
"Raffa, sekarang belum terlambat. Segera temui gadis itu, dan minta maaflah padanya."
Ucap Tuan Jaffar.
Raffa menarik napas dalam.
"Maaf ayah, aku gak bisa."
Jawab Raffa.
"Jadi kamu lebih mementingkan arogansimu dan membiarkan banyak orang jadi pengangguran?"
"Berikan aku waktu satu tahun, aku akan berusaha memulihkan keadaan.
Jika aku gagal, aku akan menerima konsekuensinya. Termasuk, menikahi Indira."
"Bocah seperti kamu, tahu apa soal bisnis hah?
Baiklah, ayah ikuti keinginan kamu.
Tapi jika dalam waktu satu tahun kamu gagal melakukannya, kamu harus menikah dengan gadis itu tanpa penolakan."
"Baik ayah."
Jawab Raffa yang kemudian melangkah gontai menuju kamarnya.
Dia hanya punya waktu satu tahun, untuk memulihkan kondisi perusahaan ayahnya yang sedang diambang kehancuran.
Itu artinya, selama satu tahun ini juga dia harus meninggalkan negara ini dan tinggal di Dhahran, Arab Saudi untuk membantu ayahnya memulihkan kondisi perusahaan.
Akibat terjadinya ledakan gas di salah satu kilang terbesar mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan minyak milik ayah Raffa, bahkan nyaris bangkrut.
Dan dalam situasi krisis seperti itu, salah seorang rekan bisnisnya menawarkan bantuan suntikan dana dan dukungan untuk menggabungkan perusahaan dengan syarat menjodohkan anak mereka.
Situasi itulah yang saat ini sedang dihadapi oleh keluarga Raffa.
Raffa menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas ranjang, kemudian mencoba memejamkan mata.
Entah kenapa tiba-tiba wajah Cinta terbayang di benak Raffa.
"Apa kabarnya si jutek itu."
Gumam Raffa sambil tersenyum.
Keesokan harinya Raffa kembali ke kampus seperti biasa, seolah tanpa dosa. Sedangkan rumor tentang cinta segitiga antara dirinya, Indira dan Cinta semakin santer terdengar.
Dalam kasus ini, Cinta adalah orang yang dituduh sebagai perusak hubungan orang. Hal itu tak lepas dari hasil hasutan teman Indira yang mengatakan bahwa sebenarnya Indira dan Raffa sudah dijodohkan dan akan segera menikah.
__ADS_1
Tentu saja banyak orang yang mempercayainya, karena mereka melihat Indira dan Raffa adalah pasangan yang sepadan. Sama-sama berasal dari keluarga yang tajir melintir, Indira adalah gadis keturunan Indo-Jerman yang cantik, sedangkan Raffa pria yang tampan keturunan Arab-Indo.
Raffa dengan sengaja melewati ruang kelas Cinta dan mencari sosok gadis itu, namun dia tak menemukannya. Bahkan kedua sahabatnya pun tak ada disana.
"Dimana dia?"
Gumam Raffa.
"Oi Fa, cari Cinta ya?"
Tanya salah seorang teman satu ruangan Cinta.
"Em, gak. Aku cuma kebetulan aja lewat sini."
Jawab Raffa canggung.
"Cinta dan teman-temannya bolos sejak semalam."
Ucap pria tersebut.
"Hah? Bolos? Kenapa?"
Tanya Raffa.
Dia tahu persis, Cinta bukanlah orang yang suka bolos. Bahkan saat teman-temannya mengatakan dia bolos, Raffa tahu sebenarnya mereka berbohong. Cinta hanya menghindarinya.
"Kamu gak tahu gosipnya?"
"Gosip apa?"
Tanya Raffa dengan tampang bloonnya.
"Sekarang Cinta jadi musuh cewe-cewe satu kampus, karena dianggap jadi perusak hubungan kamu sama Indira. Kamu tahu sendiri kan, Indira itu sangat dikagumi banyak orang karena dia pandai bersandiwara. Jadi wajar ajalah banyak orang yang ikutan kesal, karena mereka merasa iba pada gadis yang mereka anggap berhati malaikat itu disakiti."
"Astagaaa.. Ini benar-benar udah kelewatan. Aku akan klarifikasi semuanya. Jadi, apa kamu tau dimana Cinta dan teman-temannya?"
Tanya Raffa.
Pria itu mengangkat bahu.
Raffa berjalan menuju ruangan Indira, untuk menemui gadis itu.
Saat dia melihat Indira, Raffa langsung menarik tangannya dengan kasar ketengah lapangan basket yang saat itu memang sedang ramai.
"Raffa, kamu apa-apaan sih? Tanganku sakit."
Ucap Indira yang berusaha menunjukkan actingnya sebagai gadis berhati malaikat.
__ADS_1
"Gak usah acting!"
Bentak Raffa dan membuat beberapa orang menoleh pada mereka.
"Apa maksud kamu menyebar rumor tentang kita, hah? Sejak kapan kita punya hubungan?"
Bukan menjawab, Indira justru menangis tersedu mencoba menarik perhatian orang-orang yang ada disekitar mereka.
"Airmata palsu. Kenapa kamu gak sekalian aja jadi artis? Aku rasa kamu emang punya bakat luar biasa, apalagi di bidang acting.Aku yakin kalau kamu ikut casting pasti tim penilai akan langsung memberikan nilai sempurna untuk acting kamu."
Ucap Raffa dengan nasa sarkas.
"Raffa, kamu kenapa sih? Aku salah aoa sama kamu?"
Indira masih tetap menjalankan actingnya.
"Kesalahan kamu apa? BANYAK!"
Bentak Raffa.
Orang-orang disekitar mereka sudah mulai berbisik-bisik.
"Udahlah Indira, aku capek dengan semua sandiwaramu. Kamu bisa menipu semua orang, tapi tidak denganku. Aku cuma mau menegaskan satu hal sama kamu. Aku menolak di jodihkan dengan kamu, dan aku sudah mengatakan itu dengan tegas sejak kemarin. jadi tolong berhentilah memainkan peran seolah kamu adalah wanita yang di khianati. Karena sejak awal kira memang tidak ada hubungan apapun."
Raffa menekankan setiap kata yang diucapkannya dengan suara yang tegas.
"Dan satu lagi, berhenti menjadikan Cinta sebagai kambing hitam. Dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Tapi kalau kamu masih tetap melakukan ini, kamu sendiri yang akan menyesal nantinya."
Kemudian Raffa meninggalkan Indira, dan disaksikan banyak orang yang sejak tadi sudah berkasak-kusuk tentang mereka.
"Aku harus cari Cinta kemana coba. Dia gak mungkin ada dirumah kan."
Gumam Raffa.
Tiba-tiba Raffa menabrak seseorang, dan Raffa kenal orang itu.
Dia adalah salah satu selebgram yang cukup terkenal di kampusnya.
"Bintang, boleh aku minta bantuanmu?"
Tanya Raffa.
"Bantuan apa?"
Tanya Bintang yang tampak bingung.
"Aku perlu bantuanmu, untuk menyebarkan informasi. Kamu kan selebgram yang sangat dikenal, dan banyak mahasiswa juga mahasiswi kampus kita yang follow akun kamu. Aku ingin kamu membantuku untuk menyebarkan informasi penting."
__ADS_1
"Baiklah."
Jawab Bintang acuh tak acuh.