Cinta Yang Terkikis

Cinta Yang Terkikis
30. Syifa Ramadani


__ADS_3

Bagi sebagian orang nyidam adalah kenikmatan tersendiri. Begitu pula denganku aku menikmati rasa nyidamku dengan suka cita, sebagai ajang balas dendam rasa sakit hatiku.


Tak tersa kehamilanku sudah 7 bulan, karena keadaan ekonomiku yang lagi terpuruk aku cuman bikin nasi urap untuk dibagi ke yayasan anak yatim, sebagai syarat acara 7 bulanan. Minta doa agar anakku sehat, lahir dengan selamat.


Alhamduliilah tetanggaku peduli denganku. Mereka selalu memberiku yang kuinginkan.Mereka selalu baik kepadaku. Orang baik kepada kita tergantung gimana cara kita menghargai orang lain.


Malam ini perutku tersa mules banget. Sakit banget. Aku meringis kesakitan.


"Dek kamu kenapa?" tanya mas Anto khawatir


"Perutku sakit mas, mules banget." jawabku


"Tadi siang kamu makan apa?" tanya mas Anto.


"Tadi makan bareng dikasih jengkol dicabeein sama mbak Lia." jawabku.


"Mau periksa sekarang?" tanya mas Anto. Aku menganggukkan kepalaku.


Diantar mas Anto aku periksa ke bidan Yuli.


"Oh ini tidak apa-apa cuma kontraksi palsu. Nanti kalau udah mau melahirkan mulesnya akan semakin sering, terus ada darah yan berlendir." jelas bu bidan Yuli.


"Ooh gitu bu, berarti ini ga pa-pa bu." tanya mas Anto


"Ga apa-apa Pak." jawab bu bidan Yuli.

__ADS_1


"Letak posisi dedek Bayinya udah bener, usia kehamilan udah 30 minggu." kata bu bidan menjelaskan lagi.


"Terima kasih bu." kata mas Anto


"Iya sama-sama." jawab bu bidan.


Setelah periksa kontraksi tidak terjadi lagi, aku bisa tidur walaupun tidak nyaman. Pagi hari aku sholat shubuh, terus nyuci dan masak.


"Kenapa perutku mules lagi?" tanyaku dalam hati. "Mas bangun mas, kamu sholat shubuh dulu." kataku sambil membngunkan mas Anto.


"Aku ga sholat shubuh Dek, dingin banget kena air wudhu," jawab mas Anto.


"Mas hari ini kamu ga usah kerja dulu ya, perutku mules lagi." pintaku sama mas Anto.


"Ga kerja gimana, kamu sama anakmu mau dikasih makan apa?" teriak mas Anto marah.


"Aku berangkat dulu ya." kata mas Anto


"Iya." jawabku singkat.


Perutku mulesnya semakin tak terkendali. sakitnya minta ampun. Aku minta tolong sama mbak Lia, " Assallamualaykum mbak lia. aku mau minta tolong dong, anterin ke puskesmas mbak. "


"Ya Alloh, Aliva kamu mau melahirkan, harusnya tadi suamimu tidak usah kerja dulu. Ayo aku goncengin ya naik motor, ga pa-pa kan? " tanya mbak lia panik.


Sampai di puskesmas, aku langsung ditangani sama bidan Yuli, ternyata bidan yuli juga bertugas sebagai bidan di puskesmas.

__ADS_1


Ternyata aku sudah pembukaan 5. mules bertambah mules, sakit perutku bertambah sakit, ditambah inget kata-kata mas Anto tadi.


Mbak Lia telp mas Anto, mengabarkan aku mau melahirkan di puskesmas, kalau bisa langsung pulang, kata mbak Lia.


Tak berapa lama Mas Anto sudah ada di kamar bersalin menemani aku dalam persalinanku, "biar bisa memberi semangat." kata bidan Yuli.


Adzan ashar berkumandang disaat itu aku bertarung dengan kematian, entah yang menang siapa. Adzan ashar usai berkumandang berganti dengan suara tangisan anakku. Bayi perempuan yang lucu, cantik semoga engkau besok menjadi anak yang solekhah nak, doaku.


Mas Anto mengadzani anakku. Lelah, sakit, letih sudah hilang berganti bahagia. Aku melahirkan normal tanpa ada jahitan.


"Besok udah bisa pulang nih, ibu sama Adeknya, Alhdulillah dua-duanya sehat." kata bu bidan Yuli.


"Cantik ya Dek," kata mas Anto. Aku cuman tersenyum saja.


"Mau dikasih nama siapa Dek? Tari aja ya nama depannya." pinta mas Anto


"Ga ad nama Tari-Tarian, Aku paling benci nama Tari, mengingatkanku akan rasa benciku pada seorang. lagian nama Tari jelek banget. " teriakku.


Mas Anto Diam aja, mungkin dia tersinggung nama kekasihnya aku jelekin. Aku tak ingin anakku ikut dibayangi masa lalu Mas Anto.


"Sini mas coba aku gendong mas." pintaku kepada mas Anto.


"Kamu kalau mau keluar makan atau merokok silahkan." kataku.


"Iya nih Dek mulutku rasanya asem dari tadi ga ngerokok. aku makan dulu ya Dek." pamit mas Anto. Aku cuma menganggukan kepalaku.

__ADS_1


Kupandangi cantiknya putriku, kutimang kuberikan rasa nyaman. Aku beri nama kau Syifa Ramadani nama yang indah seindah orangnya. Doa ibu untukmu nak...


__ADS_2