
Cinta sudah berada didalam mobil Pak Dermawan, di kursi belakang.
Pak Dermawan memperkenalkan Cinta pada wanita yang bersama mereka.
"Cinta.. perkenalkan, ini Kartika, istri saya.."
Cinta dan Kartika saling berjabat tangan.
"oh iya Cinta, saya sudah berbincang dengan istri saya. dan menurut istri saya, lebih baik kamu tinggal bersama kami. apalagi kalian berasal dari daerah yang sama, istri saya ini sangat kegirangan loh waktu mengetahui kamu juga berasal dari Sumatera.."
Ujar Pak Dermawan dan dibalas senyuman sumringah istrinya.
"tapi apa itu gak merepotkan Bapak sama Ibu..?"
tanya Cinta yang sebenarnya juga berharap.
*setidaknya aku gak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk uang kost
begitu batinnya
"panggil Om dan Tante aja Cinta, biar lebih akrab..
lagian Tante justru senang kalau kamu bersedia tinggal dirumah kami.. kamu tau sendiri kan, Om kamu ini lebih banyak menghabiskan waktu di laut.."
jawab Istri Pak eh, Om Dermawan.
memang Om Dermawan sangat jarang pulang, karena beliau bekerja di Pelayaran.
"kamu gak perlu khawatir masalah uang kost dan biaya makan.. kamu boleh tinggal dirumah Om dan Tante gratis.. anggap aja Om dan Tante seperti keluargamu sendiri.."
Ujar Om Dermawan.
"Saya jadi ngerasa gak enak.. Makasih banyak Pa eh, Om.. Tante.."
jawab Cinta dengan wajah berbinar.
"Kamu tahu Cinta, si Poltak itu sangat bersemangat waktu menceritakan tentang kamu.. dia sering memuji kamu sebagai murid paling teladan.. Ini istri Om, dulunya juga siswinya si Poltak.."
Tante kartika tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"dari dulu Pak Poltak itu memang begitu.. dia selalu berusaha sebisa mungkin membantu muridnya yang beliau rasa memiliki potensi.."
sambut Tante Kartika.
"Pak Poltak juga banyak cerita kok soal Tante.. bahkan sampe sekarang pun Pak Poltak terkadang membayangkan tante duduk di kursi empuk sebuah perusahaan sebagai manajer, atau bahkan mungkin Direktur.."
ujar Cinta dengan polosnya.
Om Dermawan dan Tante Kartika tertawa geli mendengarnya.
"sebelumnya Tante memang bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perbankan sebagai manager personalia Cinta.. tapi Tante memilih untuk berhenti setelah Tante menikah dengan Om Dermawan.."
Tante Kartika menerawang sambil tersenyum.
Sepanjang perjalanan mereka banyak bercerita.
sikap Cinta yang mudah bergaul terlebih lagi Tante Kartika juga berasal dari daerah yang sama dengannya, membuat situasi seolah mereka sudah lama saling mengenal.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Tak terasa mereka sudah tiba di sebuah komplek perumahan yang tampaknya merupakan kawasan untuk kalangan ekonomi menengah.
__ADS_1
Om Dermawan berbelok menuju garasi rumah ke tiga berpagar hitam dan bercat hijau muda.
meski rumah tersebut tak terlalu besar dan mewah, namun kesan nyaman langsung terlihat begitu mereka memasuki pekarangan yang dipenuhi aneka bunga warna warni.
Bahkan Cinta sampai takjub melihatnya.
"Tantemu ini hobby nya bercocok Tanam Cinta.. jadi jangan heran kalau nanti kamu lihat disana sini banyak bunga bermekaran.."
kelakar Om Dermawan.
"itu hobby yang luar biasa Om.. mamak juga dulu hobby nya bercocok tanam.. saking sukanya sama bunga, hampir setiap hari mamak pulang kerja bawa bibit bunga. yang paling mamak suka bunga anggrek.."
Cinta mengenang almarhumah ibunya sambil tersenyum getir.
Tante Kartika yang menyadari hal tersebut langsung menggenggam tangan Cinta, memberikannya dukungan.
sebelumnya Om dan Tante Kartika sudah mengetahui banyak hal tentang Cinta dari Pak Poltak, termasuk kondisi keluarganya.
*kasihan anak ini, diusianya yang masih sangat muda justru harus kehilangan kedua orangtuanya. sedangkan aku dan mas Wan, justru harus kehilangan bayi kembar kami dan akupun harus merelakan rahimku. mungkin ini memang jalan takdir Allah, mempertemukan kami dengan anak ini.
batin tante Kartika.
"ditunda dulu dong baper baperannya.. kita mau nginap di mobil aja nih..?"
ledek Om Dermawan sambil membuka pintu mobil dan keluar lebih dulu.
setelah membantu Cinta mengeluarkan kopernya dari bagasi Om dermawan membuka pintu dan mempersilahkan Cinta masuk.
Cinta semakin dibuat takjub melihat seisi rumah yang hanya berlantai satu tersebut. meski tidak terlalu luas, namun semua barang tersusun dengan sangat rapi. ditambah dengan lukisan dan beberapa hiasan dan perabot terbuat dari kayu yang membuat rumah tersebut terkesan antik.
"Om, Tante.. rumahnya nyaman kali.."
Om Dermawan menyeret koper Cinta ke salah satu ruangan dirumah itu, kemudian kembali menghampirinya.
"Cinta, kamar kamu disebelah sana.. kalau kamu capek kamu istirahat aja dulu.. sebentar lagi kita makan, tadi om udah pesan delivery.."
Ujar Om Dermawan sambil menunjuk ruangan yang tadi dimasukinya.
Cinta mengangguk kemudian berjalan menuju kamarnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"Masya Allah.. kamarnya cantik kali.. bahkan kamar ini lebih besar daripada ruang tamu dirumah kami.."
gumam Cinta.
dikamar itu terdapat kasur spring bed ukuran king size, satu set meja belajar, rak yang berisi buku, lengkap dengan lampu hiasnya, lemari pakaian dan kamar mandi.
"berarti kekgini bentuk kamar orang-orang kaya itu ya.."
Cinta tak hentinya merasa takjub.
setelah membongkar isi koper dan menyimpannya didalam lemari, Cinta berniat untuk mandi.
namun lagi-lagi gadis itu dibuat terpelongo melihat kamar mandi yang ada dikamarnya.
matanya tertuju ke arah bath tub.
"ini kan biasanya yang ada di iklan-iklan sabun itu.. tapi kekmana cara makenya ya..?"
Ujar Cinta smbil duduk di satu sisi bath tub.
__ADS_1
diliriknya kesana kemari, kemudian dia melihat sebuah shower yang tergantung apik ditempatnya.
"itu juga biasanya sering dipake sama artis-artis di tv.."
gumamnya.
hampir satu jam Cinta hanya melihat-lihat sambil mengagumi kamar mandi tersebut, hingga Tante Kartika memanggilnya.
"Loh, Cinta.. Tante kira kamu ketiduran.."
ledek Tante Kartika.
"hehe.. nyaris Tante.. habisnya kamar mandinya aja kayak gini, kayak yang sering kutengok di tv-tv itu.."
jawab Cinta dengan polosnya yang membuat Tante Kartika tertawa terbahak.
"ya ampun Cinta... kamu ini ada-ada aja ya.."
ujar Tante Kartika sambil menahan tawa.
"tapi Tante, aku bingung.. kekmana makenya ini ya..?"
Tanya Cinta yang lagi-lagi membuat Tante Kartika tergelak.
Akhirnya Tante Kartika mengajarkan Cinta bagaimana cara menggunakan bath tub dan shower tersebut.
Cinta memperhatikan dengan serius sambil manggut-manggut , seolah itu adalah ilmu pengetahuan yang sangat penting baginya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Mereka bertiga sudah berada diruang makan sekarang, sambil menikmati makan malam yang dipesan Om Dermawan dari bang ojol.
"Cinta.. besok kamu ikut Om ya.. Om akan kenalkan kamu dengan salah satu teman baik Om, dia pemilik salah satu mall di Jakarta. Nantinya, kamu bisa bekerja disana.."
Ujar Om Dermawan disela-sela makannya.
"Alhamdulillah... makasih banyak ya Om.. Om sama Tante udah banyak membantuku, aku gak tau kekmana caranya membalas kebaikan Om dan Tante.."
jawab Cinta dengan wajah berkaca-kaca karena terharu.
Om Dermawan dan Tante Kartika tersenyum tulus.
"Cinta.. Om dan Tante justru senang bisa membantu kamu.. lagipula, Om dan Tante sudah menganggap kamu seperti anak kami sendiri.. jadi untuk kedepannya, kamu gak perlu sungkan ya.. dan kalau kamu butuh apa-apa, kamu bisa bilang ke Om dan Tante.."
ujar Tante Kartika sambil menggenggam tangan Cinta.
*Alhamdulillah... makasih Ya Allah.. udah mempertemukanku dengan orang-orang yang sangat baik seperti Om dan Tante..
batin Cinta.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Ini gambaran sosok Cinta..
She is Mira Filzah, salah satu aktris terbaik asal Malaysia..
She is so cute..☺☺☺
Please say yes for her..🤗🤗🤗
__ADS_1