
Mutiara Cinta Siregar, adalah seorang gadis belia asal Sumatera Utara.
Usianya tujuh belas tahun dan baru saja lulus sekolah tingkat SMA di salah satu kota di Sumatera Utara dengan peringkat yang sangat memuaskan.
Cinta (nama panggilan) adalah anak yatim piatu.kecelakaan bus antar provinsi sepuluh tahun yang lalu turut menewaskan kedua orangtuanya yang saat itu hendak merantau ke ibukota untuk bekerja.
sejak itu cinta tinggal dan dirawat oleh paman dan bibinya yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri.
Cinta adalah gadis yang luar biasa. wajahnya manis, dia berpikiran sederhana, jujur, dan lugu. namun dia cerdas dan ulet. Cinta juga pantang menyerah, apalagi jika itu menyangkut hal yang dia inginkan.
Meski dibesarkan dalam lingkungan yang sederhana, namun Cinta memiliki cita-cita yang sangat mulia.
"Suatu hari nanti, aku akan membangun Rumah Sakit terbesar dikota ini. dan aku akan memberikan pelayanan terbaik untuk semua pasien tanpa memperdulikan status sosial mereka. dengan begitu orang-orang yang kesulitan ekonomi tidak perlu sungkan untuk mengeluhkan segala macam penyakitnya."
begitulah yang selalu dia katakan setiap kali ada orang yang bertanya tentang cita-citanya.
tentu saja orang-orang selalu tertawa geli mendengarnya.
bagaimana tidak, dengan segala keterbatasan ekonomi yang menghimpit keluarganya, Cinta merasa bangga dengan mimpinya seolah itu adalah hal yang mudah.
Namun bagi paman dan Bibinya, membantu mewujudkan cita-cita Cinta adalah hal yang sangat penting. Bahkan paman dan bibinya rela bekerja apa saja, demi membiayai semua keperluan Cinta.
Butet bibinya, setiap pagi berdagang nasi uduk keliling, sambil menjadi asisten rumah tangga harian.
biasanya ada saja para tetangga yang memerlukan bantuannya entah itu sekedar beres-beres rumah, mencuci pakaian atau menyetrika dan pekerjaan rumah tangga lainnya.
untuk pekerjaannya itu setiap hari Bi Butet akan mendapatkan upah.
Sedangkan pamannya Ucok, setiap hari bekerja serabutan. terkadang menjadi kuli bangunan, kuli panggul dipasar, mengangon ternak warga, membantu menggarap sawah dan ladang, dan apa saja yang bisa dia kerjakan.
__ADS_1
selain itu Pamannya juga merupakan tokoh agama yang selalu mengisi kegiatan keagamaan di mesjid yang ada didesa mereka. tapi untuk itu, pamannya melakukannya dengan ikhlas.
Sejak kecil Cinta adalah anak yang sangat cerdas.
dia selalu mendapatkan peringkat juara satu umum disekolahnya dari SD bahkan sampai dia lulus SMA.
sikapnya yang lugu dan sederhana membuatnya dikagumi dan disayangi banyak orang, termasuk guru-guru dan teman-temannya.
Bahkan teman-temannya sering memintanya untuk mengajari mereka jika ada pelajaran atau tugas rumah yang tidak mereka pahami, dan Cinta juga mendapatkan upah meskipun dia tidak memintanya. upah itu diberikan oleh teman-temannya sebagai bentuk ucapan terimakasih karena Cinta bersedia membantu mereka.
selain itu Cinta juga menjajakan gorengan dan nasi uduk disekolah yang dimasak oleh bibinya setiap hari. meski bibi pernah melarangnya, namun Cinta tetap ingin berjualan dengan alasan karena guru dan teman-temannya sangat menyukai gorengan buatan bibinya.
begitulah kehidupan seorang Mutiara Cinta Siregar.
demi menabung untuk melanjutkan pendidikannya, dia bahkan rela menabung uang yang dia dapatkan dari hasil berjualan dan uang jajan yang diberikan oleh paman dan bibinya.
jiwa kerja kerasnya sudah tertempa sejak dia kecil
begitulah yang dikatakan oleh pamannya setiap kali melihat tekatnya yang kuat.
sekilas keluarga itu tampak sederhana. namun mereka saling menyayangi satu sama lain.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Hafizhan Raffa Khairy (Raffa) adalah seorang pemuda berusia dua puluh tahun keturunan Arab-Indo.
terlahir dari keluarga yang kaya raya dan merupakan anak semata wayang membuatnya menjadi sosok yang arogan. senang berfoya-foya, menikmati segala fasilitas kemewahan yang bisa dengan mudah dia dapatkan.
karena sikapnya yang arogan, tak banyak orang yang ingin dekat dengannya. namun justru sikap itulah yang membuatnya digilai banyak wanita.
__ADS_1
tentu saja, mereka berharap cipratan materi darinya.
sebenarnya dia sangat tampan dan cerdas. namun tingkahnya yang terkesan slengean membuatnya jadi tampak seperti orang bodoh.
Ayahnya, Jafar Mubasyir adalah seorang pengusaha ladang minyak di Timur Tengah.
sedangkan Ibunya, Siti Nurhaliza adalah anak tunggal dari pengusaha tambang batu bara di kalimantan.
Kesibukan kedua orangtuanya membuat mereka jarang bertemu.
bahkan terkadang sampai berbulan-bulan.
Raffa yang sejak kecil sudah terbiasa dengan hal tersebut pada akhirnya tak lagi memperdulikannya.
baginya, ada ataupun tidak kedua orang tuanya tak memiliki pengaruh apapun. karena dia telah terbiasa hanya ditemani oleh para ART.
meski hidupnya bergelimang harta, namun dia merasa tak bahagia. seperti terjebak diruang kosong hampa udara.
namun meski begitu, dia mampu mengendalikan dirinya.
dia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main perempuan, dia bahkan juga tidak merokok.
itulah hal positif yang ada dalam dirinya.
setidaknya dia menyadari, bahwa hal itu justru merusak dirinya sendiri.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Suatu ketika tanpa sengaja mereka bertemu, di Bandara Soekarno-Hatta.
__ADS_1
dan disanalah kisah ini bermula.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆