Cita Cinta

Cita Cinta
Episode Tujuh


__ADS_3

Raffa berjalan dengan gontai menuju gerbang kampus, ketika seseorang tiba-tiba memanggilnya.


"Raffa... kamu, Raffa kan..?"


Raffa menoleh.


*Astagaaa... wanita jadi-jadian ini lagi..


batinnya.


Raffa mengabaikannya, kemudian berjalan kembali.


"Fa.. Raffa tunggu.."


Gadis itu mengejar Raffa.


Namun karena dia menggunakan high heels, tumit sepatunya terjepit di tanah yang agak lembek karena baru saja diguyur hujan malam tadi.


"Hei kamu.. kesini.."


seseorang memanggil Raffa yang baru saja tiba di lapangan yang sudah dipenuhi MaBa dan senior yang akan memulai MOM.


Raffa menoleh dengan malas, kemudian mengabaikannya dan berjalan lagi menuju kerumunan MaBa.


"Sialan.. beraninya dia mengabaikanku.."


Gumam Wanita yang menggunakan jas kampus dan id card panitia MOM.


Raffa berdiri tepat dibelakang Cinta, kemudian menarik pelan hijabnya.


Cinta berbalik hendak melihat siapa orang yang sudah menarik hijabnya.


"kenapa..?"


tanya Cinta heran melihat wajah Raffa yang tampaknya canggung.


"Hei.. aku gak kenal siapapun disini selain kamu, jadi biarkan aku berdiri disini.."


Ujar Raffa dengan wajah memohon.


*orang aneh.. dia ini sebenarnya lagi minta tolong, atau lagi malak orang sih..? apa susahnya minta tolong..


batin Cinta sambil melirik ke arah Raffa.


"jangan melihatku dengan tatapan aneh begitu.."


Ujar Raffa yang membalas tatapan Cinta dengan sinis.


"Dasar orang aneh.."


Balas Cinta yang kemudian berpaling kedepan.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Kegiatan MOM sudah dimulai.


Panitia yang terdiri dari beberapa odang senior sudah membagi mereka menjadi beberapa kelompok, dan karena posisi Raffa tepat dibelakang Cinta mereka kebagian satu kelompok bersama delapan belas orang MaBa lainnya.


"sekarang, kalian pakai topi bola kalian dikepala, petainya gantungkan di leher, dan kaus kaki gantungkan ditelinga.. saya hitung sampai sepuluh..!!"


perintah salah satu senior yang bertanggung jawab atas kelompok mereka.


semua MaBa dengan sigap mengikuti instruksi yang diberikan senior yang sudah mulai menghitung,


sementara Raffa hanya berdiam ditempatnya sambil memperhatikan sekelilingnya.


"Dipakai sekarang..!! yang terlambat akan diberi hukuman..!!"


Ujar Senior tersebut sambil menatap Raffa dengan tatapan sok cool nya, dan dibalas dengan tatapan dingin dari Raffa.


hitungan selesai, hampir semua MaBa juga selesai mengenakan perlengkapan yang diperintahkan seniornya kecuali Raffa dan...


Cinta.


"Mampus.. kaus kakiku dimanaa..."

__ADS_1


Gumam Cinta sambil merogoh tas ranselnya.


Sementara Senior mulai berjalan dan memperhatikan MaBa satu persatu.


Melihat Cinta yang sudah panik mencari kaus kakinya Raffa langsung melemparkan kaus kaki miliknya ke arah Cinta.


"Pakai ini, atau kamu akan dihukum.."


Ujar Raffa.


Cinta melirik ke arah Raffa.


"terus kamu gimana..?"


tanya Cinta yang masih terlihat panik.


"lebih baik aku dihukum daripada menggunakan sampah dan terlihat konyol seperti itu.."


jawab Raffa acuh.


semakin lama senior semakin dekat, dan....


"Kamu ngapain..?"


tanya Senior tersebut pada cinta yang sudah menggunakan kaus kaki di telinganya dan sedang berjongkok memegang tas ranselnya.


"ehmm.. ma-maaf kak.. aku cu-cuma membenahi posisi tasku.."


jawab Cinta berbohong.


Senior melewatinya dan sekarang berhadapan dengan Raffa, yang tampaknya bersikap santai meski dia tidak menggunakan satupun perlengkapannya.


"Hebat ya.. merasa anak Sultan..? atau anak Presiden..?"


Senior tersebut menyindir dengan nada sinis.


"Kalau kujawab IYA, kamu mau apa..?"


jawab Raffa yang tak kalah sinis.


Senior tersebut mulai berang.


"Kalau aku menolak..?"


Raffa menjawab dengan Acuh dan membuat senior tersebut semakin berang.


"Astagaaa... arogannya tingkat dewa.. dengan sikapnya kekgitu, siapa yang bakal nyangka kalo dia pernah gak bisa bayar belanjaan di mall.."


gumam Cinta saat mencuri dengar pembicaraan Raffa dengan senior yang tepat berada di belakangnya.


Tiba-tiba seorang senior wanita menghampiri mereka.


"Ryan, kesini.."


Senior wanita itu menarik tangan Senior yang tadi berdebat dengan Raffa.


"Yan, mending jangan cari masalah deh.. kamu tau gak, dia itu Hafizhan Raffa Khairy Mubasyir.. anak tunggal Pak Jafar Mubasyir.."


Senior wanita tersebut berbisik, namun masih bisa didengar oleh Cinta.


Kak Ryan mengernyitkan kening seolah tidak mengerti.


"Pak Jafar Mubasyir itu salah satu donatur tetap dan pemilik saham terbesar di kampus ini.. bahkan banyak mahasiswa/i lulusan kampus ini yang sudah bekerja di perusahaan minyak miliknya di Saudi.. Sedangkan Kakeknya, ayah dari Ibunya adalah pemilik Perusahaan tambang terbesar Indonesia yang ada di Kalimantan. Dan MaBa itu, adalah pewaris tunggal mereka.."


Senior wanita tersebut menjelaskan panjang lebar.


"Ternyata kamu cukup tahu banyak hal ya Indira.. tapi meski dia anak Sultan atau anak Presiden sekalipun, dia harus tetap mengikuti Masa Orientasinya sebagai MaBa."


Ujar Ryan dengan nada sinis.


"Terserah deh.. tapi aku gak mau ikut campur kalo nanti kamu terlibat masalah karena ini.."


jawab Indira sambil berlalu pergi.


*Pantesan aja tingkahnya arogan begitu, holang kayaahh...

__ADS_1


batin Cinta yang sejak tadi mencuri dengar obrolan kedua seniornya.


Senior bernama Ryan kembali menghampiri Raffa.


"Dengar, aku gak perduli dengan latar belakangmu. tapi kalau kamu tidak mengikuti masa orientasi ini, terpaksa aku melaporkanmu kepada Dekan.."


Ujar Ryan dengan nada mengancam.


"SI-LAH-KAN.."


Jawab Raffa dengan penegasan.


Raffa keluar dari barisan dengan santai, kemudian pergi meninggalkan lapangan beserta orang-orang yang memandangnya dengan tatapan berbagai macam makna.


"Indira.. tolong kamu ambil alih, aku akan segera kembali.."


Ujar Ryan sambil berlalu dan mengejar Raffa yang sudah jauh dari pandangan.


"Hei tunggu..!!"


Ryan berlari menyusul Raffa yang sekarang berada didepannya.


Dengan perasaan yang sangat kesal ditariknya lengan Raffa dengan keras, dan tentu saja Raffa menolaknya kemudian mendorong Ryan hingga terjatuh.


"Beraninya kau..!!"


Hardik Ryan dengan wajah yang sudah memerah karena amarah.


"Selain badanmu yang cebol, ternyata kau juga lemah ya.."


Ledek Raffa dengan senyum sinisnya.


"Kau pikir kau hebat..hahh..? hanya karena nama keluargamu, kau merasa seperti raja..??


sadarlah... jika bukan karena nama keluargamu yang kau sandang, aku yakin kau tidak akan sanggup bertingkah arogan seperti ini..!!"


Raffa menatapnya dengan tajam.


"JANGAN - MEMBAWA - NAMA - KELUARGA.


Bahkan jika aku hanya orang biasa, aku tetap tidak akan sudi mengikuti kegiatan konyol seperti yang kalian lakukan..!"


Ujar Raffa dengan tegas.


Ryan yang sudah sangat marah mengepalkan tinjunya hendak menyerang Raffa, namun Raffa lebih tangkas dan menangkap tinjunya. dengan sedikit gerakan dia memiting tangan Ryan kebelakang kemudian mendorongnya hingga Ryan terjungkal kedepan.


"Sudahlah, kau bukan lawanku."


Ujar Raffa sambil membalikkan badan.


namun Ryan yang sudah kalap langsung menerjang punggung Raffa dengan kakinya dan membuatnya jatuh tersungkur.


Raffa segera bangkit dan kembali menghadap Ryan yang sudah bersiap dengan kuda-kudanya.


Ryan menyerang kembali dengan kakinya, namun tampaknya Raffa lebih cerdik dengan menangkap pergelangan kaki Ryan dan menariknya hingga terjatuh.


Beberapa saat mereka bergumul dan tanpa mereka sadari Indira bersama MaBa yang lain sudah berada disekitar mereka.


Indira memekik kaget melihat Raffa dan Ryan yang sedang beradu tinju.


"Astagaaa... apa-apaan kalian..!!"


Raffa dan Ryan yang menyadari hal tersebut segera bangkit, dan keduanya saling menatap tajam.


tak berapa lama kemudian, Pak Surya yang adalah Dekan dikampus tersebut muncul dengan wajah berangnya karena mendapat kabar ada mahasiswa yang sedang berkelahi.


"Apa yang terjadi disini..?"


Pak Surya langsung menengahi Ryan dan Raffa.


setelah melihat kedua mahasiswanya yang bertengkar, Pak Surya memanggil Raffa dan Ryan keruangannya.


"Yang lain silahkan bubar.. dan saya tidak mau ada kejadian yang sama terulang dikampus ini..!!"


Pak Surya memberikan instruksi yang segera saja dipatuhi oleh semua mahasiswa yang sedang berkumpul.

__ADS_1


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


__ADS_2