Cintaku Terhalang Tahta

Cintaku Terhalang Tahta
Taman Kota


__ADS_3

"Hai, Emil ..., apa kabar kamu?" Perempuan dewasa itu berjabat tangan dengan Emilia.


"B–baik. Maaf, kamu siapa ya?" tanya Emilia.


"Aku Fika, teman kerjanya Mas Ardiyan dulu, masa lupa ..."


"Ya ampun, aku pangling banget, Mbak. Alhamdulilah aku baik, sehat. Kamu sendiri gimana?"


"Ya, seperti yang kamu lihat saat ini. Aku baik-baik saja, kok. Ini teman kamu?" Fika menunjuk Niko dan Kenzie.


"Ah, iya. Ini Niko, sahabat aku dan ini Dokter Kenzie, teman kenalan," ucap Emilia.


"Hai, salam kenal ya, aku Fika sahabat kakak asuhnya Emilia," ucap Fika.


Fika dan Emilia bernostalgia di taman kota dengan Kenzie dan Niko. Mengenang kembali masa-masa kecilnya dulu, saat bertemu pertama kalinya dengan Ardian hingga sekarang, Emilia sudah beranjak dewasa.


Fika juga menceritakan kalau Emilia sangat menyayangi Ardian seperti kakak kandungnya sendiri, begitu juga dengan Ardian. Mereka berdua saling menyayangi, layaknya adik dan kakak. Meskipun sebenarnya hubungan mereka hanya sebatas teman rasa saudara.


Emilia juga menceritakan kepada Fika bahwa, beberapa hari yang lalu Ardian dan istrinya sempat menengok dirinya ke rumah, untuk melepas rasa rindu mereka. Selain itu juga, Emilia menceritakan banyak hal lagi tentang keluarga kecil Ardian dan istrinya yang sekarang sudah hidup bahagia dan cukup mapan.

__ADS_1


"Mereka itu emang bener-bener pasangan yang serasi, banget tahu nggak, sih. Dan menurut aku, wajar sih kalau mereka sekarang jadi seorang pengusaha yang sukses. Moga-moga, kamu bisa mengikuti jejak mereka ya, Mil," ucap Fika.


"Aamiin ..., kamu juga semoga selalu bahagia dengan suami. Btw, pasti udah punya anak ya, sekarang?" tanya Emilia.


Fika tersenyum tipis, sembari menggelengkan kepalanya perlahan.


"Harusnya sih sudah, Mil. Tapi Allah belum bisa percaya sama aku untuk titipkan amanah itu. Aku keguguran, waktu kandunganku berusia empat bulan," ucap Fika.


"Innalillahi, turut berduka ya, Mbak. Maaf lo, aku gak ada maksud buat ngingatkan kamu sama kejadian itu." Gadis berusia delapan belas tahun itu mengelus lengan Fika.


"Nggak papa, kok. Santai aja."


"Iya, waktu itu aku terpeleset di toilet, pas mau mandi. Apesnya, di rumah cuma ada keponakanku yang masih SMP kelas dua. Tapi untung aja, ada tetangga yang bisa dimintain tolong sama keponakanku," jelas Fika.


Kenzie manggut-manggut. Kedua pemuda yang sedang bersama Emilia itu akhirnya mengobrol sendiri di kursi sebelah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Emilia. Mereka sengaja memberikan waktu untuk Emilia bernostalgia.


"Oh ya, kamu sendiri gimana, sama Yofan? Jadi nikah kapan? Sekarang kamu udah lulus, 'kan?" tanya Fika.


Seketika itu Emilia terdiam hingga beberapa menit, sebelum akhirnya dia menceritakan kronologi perpisahannya dengan Yofan, yang membuat Fika tercengang dan sedikit kurang percaya dengan pernyataan yang dia dengar secara langsung dari Emilia.

__ADS_1


Pasalnya, Fika sangat tahu jalan cerita cinta Yofan yang merupakan juniornya, dengan Emilia sejak awal mereka menjalin hubungan. Fika masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan perpisahan antara Emilia dan Yofan.


"Nggak, nggak mungkin. Kamu bercanda, 'kan Mil?"


"Aku gak bercanda, Mbak. Aku serius. Mungkin emang ini bagi kamu sesuatu hal yang mengejutkan. Ya sama dengan aku, aku juga terkejut dengan perpisahan ini. Aku gak nyangka bakal bisa pisah sama Mas Yofan, setelah sekian lama menjalin hubungan sama dia dan hubungan kita itu baik-baik aja. Tapi ya ..., emang ini kenyataannya," ujar Emilia.


"Dia lebih berat dengan pekerjaannya, dibandingkan dengan aku, dan itu hal yang wajar sih, karena aku tahu sendiri Mas Yofan masuk Polisi itu sangat susah. Wajar aja, kalau dia gak mau kehilangan pekerjaannya," sambungannya.


"Dan dia beneran cinta sama Adelia?" tanya Fika kembali.


"Sampai saat ini dia masih belajar mencintai istrinya. Meskipun aku sendiri belum tahu, apakah dia akan bisa berhasil mencintai istrinya atau gak. Tapi yang jelas, dia udah mulai nyerah dengan cintanya ke aku. Sebetulnya aku sama dia masih ada hubungan, sampai saat ini."


"Maksud kamu selingkuh?" Fika syok mendengar jawaban Emilia.


Emilia mengangguk, "Iya, betul. Yofan yang merencanakannya. Katanya, dia bakal ceraikan Adelia secepatnya."


"Kalian sudah gila?!" teriak Fika.


Emilia segera membungkam mulut Fika seraya melihat kanan dan kiri yang dikelilingi cukup banyak orang.

__ADS_1


"Mil, kamu jangan nekat, Mil. Jangan rendahkan harga dirimu demi cinta. Kamu sadar nggak, sih ..., kalau Yofan sudah berniat belajar mencintai, itu artinya cinta aja nggak cukup, Mil," ucap Fika.


__ADS_2