Cita Cinta

Cita Cinta
Episode DuaPuluhEnam


__ADS_3

Tanpa diduga video yang diunggah oleh Bintang ke akun sosmed miliknya menjadi viral di kampus mereka.


Bahkan kabar ini juga terdengar oleh tuan Jaffar, yang tak lain adalah ayah Raffa.


"Siapa gadis itu?"


Tanya tuan Jaffar saat Raffa baru saja tiba dirumah.


"Gadis apa maksud ayah?"


Tanya Raffa yang awalnya tidak mengerti.


tuan Jaffar memberikan ponselnya pada Raffa untuk menunjukkan video yang baru saja dia lihat.


"Apa maksudnya semua ini?"


Raffa tersenyum sinis, kemudian mengembalikan ponsel milik ayahnya.


"Raffa, jelaskan apa maksudnya ini semua?"


Desak tuan Jaffar.


"Bukankah ayah sudah melihatnya? Kenapa masih bertanya?"


jawab Raffa dengan datar.


Dia memang sudah menduga ayahnya pasti akan mengetahui hal ini.


"Jadi itu benar? Siapa gadis itu? Apakah memang dia yang menjadi penghalang antara kamu dan Indira?"


"Justru Indira lah yang selama ini jadi penghalang ayah!"


jawab Raffa dengan tegas.


"Apa maksud kamu?"


tanya tuan Jaffar dengan kening mengerut.


"Aku sudah lama mengenal Indira, bahkan sebelum ayah mengenalnya. Dia memang sudah menyukaiku sejak SMP. Dia bahkan sampai rela pindah ke SMA dan kampus yang sama denganku. Aku rasa mungkin dia juga yang membujuk ayahnya untuk membuat kesepakatan perjodohan itu."


Jawab Raffa.


"Tapi apapun alasannya, apa kamu pikir tindakan kamu itu audah tepat? Raffa, apa kamu tidak berpikir bagaimana jika sampai tuan Robinson mendengar berita ini?"


"Biarkan saja. Lagipula memang sejak awal aku tidak menyetujui perjodohan ini."


jawab Raffa enteng.


tuan Jaffar menarik napas dalam.


"Apa kamu mencintai gadis itu?"


Raffa tidak menjawab, dan hendak meninggalkan ayahnya.


"Jika memang kamu mencintai gadis itu, buktikan. Ayah pegang janji kamu. Ingat, kamu hanya punya waktu satu tahun.


Ayah sudah mengurus kepindahan kamu dan lusa kamu akan berangkat ke Dhahran."


Raffa menoleh pada Ayahnya dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Jika dalam waktu satu tahun kamu berhasil mengembalikan kestabilan perusahaan, ayah berjanji akan merestui kamu dengan gadis pilihanmu itu. Tapi jika kamu gagal, maka terpaksa kamu harus menikahi Indira. Kita tak punya pilihan lain."


Akhirnya Raffa pergi begitu saja kekamarnya tanpa mengatakan apapun.


*Raffa, maafkan ayah. Ayah tidak bermaksud mengorbankan kebahagiaanmu, tapi ayah juga tidak punya pilihan lain. Nasib ratusan orang bergantung pada kita.


Batin tuan Jaffar sambil menatap punggung putranya yang sudah menghilang diujung tangga.


Keesokan harinya Cinta kembali ke kampus seperti biasa.


Sejak video yang di upload oleh Bintang di akun sosmednya, suasana kembali normal. Bahkan banyak teman-teman yang meminta maaf padanya karena sudah sempat salah paham dan termakan omongan sahabat Indira.


Maklumlah, issue soal PHO atau pelakor itu lagi marak-maraknya di Indonesia Raya merdeka, dan pasti banyak wanita yang geram jika mendengar ada wanita yang merusak hubungan orang atau yang dalam bahasa gaul masyarakat disebut PHO dan pelakor.


Siang itu setelah pelajaran jam kuliah selesai Cinta bermaksud menemui Raffa untuk mengucapkan terimakasih, namun pria itu tak ada dikelas.


"Cari aku ya?"


Tiba-tiba saja Raffa muncul di hadapan Cinta dan membuat gadis itu terkejut.


"Bisa bicara sebentar?"


tanya Cinta.


"Soal?"


Raffa menaikkan sebelah alisnya.


"Soal postingan video di story sosmednya Bintang. Makasih banyak ya untuk itu, kamu udah klarifikasi bahwa itu semua cuma salah paham."


Ucap Cinta dengan tulus.


Raffa tampak merasa bersalah.


"Aku tahu kok, kamu bareng Indira kan."


jawab Cinta.


"Aku sama Indira gak ada hubungan apapun. Memang benar, kami dijodohkan. tapi aku menolak perjodohan itu. Dan aku sengaja menemuinya untuk menegaskan kepadanya bahwa aku menolaknya."


jawab Raffa.


"Itu bukan urusanku kan.."


jawab Cinta datar sambil mengangkat bahu.


Raffa tersenyum.


"Mumpung jam kuliah udah habis, mau temenin aku ke suatu tempat?"


Kali ini justru Cinta yang menatapnya dengan pandangan bingung.


"Udah ikut aja."


Raffa menarik tas ransel Cinta.


"Ini mobil siapa?"


Tanya Cinta saat Raffa menariknya ke parkiran dan membawanya ke dalam mobil sport.

__ADS_1


Karena selama ini yang Cinta tahu Raffa selalu menggunakan bus umum.


"Mobil curian."


Jawab Raffa enteng, namun justru membuat Cinta yang sudah duduk dibangku penumpang terkejut.


"Raf, kamu nyuri?"


Cinta tampak tak percaya.


Raffa tertawa geli melihat ekspresi wajah Cinta.


"Ya mobil aku lah."


jawab Raffa sambil menghentikan tawanya, dan itu sukses membuat Cinta merasa canggung.


Akhirnya mereka tiba di tempat yang Raffa maksud, sebuah tempat wisata wahana.


Mereka sangat antusias menikmati setiap wahana di tempat itu mulai dari roller coaster, kincir raksasa, dan wahana menegangkan lainnya.


"Aku gak nyangka kamu suka wahana ekstrem seperti ini."


Ujar Raffa saat melihat Cinta yang tampak menikmati beberapa wahana ekstrem.


Cinta hanya tersenyum sumringah.


Setelah puas menikmati wahana, Raffa mengajak Cinta ke sebuah kafe yang ada disekitar tempat wisata tersebut.


Mereka tampak sangat antusias membicarakan wahana-wahana yang baru saja mereka mainkan, termasuk kejadian-kejadian lucu yang terjadi.


"Cinta, besok aku berangkat ke Dhahran."


ujar Raffa tiba-tiba.


Cinta yang sedang tertawa terdiam seketika, kemudian menatap Raffa dengan tatapan bingung.


"Aku akan menetap di Dhahran selama satu tahun. Tapi sebelum aku pergi, ada hal yang harus aku katakan kepada kamu."


Wajah Raffa tampak serius.


"Apa?"


Tanya Cinta dengan wajah penasaran.


"Kamu sudah melihat video itu sampai akhir?"


Tanya Raffa.


"Ya, terus apa hubungannya dengan video itu?"


Cinta tampak bingung.


"Sosok misterius yang kusebut di akhir video,


orang itu adalah kamu."


Cinta tertegun, namun dia belum sepenuhnya mengerti.


"Jaga diri kamu dah hiduplah dengan baik. Aku tidak ingin mengikat hati kamu dengan harapan-harapan palsu, tapi aku harap saat aku pulang nanti masih ada tempat di hati kamu untukku."

__ADS_1


Cinta hanya terdiam dan menunduk dalam, mencoba memahami maksud perkataan Raffa


__ADS_2