Cinta Yang Terkikis

Cinta Yang Terkikis
14. persiapan


__ADS_3

Waktu silih berganti. Persiapan-persiapan untuk pelaksanaan pernikahan hampir 80% rampung. Mas Anto sangat mewanti-wanti, atau memberi peringatan aq tidak boleh terlalu capek, tidak boleh terlalu dekat dengan lawan jenis, kemana-mana harus izin, kalau perlu mas Anto yang mengantar.


Senang dan jga kesal silih berganti sering muncul dlm hatiku. Senang karena aq merasa hanya aq yg diperhatikan mas Anto. "Wiiiiiiiih. ternyata percaya diriku besar jga yaa." kataku dlm hati. Kesal karena mas Anto terlalu posesif padaku.


"Dek, nanti kita pulang kerja ambil pesanan undangan kita yg sudah jdi. Tadi pihak percetakan sudah ngabarin aq. Jangan lupa ya Dek. " kata mas Anto mengingatkanku


"Iyaa mas." jawabku. "Terus masalah souvenir gimana mas udh selesai jga kah ?" tanyaku pada Mas Anto.


"Inshaalloh, besok jadi Dek." jawab mas Anto.


"Alhamduliilah, semoga semuany dipermudah yaa mas." jawabku.

__ADS_1


Aq masuk ke tempat kerja dengan hati riang, semoga hari ini aq selalu diberi keberkahan dan kemudahan dalam setiap langkahku. Itu doaku selalu.


Banyak teman-temanku yg mendoakanku, semoga dilancarkan hajatku.Tapi tatapan mas Umar semakin sinis kepadaku.


"Ga usah dipikirkan Umar, nanti dia jga akan balik seperti biasa, dia hanya butuh waktu, untuk mengobati luka hatinya." hibur mbak Elin seakan tahu isi hatiku. "Yakinlah semua akan baik-baik saja, calon pengantin tidak boleh banyak pikiran, pamali kata orang tua dlu." kata mbak Elin panjang dan lebar.


"Iyaa mb, aq doakan mas Umar cepat ketemu jodohny." jawabku tulus.


"Oo gitu mbak, berarti aq mengajukan cuti sekarang aj ya mb," tanyaku meminta pertimbangan mb Elin.


"Iya sekarang aj Aliva, mau diantar ap sendiri? klau sendiri emang berani?" goda mbak Elin

__ADS_1


"Berani mbak." jawabku.


Setelah melalui proses yang panjang dan berbelit-belit, harus minta izin kepala bagianku, kepala produksi akhirnya cutiku sudah diproses, dua hari lgi cutiku akan di acc.


Sore hari sesuai rencana, aq dan mas Anto mengambil pesanan undangan yang sudah jadi. Ternyata undangannya lebih indah dr desainku. Aq pun sangat senang. Tak lupa kami mampir ke tempat pemesanan souvenir. Dan ternyata benar besok souvenir sdh jadi, sesuai jadwal pengambilan barang.


Semua persiapan-persiapan yg sudah kami selesaikan, kami masukin kotak, biar tidak ad yg terlupakan, ataupun terlewati. Semuanya berkali-kali dicek, jangan ad yg ketinggalan. Waktu kami tinggal 2 minggu lgi. Dan Alhamdulillah semuanya sesuai keinginan kami. Persiapan ini bener-bener, menyita waktu kami, walaupun kami belum berpengalaman, tak sungkan kami menanyakan kepada yg lebih ahli, agar kami mendapatkan arahan. Toh semua demi kebaikan kami.


Persiapan yg diJakarta sdh selesai 100%, ini persiapan emang yang kami minta. Karena, ga mungkin semuany diserahkan org tua. Persiapan tenda dan katering sudah diurus keluarga yg di Solo, karena nanti resepsi dan akad nikah akan dilaksanakan di Solo, sesuai adat Solo.


Semakin mendekati hari H, rasa khawatir, cemas, takut, deg-degan, grogi semakin menyerangku. Duh, kenapa aq jdi ad rasa takut dan was-was begini. Kugelar sajadahku dan kuambil mukenaku kulaksanakan sholat hajatku, semoga Engkau selalu mendampingi setiap langkah-langkahku, semoga Engkau memudahkan jalanku. Doaku dalam harap. Pintaku dalam hening,. Pasrahku pada sang Pencipta segalanya. Kulantunkan beberapa ayat suci Al Quran untuk menghilangkan rasa cemas dan takutku. Entahlah sampai ayat berapa, matakupun terpejam. Dan aqpun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2