akan ada yang bikin kamu sakit hati. Sudah lupakan saja.
Tertulislah curhatan suamiku.
Aku tidak bisa melupakanmu Tari. Kamu cinta sejatiku, cinta pertamaku. Kenapa nasib selalu memisahkan cinta kita. Saat ini akupun belum menyentuh dia. Aku sangat beruntung, malam pertama dia lagi datang bulan. Semoga kita segera bertemu Tari. Aku kangen padamu. Tunggu aku selalu sayang. "
__ADS_1
Runtuh seakan duniaku membaca buku ini. Kaget tak percaya, jadi selama ini aku hanya sebagai istri bayangan. Istri pelarian saja. "Tega kamu mas, padaku." kataku dalam hati. Aku tak pernah menyangka Mas Anto yang kukira mencintaiku, menyayangi aku dengan tulus. Ternyata ada memiliki cinta yang lain.
Terus apa artinya perhatiannya kepadaku selama ini? Kenapa dia melamarku kalau tidak mencintaiku? Berarti kata cinta dan sayang yang selama ini dia ucapkan palsu? Berbagai pertanyaan memenuhi otakku. Semua butuh jawaban. Aku berasa menjadi wanita yang paling bodoh sedunia.
Kukembalikan buku itu ke tempat semula. Jangan sampai dia curiga. Tangisku tak berhenti, sakit didada ini seperti tergores pecahan beling. Aku tak pernah menyangka. "Kamu seperti mempunyai 2 kepribadian ganda, mas. Kau pintar bersandiwara." kataku dalam hati. Kau pintar banget menyembunyikan semua ini.
Apa yang harus kulakukan, sedangkan umur pernikahanku baru berjalan 2 minggu. Aku tidak pernah menyadari kebodohanku. Haruskah aku bertanya pada Mas Anto? dan membiarkan semua berjalan sesuai alur cerita.
Kugelar sejadahku dan kupakai mukenaku. Kubersimpuh kepadamu ya Rob. Kucurahkan semua luka hatiku. Kuceritakan derita dan masalahku. Aku percaya akan ada hikmah yang bisa kuambil dari semua ini.
__ADS_1
Setelah hatiku rada tenang Aku mencoba memejamkan mataku. Walaupun mataku masih mengeluarkan air mata. Tuhan maha adil. Setelah aku lelah menangisi kebodohanku, akupun tertidur.
Entah jam berapa mas Anto pulang. Aku sebenarnya sudah terbangun saat dia pulang, tapi aku pura-pura tidur saja. Aku masih sakit hati, karena sudah dipermainkan olehnya. Mungkin malam ini akan dicatat dosaku karena tidak melayani suamiku.