Cita Cinta

Cita Cinta
Episode Empatbelas


__ADS_3

"Cinta.. tumben kamu udah pulang.."


Ucap ibu saat melihat Cinta sudah tiba dirumah.


"Iya bu, hari ini aku gak kerja.. dan aku udah putuskan untuk resign dari kerjaan.."


jawab Cinta.


"Syukurlah.. Ibu senang dengarnya.. dengan begitu kamu bisa fokus dengan kuliah kamu.."


ucap Ibu sambil memeluk Cinta.


"Bu.. maaf ya, Cinta malah jadi membebani Ibu.."


ujar Cinta.


Ibu menggeleng.


"Kamu itu gak pernah membebani ibu.. malah ibu sangat senang ada kamu disini.. ibu gak sendirian..


Lagipula sebenarnya dari dulu ayah kamu sudah menyiapkan asuransi pendidikan untuk anaknya..


jadi kamu gak perlu cemas dengan biaya kuliah kamu.."


Jawab ibu sambil membelai rambut Cinta.


*Alhamdulillah ya Allah... aku gak menyangka dipertemukan dengan wanita berhati mulia seperti ibu. meskipun aku bukanlah darah dagingnya, tapi ibu sangat menyayangiku seperti anaknya sendiri


batin Cinta.


*******


Keesokan paginya seperti biasa, Cinta memulai aktifitasnya.


Hari ini dia berangkat kekampus lebih pagi karena sebelum masuk kelas dia ingin singgah di perpustakaan.


Dia memerlukan beberapa buah buku referensi untuk mengerjakan tugas karya ilmiahnya.


Saat itu Cinta sedang berada di halte sambil menunggu bus datang, ketika dia melihat seorang wanita lansia berjalan tergopoh menggunakan tongkat dan kesulitan menyebrang jalan.


Cinta yang melihat hal tersebut segera menghampiri si nenek dan membantunya menyebrang jalan,


Namun saat akan kembali ke halte ternyata dia sudah ketinggalan bus.


"Astaga... gimana nih. Bus berikutnya baru akan datang satu jam lagi, bisa-bisa aku terlambat.."


Gumam Cinta.


"Hemm.. Yaudah deh, aku naik taxi online aja.."


lanjutnya.


Kemudian Cinta mengambil ponsel di tasnya dan memesan taxi online.


Saat diperjalanan ternyata situasi dijalan macet total.


"Astagaa... ada apa lagi sekarang.."


gumam Cinta menggerutu.


"Sepertinya didepan ada kecelakaan mbak, jadi arusnya dialihkan sementara.."


Supir taxi online menjelaskan pada Cinta.


*Kalo aku jalan kaki mungkin bisa lebih cepat, toh kampus juga gak jauh dari sini

__ADS_1


Batin Cinta.


"Yaudah pak, saya turun disini aja.."


Ujar Cinta sambil menyerahkan selembar uang kepada supir taxi online tersebut.


Cinta berjalan menyusuri trotoar menuju kekampusnya.


Dan benar saja yang dikatakan oleh supir taxi tadi, ada kecelakaan yang menyebabkan arus kendaraan terhambat.


Belum ada pihak aparat disekitar kejadian, dan lokasi kejadian tersebut sudah dikerumuni oleh banyak orang yang penasaran dengan kecelakaan yang sepertinya baru saja terjadi.


Tanpa sengaja Cinta melihat ke salah satu mobil yang sudah ringsek bagian depannya.


Di bangku kemudi dia melihat sosok wanita yang pernah dia temui sebelumnya.


"astagaa.. wanita itu kan, ibunya Raffa.."


pekik Cinta yang terkejut.


Tanpa berpikir panjang Cinta segera menghubungi salah satu temannya.


"Assalamualaikum Fit.. kamu udah sampe kampus..? Tolong kamu cari Raffa ya.. barusan aku melihat ibunya mengalami kecelakaan di jalan XXX.."


"Waalaikumsalam.. astaghfirullah.. Iya Cin, aku cari Raffa sekarang. Kamu share lokasi ya.."


Setelah menutup teleponnya Cinta mendekati mobil ibu Raffa yang sudah ringsek dibagian depannya.


"Pak, tolong pak.. tolong bantu saya mengeluarkan ibu ini.."


Ujar Cinta.


Beberapa orang tampak bergeming. Sebagiannya hanya diam sambil mengabadikan kejadian tersebut dengan kamera ponselnya.


Hanya ada dua orang pria dewasa yang bersedia maju dan membantu Cinta.


Dan setelah beberapa lama akhirnya mereka berhasil mengeluarkan ibu Raffa dari dalam mobil.


Kepalanya terluka parah akibat terbentur setir mobil.


Wanita empat puluhan itu mulai melemah.


"tolong....tolonggg.. "


Hanya itu kata yang bisa dia ucapkan dalam kondisinya yang sudah terluka parah.


Bahkan mungkin tulang kakinya patah akibat terhimpit.


Polisi tiba di lokasi kejadian bersamaan dengan ambulans.


tim medis dengan sigap memindahkan tubuh ibu Raffa dan membawanya kerumah sakit.


Cinta juga berada didalam ambulans tersebut untuk menemani ibu Raffa.


"Raffa.. Raffa..."


Ibu Raffa yang sudah mulai kehilangan kesadaran memanggil nama anaknya dengan lirih.


"Tante.. sabar ya tante.. tante harus bertahan.. sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit.."


Ujar Cinta sambil menggenggam telapak tangan ibu Raffa.


Setibanya di rumah sakit ibu Raffa langsung dibawa ke ruang UGD dan ditangani oleh tim Dokter dan beberapa perawat.


"Cinta.. ibu aku dimana..?"

__ADS_1


Raffa datang sambil tergopoh.


Napasnya tersengal karena harus berari dari parkiran yang jaraknya lumayan jauh dari ruang UGD rumah sakit tersebut.


"Ibumu udah ditangani tim Dokter.. Kita berdoa aja ya, semoga ibu kamu cepat sembuh.."


saran Cinta.


Raffa terkulai lemas dan terduduk di lantai dengan menyandarkan punggungnya di tembok.


"Raf, yang sabar ya.. dengan izin Allah, semoga ibu kamu bisa sembuh.."


Raffa menoleh sekilas pada Cinta, kemudian membenamkan wajahnya pada kedua tangannya.


Entah sudah berapa lama waktu berjalan, akhirnya salah seorang Dokter keluar dari ruang UGD.


"Apakah disini ada keluarga pasien..?"


tanya Dokter tersebut.


Raffa buru-buru berdiri.


"Saya anaknya Dok.."


jawab Raffa.


"Ikut saya kedalam, ibu anda ingin bicara.."


Ucap dokter.


"Baik Dok.."


Kemudian Raffa memasuki ruangan UGD bersama Dokter yang tadi memanggilnya, sementara Cinta tetap menunggu diluar.


Namun tak lama kemudian dari dalam ruang UGD terdengar suara jeritan Raffa.


Merasa terkejut, Cinta mendekati pintu kaca ruang UGD dan melongok kedalamnya.


Raffa tampak sedang mengguncang tubuh ibunya yang sepertinya sudh tak sadarkan diri.


Dengan wajah yang frustasi Raffa terus mengguncang tubuh ibunya hingga dia ditarik mundur oleh Dokter dan perawat yang masih berada didalam ruangan tersebut.


Salah seorang perawat keluar dari ruang UGD.


Cinta menghampiri perawat tersebut dan menanyakan kondisi ibu Raffa.


"Sus.. ibunya temen saya didalam gimana kondisinya..?"


tanya Cinta.


"Pasien mengalami luka dikepala cukup parah dan kehilangan banyak darah saat diperjalanan. nyawanya tidak tertolong."


jawab suster tersebut.


"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun..."


Spontan Cinta langsung memasuki ruang UGD untuk memastikan keadaan.


Raffa tampak sangat terpukul, bahkan perawat terpaksa menyuntikkan obat penenang kepadanya.


Raffa terkulai lemah di salah satu kursi ruang UGD sambil menatap jenazah ibunya yang sedang di urus oleh beberapa perawat.


"Raffa.. kamu harus bersabar.. rejeki, jodoh, dan ajal semuanya udah ditetapkan oleh Allah.


jika memang sudah ajal, gak ada seorangpun yang bisa menunda meski cuma satu menit.. semoga ibu kamu husnul khotimah ya.."

__ADS_1


Cinta berusaha menenangkan Raffa yang tampak kacau.


__ADS_2