Cita Cinta

Cita Cinta
Episode DuaPuluhTujuh


__ADS_3

Cinta mondar-mandir di kamarnya sambil berpikir.


Bahkan dia belum mengerti maksud perkataan Raffa sore tadi.


Setelah mengatakan hal yang ambigu, Raffa langsung menarik tas ranselnya dan mengantarnya pulang tanpa berkata apapun.


Tante Kartika menatap Cinta dari pintu.


"Kamu kenapa dari tadi mondar-mandir kayak setrikaan?"


Tanya tante Kartika.


"Eh, ibu. Gak ada apa-apa kok bu."


jawab Cinta sambil tersenyum.


"Yaudah, ayo makan dulu. Ibu udah masak."


Kemudian Cinta dan tante Kartika makan malam bersama.


"Oh iya, ibu hampir lupa. Ini ada titipan untuk kamu."


Tante Kartika menyerahkan sebuah bingkisan untuk Cinta.


"Titipan?"


Cinta tampak bingung.


"Buka aja."


Ujar tante Kartika sambil tersenyum.


Cinta membuka bingkisan pertama yang ternyata berisi setelan gaun putih syar'i.


Gaunnya tampak sangat indah, seperti gaun pengantin.


Bingkisan kedua berisi sepatu high hells yang juga sangat cantik, sesuai dengan gaunnya.


Sedangkan di kotak ketiga yang tampak lebih kecil, terdapat satu set perhiasan emas putih dipadu dengan berlian yang tampak berkilauan.


"Bu, ini dari siapa?"


Tanya Cinta yang tampak bingung melihat bingkisan sebanyak itu.


Tante Kartika mengangkat bahu.


"Tadi seseorang mengantar bingkisan itu, dia bilang itu punya kamu."


Jawab tante Kartika.


"Ya Allah bu, aku gak mungkin punya uang untuk beli ini semua.. Ini pasti salah kirim bu. Aduh, gimana balikinnya coba. Kasihan yang punya bingkisan ini, dia pasti sedang menunggu kirimannya."


Cinta tampak cemas.


"Tapi tadi orang yang nganterin itu bilang semua barang ini memang dipesan atas nama kamu dan diminta untuk mengantarnya ke alamat ini.


nama dan alamatnya pas kok."


jawab Tante Kartika yang juga tampak sedikit heran.


Karena awalnya tante Kartika mengira memang Cinta yang memesan barang itu semua.


"Aku harus cari tahu besok."


Ujar Cinta sambil membungkus kembali bingkisan tersebut.


*Tapi, aku mau cari tahu kemana?

__ADS_1


Masak iya aku harus ngubek semua butik dan toko perhiasan untuk memastikan ini?


Batin Cinta.


Tiba-tiba ponsel Cinta berdering, bunyi notifikasi pesan.


Cinta membuka ponselnya dan melihat pssan yang ternyata dari Raffa.


Raffa : Kamu udah lihat bingkisannya? Aku titip ya, tolong jaga baik-baik sampai aku pulang.


"Hah, ngapain Raffa nitipin semua ini?


Kenapa dia gak simpan sendiri aja sih?"


Gumam Cinta.


Akhirnya Cinta menyimpan semua bingkisan tersebut di lemari pakaiannya.


Pagi harinya seperti biasa, Cinta berangkat ke kampus menggunakan bus umum.


Saat dia baru saja tiba di kampus, ponselnya berdering.


Pesan dari Raffa.


Raffa : Aku pamit ya, jaga diri kamu baik-baik.


Cinta mengernyitkan kening.


"Nih anak kenapa coba, dari kemaren sikapnya aneh banget."


Gumam Cinta.


"Apaan yang aneh Cin?"


Tanya Fitri yang baru saja tiba dan mengambil posisi duduk disamping Cinta.


"em, bukan apa-apa kok. Ntar aja deh aku ceritain dirumah"


jawab Cinta.


"Kamu pasti menyimpan sesuatu."


Ucapnya.


Cinta hanya memandang Fitri kemudian tersenyum dengan canggung.


Siang harinya saat mereka sedang erjalan keluar kampus Fitri langsung memberondong Cinta dengan berbagai pertanyaan.


"Cin, jujur deh. Sebenarnya apa sih yang kamu sembunyiin? Apa segenting itu sampe kamu ngajakin kami kerumahmu? Apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Emm.. Sebaiknya kita langsung kerumah aku aja ya, nanti kalian akan tahu."


Jawab Cinta.


"Haahh.. Jadi kemarin kamu jalan sama Raffa?"


Pekik Fitri saat mereka sudah berada di kamar Cinta.


"Dan dia kasih kamu semua barang mahal ini?"


Sambung Jihan yang tak kalah heboh.


"Ya itu dia yang sampe sekadang aku gak ngerti. Sikapnya dari kemarin aneh banget tau gak. Bahkan dia bela-belain pamit sama aku kemarin. Dia bilang dia mau menetap di Dhahran selama satu tahun.


Dan, lihat isi pesannya."


Cinta menyerahkan ponselnya kepada Jihan dan menunjukkan pesan dari Raffa.

__ADS_1


"Fit kamu mikir apa yang aku pikirkan gak?"


Jihan melirik Fitri.


"Ya, kayaknya aku juga jadi ingat sesuatu."


Gumam Fitri sambil mengetuk dagu dengan telunjuknya.


"Jadi, yang waktu itu dia bilang..."


"Kalian tahu sesuatu?"


Tanya Cinta memotong ucapan Jihan


"Cinta, kamu ingat kan waktu kemarin kamu di bully sama temen-temen kampus karena dituduh jadi PHO?"


Tanya Jihan.


"Ya ingatlah, kejadiannya juga baru kemarin."


jawab Cinta.


"Jadi, waktu itu aku sama Fitri diam-diam ketemu sama Raffa. Dan kami minta dia untuk meluruskan kesalah pahaman yang terjadi. Dan kamu tahu apa?"


Jihan memotong ucapannya dengan dramatis.


"Apa?"


Tanya Cinta yang tampak penasaran.


"Raffa minta aku sama Fitri bujuk kamu menikah sama dia."


"Hah?"


Cinta tampak mendelik tak menduga.


"Jadi, yang waktu itu dia bilang di kantin bukan cuma sekedar untuk manas-manasin Indira. Tapi dia emang serius Cin."


timpal Fitri.


"Ngaco kalian, gak mungkin lah..


Lagian Raffa juga gak ada ngomong apa-apa tuh sama aku."


Jawab Cinta sambil tertawa canggung.


"Jadi kamu pikir untuk apa dia nitipin semua barang-barang ini? Gaun pengantin, sepatu, dan perhiasan? Dia mau dagang online?"


Ujar Fitri.


Cinta mencelos.


*Kalau itu semua benar,kenapa dia tidak mengatakan apapun kepadaku?


Batin Cinta.


"Aku rasa kamu perlh minta penjelasan dari Raffa soal ini."


Jihan menyarankan.


"Benar juga sih. Nanti aku akan coba tanya dia."


jawab Cinta.


Minggu demi minggu berlalu, namun belum ada titik terang mengenai Raffa.


Akhirnya Cinta tak lagi memikirkannya.

__ADS_1


Toh kalaupun nanti Raffa kembali, dia akan mengambil barang titipannya itu.


begitu pikir Cinta.


__ADS_2