Cinta Yang Terkikis

Cinta Yang Terkikis
10. sakit


__ADS_3

Berisikny suara deru mesin bus menjadikan Alunan musik tersendiri menghantarkan tidur kami. Kecapean tenaga dan pikiran menjadikan kami tidur pulas. Hingga tk terasa telah sampai ke tempat tujuan kami. Turun dr terminal Pulo Gadung, kami istirahat dlu sembari mencari tukang nasi goreng. Lapar yg mendera karena tdi di rest area tidak sempat makan, dikarenakan pda tidur nyenyak.


Nasi Goreng kambing kesukaanku sudah tersaji dengan aroma yg menggodaku. Mas Anto pesen mie goreng kesukaanny.


"Dek, mengenai sikap ibuku tadi ga usah dipikirkan, dan ga usah dimasukin ke hati. Nanti dengan seiringny waktu, ibu akan menyambutmu." jelas Mas Anto, sambil menggenggam tanganku.


"Sekarang yg kita pikirkan tentang kita aj" tambah ms Anto.


"iyaa mas, Inshaalloh sma baik² aj." jawabku. "Aq akan selalu berusaha membahagiakanmu Dek" janji mas Anto.


"Jangan kau berjanji mas, aq takut kamu mengingkariny. Buktikanlah kesungguhanmu mas. Inshaalloh aq akan menjadi istri yg solekhah". jawabku. Terus terang melihat sikap ibu mas Anto aq jadi bimbang, takut.


Dengan naik bajaj, akhirnya kami sampai ditempat kontrakan. Kurebahkan badanku utk meringankan penatku. Kutatap langit² kamarku kutanyakan dlm hati harus diteruskan, ap tidak ini... Akhirnya kuambil air wudhu kucba utk melaksanakan sholat istikharoh semoga Engkau memberikan petunjuk. Memberikan rencana yang palung terbaik.


Hingga selesai sholat aq yg sudah merasa nyaman, memejamkan mata. Aq yakin Alloh selalu memberikan hambany yg terbaik.


Bangun tidur aq mersa ga enak badan. Badan tersa meriang, kepala pusing ga ketulungan. Entah siapa yg diluar ketok² pintu, aq rasa mas Anto, minta sarapan. Dengan tertatih² aq buka pintu, badanku terasa lemas sekali.

__ADS_1


"Ya Alloh Dek kamu kenapa?"tanya mas Anto.


"Badanku lemes mas, meriang, kepalaku pusing mas" jawabku.


"Ga usah masuk kerja dlu yaa " pinta mas Anto.


Mas Anto mencari sapu tangan, untuk mengompres aq.


"Aq keluar sebentar ya Dek, beli bubur ayam" kata mas Anto. Aq tk menjawabny cuman ngeliatin aj. Tak berapa lama Mas Anto datang bawa 2 bungkusan.


"Ayo dek makan dlu, sini aq suapin" paksa mas Anto. Baru 3 suap rasany udah kenyang. dimulut rasany pahit.


"Ya udah sekarang minum obat dlu" pinta mas Anto. Setelah minum obat warung mataku terasa berat banget. Ga menunggu hitungan menit aq tertidur. Jam 11 an aq bangun badanku udah berasa mendingan ga kaya tadi. Aq pikir mas Anto masuk kerja. ternyata mas Anto setia merawat aq.


"Kamu ga kerja mas?" tanyaku.


"Gimana aq bisa masuk kerja Dek, ditempat kerja mlh ga bisa konsentrasi. Kepikiran kmu terus, lagian kmu ga ad yg jagain.

__ADS_1


"Aq udah mendingan kok mas. " jawabku


"Ayo tetep makan dlu, kamu kl ga disuapin blm tentu bubur ini masuk ke perutmu, Dek!!" Omel mas Anto.


Entah kenapa aq mersa nyaman, bahagia, atas perhatian mas Anto. Duh Gusti apa ini jawaban doaku tadi mlm, Mas Anto sabar banget ngerawat aq yg lgi sakit.


"Besok pagi kl ga sembuh periksa ke klinik ya Dek" pinta mas Anto.


"Aq ga mau kamu sakit" imbuhny.


"Aq udah mendingan mas, tinggal lemesny aj". jawabku.


"Alhamduliilah" kata mas Anto senang.


"Kamu mau maem ap Dek?, nanti aq masakin." tanya mas Anto.


"Blm kepengen maem apa², mas." jawabku.

__ADS_1


Rasany aq ga mau sembuh. Perhatianmu mas membuatku tdk mau kehilanganmu. Jangan pernah berubah mas. Aq sangat takut kehil as nganmu.


__ADS_2