Cita Cinta

Cita Cinta
Episode Duabelas


__ADS_3

Raffa duduk di ranjang di UKM setelah dipapah oleh teman-temannya.


kaki dan pergelangan tangannya juga sudah dibebat menggunakan perban khusus untuk keseleo.


Cinta yang merasa bersalah atas kejadian itu memutuskan untuk menemani Raffa di UKM, bersama Jihan dan Fitri.


"Raffa.. maaf ya, gara-gara aku jadinya begini.."


Cinta mencoba untuk meminta maaf.


Raffa hanya diam sambil memainkan ponselnya.


*Dasar tiang sutet.. udah tau pergelangan tangannya cedera malah asyik mainin ponsel.


batin Cinta.


"Aku haus.. ambilkan minum.."


titah Raffa tanpa berpaling dari ponselnya.


Cinta meraih gelas diatas nakas kemudian menyodorkannya pada Raffa.


"Kamu gak lihat, tangan aku dua-duanya dibebat begini dan kamu malah nyodorin gelas itu ke aku.."


protes Raffa


Sementara Fitri dan Jihan yang melihat hal itu hanya tertawa.


*Astagaa.. padahal dari tadi dia juga mainin ponsel.. giliran disodorin gelas malah pake alasan tangannya sakit.. dasar prince wanna be.


batin Cinta yang sudah mulai kesal.


Namun karena masih merasa bersalah, akhirnya Cinta mengalah.


disodorkannya gelas berisi air putih tersebut ke tepi bibir Raffa agar dia bisa meminumnya.


"Aku lapar, dari siang tadi belum makan.."


Cinta menarik nafas panjang. kemudian dia pergi ke kantin, membeli makanan untuk Raffa.


tak berapa lama kemudian Cinta kembali dengan membawa makanan dan meletakkannya diatas nakas.


"kamu lupa.."


Raffa mengangkat kedua pergelangan tangannya ke hadapan Cinta.


Dengan perasaan kesal Cinta menyuapkan nasi ke mulut Raffa.


Sementara Raffa yang memang sedang menjahili Cinta hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi wajah kesalnya.


Tiba-tiba seorang wanita masuk keruang UKM.


Usianya empat puluhan, namun wajahnya masih tampak awet muda. ditambah lagi dengan rambut panjang bergelombang dan tubuhnya yang tinggi dan langsing.


jika saja wanita ini bukanlah sosok yang sering wara-wiri di majalah bisnis bersama suaminya, mungkin Cinta akan berpikir dia adalah kekasih Raffa.


"Ya ampun Raffa.. kenapa bisa sampe diperban-perban begini..?"


Wanita itu duduk ditepi ranjang.


"emm.. maaf tante.. sebenarnya..."


Baru saja Cinta akan menyela, Raffa keburu memotong.


"ketimpa tangga Bu."


jawabnya datar.

__ADS_1


Namun Raffa tidak menjelaskan bahwa setelahnya dia juga terjatuh karena ulah Cinta.


"Kamu siapa..?"


tanya Ibu Raffa pada Cinta.


"Dia temen sekelas Raffa."


Raffa mengerling pada Cinta, dan gadis itu hanya mengangguk.


"Ooh.. terimakasih ya, kamu udah bantuin anak saya.."


Ucap Ibu Raffa dengan tulus.


"Iya sama-sama bu.. yaudah, kalo gitu saya pamit duluan ya bu.. assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


jawab Raffa dan ibunya serentak.


"Gadis yang cantik..."


Gumam Ibu Raffa.


"jangan mulai deh bu.."


omel Raffa sambil kembali memainkan ponselnya.


"Ibu ngapain kesini?"


tanya Raffa acuh tak acuh.


Wanita itu menghela nafas panjang.


"Raffa.. kamu tau gimana paniknya ibu tadi begitu dapat kabar kamu mengalami kecelakaan seperti ini..?"


"Dan sekarang ibu bisa lihat sendiri kan, aku baik-baik aja."


"Raffa.. sampai kapan kamu memusuhi ibu seperti ini..?


kamu anak ibu satu-satunya.."


Ibu Raffa mulai menangis.


"jadi, Raffly bukan anak ibu..?"


Raffa menatap ibunya dengan tatapan nanar.


Ibu Raffa terhuyung, kemudian berbalik dan pergi sambil menangis.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Saat itu Cinta sedang berjalan di koridor menuju ke Ruang Dosen untuk menggantikan tugas Raffa karena memang masa hukumannya belum selesai.


*biar gimanapun juga dia cedera gara-gara nolongin aku.


batin Cinta.


tanpa sengaja dia berpapasan dengan Ibu Raffa yang sedang menangis di salah satu bangku panjang yang ada dikoridor tersebut.


"Ibu itu.. bukannya Ibunya Raffa..?


kenapa ya..?"


gumam Cinta.


karena merasa penasaran, akhirnya Cinta menghampiri ibu Raffa.

__ADS_1


"Tante kenapa..?"


Tanya Cinta sambil mengambil posisi duduk tepat disamping ibu Raffa.


Ibu Raffa meliriknya sekilas, kemudian mengusap airmatanya dengan telapak tangan sambil menggeleng.


"Kamu, temannya Raffa yang di UKM tadi kan..?"


tanya Ibu Raffa yang berusaha tersenyum ramah meski wajahnya masih tampak sembab.


"Iya tante.. sebelumnya, saya minta maaf tante.. Raffa jadi cedera karna saya.."


ujar Cinta sambil menunduk merasa bersalah.


Ibu Raffa tertegun, dan memperhatikan Cinta dengan seksama kemudian kembali tersenyum.


"Justru tante yang harusnya berterimakasih.."


Jawab Ibu Raffa yang dibalas dengan tatapan tak mengerti oleh Cinta.


"Siapa nama kamu..?"


Tanya Ibu Raffa.


"Saya Cinta Tante.."


jawab Cinta sambil tersenyum dan mengulurkan tangan.


"Saya Ibu Siti, Ibunya Raffa.."


kemudian Cinta dan Ibu Raffa saling berjabat tangan, dan Cinta mencium tangan ibu Raffa sebagai bentuk rasa hormat.


"kalo gitu saya tinggal dulu ya tante, saya harus ke Ruang dosen.."


Ujar Cinta.


"Yaudah, sampai ketemu ya.."


jawab Ibu Raffa sambil menyunggingkan senyum.


"Udah cantik, etikanya bagus, dan kelihatannya juga dia gadis yang pintar.."


gumam Ibu Raffa sambil memandang punggung Cinta yang sudah berjalan menjauh.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


"Sebenarnya berat juga kalo aku harus resign dari kerjaan.. selain karena memang aku merasa nyaman dengan lingkungannya, aku juga gak enak terus-terusan membebani orang lain.. tapi sekarang situasinya jadi malah kayak begini.. yaudahlah, setelah masa hukuman ini selesai aku akan cari kerja lagi"


Gumam Cinta sambil membersihkan ruangan dosen.


karena terlalu fokus dengan pikirannya sendiri, Cinta tak menyadari jika pintu ruangan tersebut diam-diam ditutup oleh seseorang dan Cinta terkurung sendirian didalamnya.


satu jam kemudian Cinta selesai dengan pekerjaannya dan hendak keluar dari ruangan tersebut, kemudian dia menyadari satu hal..


"Perasaan tadi pintunya aku biarkan terbuka, kenapa sekarang malah tertutup ya..?"


gumam Cinta sambil berjalan menuju pintu.


Cinta mencoba menarik handle pintu tersebut, namun ternyata gagal.


"Kenapa terkunci ya..?"


Cinta semakin merasa panik, terlebih karena listrik yang tiba-tiba padam.


Cinta berusaha berteriak untuk meminta bantuan, namun percuma saja. di jam segini, situasi kampus pasti sudah sepi. hanya ada beberapa satpam yang berjaga, itupun entah kapan satpam tersebut akan berpatroli disekitar ruangan itu


Gadis itu berinisiatif untuk menghubungi salah satu sahabatnya, namun ternyata tas beserta ponselnya justru tertinggal di meja UKM.

__ADS_1


"Ya Allah.. aku harus apa sekarang.."


Gumam Cinta sambil terduduk dengan menyandarkan punggungnya di pintu tersebut.


__ADS_2