
Hiruk pikuk, suara berisik mendominasi terminal Tertonadi. Setelah menahan tangis pamit bapk ibu, dan adik²ku, sekarang kami menuju ke Semarang. Kota kelahiran mas Anto. Berisikny suara calo bus ga bosan² menawarkan tiket. Akhirny bus jurusan Semarang datang, kami pun naik bus itu.
Ada rasa seneng, deg²an mau ketemu calon mertua, tapi ada jga rasa takut, kalau ga direstui. Mas Anto menggenggam tanganku seolah tau suasana hatiku. "Bismillah aj ya dek, ibukku baik kok" hibur mas Anto, untuk mencairkan suasana hatiku. "Kita ga nginep kan mas? nanti sore pulang ke jakarta kan?" tanyaku... " Iyaa dek. Besok kita udh mlai kerja" jawab mas Anto.
Tak terasa kami udah sampai ke Semarang kota kelahiran mas Anto, turun dari bus kami lgsg naik ojeg. Tak berapa lama kami udh sampai di depan rumah mas Anto.
Mas Anto mengetuk pintu berulang², akhirny dibukain pintuny oleh seorang wanita stgh baya, "aq rasa itu ibu mas Anto". kataku dalam hati. Mas Anto pun mencium tangan ibu itu.
Tapi kok aneh kayakny ibukny ga respon yg mengenakkan.
__ADS_1
"Maaf bu, Anto pulang ga ngabarin, ini aq kesini mo mengenalkan calon istriku". terang mas Anto. "Pulang bukannya bawa duit mlh bawa calon istri" kata ibuny mas Anto.
Mas Anto membuka tasny dan mengeluarkan amplop, dan diserahkan kepada ibukny. "Maaf bu. ini sedikit buat nambahin beli gula" kata mas Anto.
Setelah menerima amplop itu respon ibukny beda, dari yg tadiny sinis sekarang mau menegur sapa, menanyakan kabarny.
Dalam hatiku aq sedikit takut, ternyata calon mertuaku matre. Ya sudahlah mau sama ankny harus menhormati kelebihan orang tuany, pikirku. Aq bertamu tanpa ad suguhan air minum. Aq bilang aj ke Mas Anto "mas dimana musholany aq mau numpang sholat??"
"Walaupun rada takut aq coba memakluminy, ga pa² mas" jawabku. "Sebentar lgi bapak pulang dari pasar Dek, kl bpk pulang, kita pulang ke rmh yaa! " pinta mas Anto.
__ADS_1
Tak menunggu berapa lama bapkny mas Anto pulang dari pasar. Beda sama ibu mas Anto, yg judes, matre. Kalau bpk ms Anto orgny ramah, kl ngmng ap adany, byk senyum.
Sampai di rumah ibukny mas Anto tidur lgi, tdk mau menemui aq. Sedih, takut jadi satu. Bapkny mas Anto suruh bikin teh sendiri. ibunya beralesan lgi ga enak badan. Aq cukup taulah. Setelah ngobrol sna sni., memperkenalkan aq, ms Anto ngomng sama bpkny, "Bulan depan aq mau melamar Aliva pk". sahut mas Anto.
"Kok mendadak to nang" kata bapakny. "iyaa pak takut disamber orang" jawab mas Anto sambil ketawa. "Ya sudah nanti Bapak sama mbah kakung aj yg ke Solo".
Akhirnya setelah mengutarakan maksud dan niat kami, kami pamit. Ibuny jga bangun mencium ankny, tp aq cium tanganny ga mau. ya sudahlah. mungkin ga enak. merasa t as ngannya bau terasi.
Setelah beli tiket jurusan Semarang Jakarta, kami masih menunggu kedatangan bis itu, sambil menunggu bpkny mas Anto bilang "Sikap ibu ga usah dimasukin hati yaa nduk. sebenarny hatiny baik, mungkin karena blm kenal aj. "Inggih pak" jawabku sambil tersenyum.
__ADS_1
Bis yang kami tunggu akhirny datang. Setelah pamit. Cium tangan akhirny kami naik. Dengan diawali Bismillah kami berdoa semoga kami sampai Jakarta dengan selamat.