Cinta Yang Terkikis

Cinta Yang Terkikis
15. persiapan 2


__ADS_3

Menunggu itu adalah pekerjaan yg paling menjemukan, kalau itu menurutku looh. Entah kalau menurut orang lain gimana?? Sambil menunggu cutiku di acc, aq masih masuk kerja. Hari ini rencanany kl acc cutiku udh keluar, sore nantoi aq mau pulang kampung, bareng mas Anto. Dan Alhamdulillah cutikupun udh acc. Kukabarin mas Anto agar untuk menjemputku. Tak berapa lama mas Anto datang menjemputku.


"Lama menunggu Dek?" tanya mas Anto.


"Ga mas, cuman ga sabar aj pengen cepet sampai kampung. " jawabku.


Sampai kontrakan kami menyiapkan segalany. Biar cepat sampai akhirnya kami putuskan untuk naik kereta. Mas Anto pesen tiket kereta melalui telp selulerny. biar cepat katany. Setelah pemesan kereta sudah selesai, dan jadwal pemberangkatan kereta sudah dapat, mas Anto, pesen taxi online. Karena kereta berangkat pukul 2, kami harus gerak cepat.


Sampai di stasiun Senin, mas Antok mencetak tiket kereta. ternyata, mas Anto pesan tiket kereta Argo Lawu. "Biar nyaman Dek." kata mas Anto. Tidak menunggu lama kereta yg kami tunggu datang.

__ADS_1


"Deg-degan aq mas." curhatku pada mas Anto


"Kenapa?" tanya mas Anto. "Dibikin santai aj Dek." hibur mas Anto, sambil membtulkan letak selimut dan bantalku. "Jangan terlalu dibikin spaneng, nanti malah kamu yg sakit." kata mas Anto khawatir. "Tidurlah, jgan lupa berdoa dulu." titah mas Anto sambil tersenyum.


Sampai di stasiun Balapan Solo, masih malam sekali. mas Anto memesan taxi online. Tidak menunggu lama, kami pun langsung meluncur kerumahku. Dirumahku ternyata saudara udah pda ngumpul semua. Suasana yg selalu aq rindukan bertemu sanak saudara, yg jauh pada datang sma, hanya untuk menyaksikan pernikahanku. Terharu, aq mersa org yg paling beruntung.Tuhan , NikmatMu yg mana lgi yg harus harus aq dustakan.


"Koe wes teko nduk [ kamu udah sampai, nak]?" tanya ibuku.


"Inggih bu [iya bu]" jawabku

__ADS_1


"Wes maem urung nduk, yen durung gek maem, gek istirahat, sesuk nanggone bu Sarti ngepaske baju [ Udah makan ap blm nak, kl blm makan, lekas makan, habis itu istirahat, besok pagi ketempate bu Sarti, mencoba baju]


"inggih bu [iyaa bu]


Pagi hari, suasana rumah udah rame. banyak tetangga yg datang bantu-bantu, Tenda jga udah mulai dipasang. Aq diajak ibuk utk mencoba baju pengantin. Kebaya pengantin adat Solo warna hijau memukauku. Walaupun cuman nyewa tp aq sanga suka. Semua serba hijau, dari baju pengantin, baju anak pengapit, baju putri pengapit warna hijau. Adem ngeliatny.


Aq diharuskan puasa 3 hari sebelum hari H, tdk boleh bercermin. Mitosnya wajahku akan "manglingi"atau bersinar. Entah itu benar ap ga? yang penting nurut org tua, ga ad salahny kan. Pikirku saat itu. mas Anto disiapkan kamar sendiri, tidak boleh bertemu denganku, alias kami berdua dipingit, tidak boleh bertemu. yah inilah adatku, aq akan menjalaniny dengan suka cita. setiap hari tukang perias pengantin datang meluluri badanku, dengan ramuan-ramuan khusus.


Rasa kangen dengan Mas Anto harus kutahan, walaupun menyiksa. cuman 3 hari ini masa ga sanggup. ledekku dalam hati. Bagaimana kabar kekasihku, calon suamiku yaelah baru 2 hari ga ketemu, kenapa kangeen sekali. Untuk mengisi waktu aq baca-baca buku dikamarku. Walaupun buku itu sudah berulangkali kubaca tetap aj kubaca. Sampai kapan aq harus dipingit??

__ADS_1


__ADS_2