Cita Cinta

Cita Cinta
Episode SembilanBelas


__ADS_3

"Selamat menikmati cuaca hujan, tuan putri."


Ledek Raffa saat Cinta kembali kedepan gedung perpustakaan dalam keadaan basah kuyup.


Cinta melirik Raffa dengan tajam, Tiba-tiba Cinta menarik ransel Raffa dan membawanya ketengah hujan.


"Biar kamu juga menikmatinya."


Ujar Cinta dengan senyum meledek.


"Wah, dianya ngelunjak ya.."


Cinta langsung berlari sambil tetap meledek Raffa.


Dan tanpa sadar dia terjatuh. Bajunya yang sudah basah kini dipenuhi lumpur.


"Makan tuh lumpur.."


Kali ini giliran Raffa yang tertawa meledek.


Cinta berusaha untuk berdiri, namun kakinya terasa sangat sakit.


"Mulai tuh acting."


Ledek Raffa.


"Ini sakit bhambhanggg.. Bantuin kek."


omel Cinta.


"Salah sendiri,siapa suruh lari-larian. Udah tau hujan, jalan becek."


Jawab Raffa acuh.


"Dasar arogan."


gerutu Cinta.


Tanpa diduga Raffa mengulurkan tangan untuk membantu Cinta berdiri.


"Bisa jalan gak?"


Tanya Raffa saat Cinta sudah berdiri.


Cinta menggeleng sambil meringis menahan kakinya yang sakit akibat keseleo.


Akhirnya Raffa menuntun Cinta berjalan dan mengantarnya pulang kerumah.


"Ya Allah Cinta, kok basah kuyup begitu?"


Tante Kartika tampak sangat terkejut melihat Cinta yang pulang dalam keadaan basah kuyup.


Cinta hanya cengengesan.


"Malah cengengesan, cepetan mandi dan ganti baju. nanti kamu bisa masuk angin loh."


omel tante Kartika.


Cinta berjalan menuju dapur dengan kaki yang pincang.


"Kaki kamu kenapa?"


Tanya tante Kartika.


"Keseleo bu."


jawab Cinta sambil meringis, lalu kemudian masuk ke kamarnya.


Tante Kartika segera memanggil tukang pijat kerumah untuk memijat kaki Cinta yang keseleo.


"Bu, gak mau dipijat..."


Cinta tampak ketakutan saat kakinya akan dipegang oleh tukang pijat.


"Udah nurut aja, kalo gak dipijat nanti kaki kamu makin parah."


Ucap Tante Kartika.

__ADS_1


Malam hari selepas sholat isya, Cinta sedang berbincang dengan tante Kartika di ruang keluarga.


Tiba-tiba terdengar seseorang memanggil dari luar.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


Jawab Cinta dan Tante Kartika bersamaan.


"Cinta, sebentar biar ibu yang buka pintu. Kaki kamu kan masih sakit."


Ucap tante Kartika.


Tak lama kemudian..


"Eh, ada Raffa rupanya."


suara Kartika terdengar ramah.


"Raffa? Mau ngapain lagi sih tuh anak?"


gumam Cinta sambil meraih remote tv dihadapannya.


"Cintanya ada tante?"


Tanya Raffa dengan sopan.


"Ada kok, masuk aja. Cinta ada didalam. Biar tante bikinin minum dulu ya."


Raffa menuju ruang keluarga, sedangkan tante Kartika menuju ke dapur.


"Ngapain kamu kesini?"


Tanya Cinta dengan ketus.


"Ya elah, ketus banget neng. Gimana kondisi kaki kamu? Udah baikan?"


Tanya Raffa sambil melirik ke arah kaki Cinta yang memang sengaja di selonjorkan di sofa.


"Alhamdulillah, udah bisa dibawa lari-lari Yang Mulia."


"Nih. Aku cuma mau nganterin ini."


Raffa menyodorkan paperbag kepada Cinta.


Cinta menatap Raffa dengan bingung.


"Udah kuduga,kamu pasti belum membuat print outnya kan."


Raffa melirik dengan tatapan tajam.


"Astaghfirullah.. Aku sampe lupa."


Cinta meraih paperbag yang disodorkan Raffa sambil tersenyum.


"Thanks ya."


Ucapnya.


Setelah Cinta melihat isi paperbag tersebut ternyata bukan hanya print out tugas mereka sore tadi, tapi Raffa juga membawakan obat pereda nyeri keseleo dan perban elastis untuk membebat pergelangan kaki Cinta yang bengkak akibat keseleo.


"Anggap aja kita impas, karena kamu juga udah bantu aku menyelesaikan tugas dari pak Wira. Padahal sebenarnya kamu bisa mengerjakannya sendiri."


Ujar Raffa.


"Minum dulu Raffa."


Ucap tante Kartika yang baru saja muncul dari dapur membawa minuman dan camilan.


"Wah, jadi ngerepotin nih tante."


Ucap Raffa dengan sopan.


"Gak repot kok, cuma teh sama cemilan aja. Oh iya, katanya kalian mau bikin tugas bareng udah selesai?"


Tanya tante Kartika.

__ADS_1


"Udah kok tante, justru Raffa kesini untuk nganterin hasil print outnya."


Jawab Raffa.


"Aduh, jadi ngerepotin Raffa ya.Padahal kan besok juga bisa kasih dikampus, nak Raffa jadi repot-repot kesini."


Ucap tante Kartika.


"Gak apa kok tante, lagian aku juga sekalian mau lihat kondisi Cinta. Karena sore tadi dia terjatuh dan kakinya keseleo."


Jawab Raffa.


Cinta yang sedang memasang perban di kakinya hanya melirik dengan sorot mata tajam.


*Dasar cowok aneh. jago banget acting didepan ibu, berlagak sopan segala. padahal aslinya arogan, slengean, sok.


umpat Cinta dalam hati.


"Yaudah, kalo gitu aku pamit dulu ya tante."


Raffa berniat untuk segera pamit.


"Loh, kok buru-buru nak Raffa?"


tanya tante Kartika.


"Iya, aku cuma mau nganterin hasil tugas aja kok tante. Lagian udah malam juga, takut ganggu waktu istirahat tante dan Cinta."


jawab Raffa.


"Yaudah deh, hati-hati ya nak Raffa. makasih loh udah repot-repot datang kesini untuk jengukin anak tante."


Ucap tante Kartika.


"Cinta, aku balik dulu ya. Kalo emang besok kaki kamu masih sakit, kamu bilang aja. Biar aku jemput kamu."


"Makasih loh Raffa, kamu baik banget.."


Ucap Cinta dengan senyum palsu dan nada yang dibuat-buat.


Kemudian tante Kartika mengantarkan Raffa sampai kedepan pintu.


"Raffa itu anaknya baik juga ya ternyata, padahal dari tampangnya nampak arogan."


Ujar tante Kartika saat kembali ke ruang keluarga.


*Dia itu memang arogan bu, cuma dianya aja yang pinter acting didepan ibu.


Batin Cinta.


"em, ya mungkin emang kebetulan dia lagi didaerah sini bu, jadi dia sekalian singgah. Lagian kan emang tugas ini juga penting banget."


Jawab Cinta sambil meraih obat pereda nyeri yang tadi dibawa oleh Raffa.


"Cinta, kayaknya ibu perhatikan. Dia sangat perhatian sama kamu. Apa jangan-jangan, dia suka sama kamu ya.."


Ujar tante Kartika.


Sontak hal itu membuat Cinta terkejut hingga tersedak minuman yang baru saja akan dia tenggak.


"Lah, kamu tuh kalo minum pelan-pelan dong.."


Ucap tante Kartika sambil mengusap punggung Cinta yang terbatuk.


"Ya lagian ibu ngomongnya ngaco begitu.."


Jawab Cinta.


"Ibu kan cuma lagi nebak aja. Soalnya dari cara dia memperlakukan kamu kayaknya agak-agak gimana gitu."


Ujar tante Kartika sambil tersenyum.


"Bu, Cinta ke kamar dulu ya."


Kemudian Cinta meninggalkan tante Kartika yang masih penasaran.


"Hem.. Atau jangan-jangan, mereka emang pacaran ya?"

__ADS_1


Gumam tante Kartika sambil menatap punggung Cinta yang sudah berjalan menuju kamarnya.


__ADS_2