Cinta Yang Terkikis

Cinta Yang Terkikis
23. berbagi pengalaman


__ADS_3

Setelah kemaren sehari penuh aq istirahat, walaupun malamny tetep dikerjain mas Anto. Hari ini aq berangkat kerja. Mas Anto jga sudah mulai masuk kerja seperti biasa. Sekarang aura mas Anto beda. Lebih bersinar. Berangkat kerja bareng, pulang kerja bareng. Berasa romantis banget. Romantis disini bukan yang artinya rokok makan gratis yaa...


"Kemaren sakit apa Aliva?" tanya mbak Elin menunjukkan rasa peduliny.


"Kemaren badanku sakit semua mbak rasanya, berasa pegel semua." jawabku.


"Biasa itu Aliva, soalnya pengantin baru, jadi pengennya lembur dan dilemburin terus." jawab mbak Pur.


Mbak Pur ini klau sekiranya ngobrolin yang menjurus vulgar dan rada sedikit jorok langsung konek.


"Apa yang dilemburin mbak?" tanyaku pada mbak Pur.


"Lemburin yang enak-enak." jawab mbak Pur spontan tanpa menunggu lama.

__ADS_1


"Kalau masih pengantin baru ya begitu bawaannya pengen terus nempel, Aliva." terang mbak Pur


"Astagfirullah hal adzim. mbak Pur pikiran suciku sekarang jadi terkontaminasi semua perkataan mesummu mbak." kataku lirih.


"Kamu semalem sampai berapa ronde Aliva?" tanya mbak Pur selidik. Aq cuman terdiam. terbayang lagi pergulatan panas malam itu. Spontan aq geleng-gelengkan kepalaku, untuk mengusir pikiran jorok itu.


"Hayo kamu lagi bayangin yaa, lagi teringat semalam ya?". tebak mbak Pur sok tahu.


"Loh aq omong sesuai kenyataan kok Lin, itu pengalamanku dulu jga begitu. Dulu aq juga sama kaya Aliva malu-malu begitu." jawab mbak Pur. "Makanya aq mau berbagi pengalaman dengan Aliva, biar ga kaget, kalau malam nanti dibangunin diajak enak-enak. " imbuh mbak Pur.


Sudah kututup kupingku saja dengan head set aj jika perkataan mbak Pur yang mesum itu mengingatkanku tentang malam itu.


Perutku terasa lapar. Oh... ternyata sudah menunjukkan jam makan siang. Kumakan bekal yang kubawa dari rumah. Selain berhemat juga higienis, karena hasil masakan sendiri. Selesai makan sebelum sholat dhuhur kusempatkan buka dawaiku, takutny ad pesan yang penting yang belum ku buka.

__ADS_1


Cuma pesen dari mas Anto, yang mengingatkan jangan sampai lupa makan siang. Segera kubalas pesan Mas Anto. Dan segera kulaksanakan kewajibanku sebagai seorang mukmin.


Selesai sholat tak lupa keberdoa, dan mengucap syukur atas nikmat yang sudah Tuhanku berikan. Kulipat mukena dan sejadahku. Dan kebetulkan letak kerudungku, agar jangan sampai sehelai rambutku keluar. Aq keluar dari mushola. Ada mas Umar yang lagi ngobrol dengan temanny satu bagian. Kutundukkan pandanganku, karena aq takut fitnah.


"Aliva." panggil mas Umar


Aq cuman menganggukan kepalaku sambil tersenyum sebagai tanda kubalas panggilanny. Aq langsung pergi. Karena ditempat sekarang tinggal aq dan mas Umar aj. Aq takut fitnah. Karena ad hati yang harus kujaga.


Sampai di tempat bagian kerjaku. Aq duduk merenung semoga apa yang kulakukan tidak tidak menyinggung Mas Umar. Dari jauh aq melihat mas Umar memandangku dengan tatapan sayu.


Waktu aq pulang. Mas Anto memberi kabar tidak bisa menjemput aq pulang, karena mau ngecek mesin baru. Akhirny aq pesen ojek online, untuk mengantarkanku pulang.


Sampai dirumah aq bersih-bersih, sambil ngangetin sayur, yang tadi pagi aq masak. Iseng-iseng kubuka lemari kabinet mas Anto. Banyak buku tebal panduan mesin. Kurapiin. Dan mataku tertuju pada buku tulis, yang sudah rada kucel.

__ADS_1


__ADS_2