Cita Cinta

Cita Cinta
Episode DuaPuluhDelapan


__ADS_3

Raffa sudah tiba di Dhahran dengan selamat.


Dia langsung menuju ke kilang milik ayahnya untuk mengecek lokasi terjadinya ledakan.


Setelah itu Dia langsung ke kantor dan mulai mengecek semua laporan dan mempelajarinya.


Dia bahkan belum beristirahat setelah perjalanan panjang.


Setiap hari dia bekerja siang malam, mencoba melobi beberapa investor asing untuk menanamkan modal. Dia bahkan berusaha mencari alternatif lain jika rencananya gagal, dengan cara melobi kakeknya sendiri.


Meskipun mereka adalah keluarga dan Raffa adalah pewaris tunggal pertambangan miliknya, namun sang kakek tetap bersikap profesional dalam bisnis.


Berbulan-bulan sudah, Raffa pergi dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain untuk menemui investor asing yang bersedia menanamkan modal di perusahaan tambang minyak milik ayahnya.


Dan akhirnya,


Usahanya membuahkan hasil. Tentu saja itu juga tak lepas dari dukungan dan peran serta sang kakek.


Perlahan-lahan perusahaan kilang minyak milik ayahnya kembali bangkit. Dan itu semua berkat usaha keras mereka, termasuk para karyawan yang rela bekerja lebih ekstra demi menyelamatkan perusahaan yang hampir tumbang.


Sembilan bulan berlalu, akhirnya Raffa berhasil mengembalikan kejayaan perusahaan milik ayahnya lebih cepat dari waktu yang dia janjikan.


Dia bahkan sudah membuat kemajuan pesat.


Tugasnya telah selesai, dan dia bisa bernapas lega.


"Ayah gak menyangka kamu berhasil melakukan semua ini nak. Ayah bangga, ternyata jiwa bisnis kamu bahkan lebih baik dari ayah."


Ucap tuan Jaffar saat Raffa sedang berada diruangannya.


"Karena situasinya sudah kembali pulih, ayah gak lupa kan dengan janji ayah?"


tuan Jaffar tersenyum tulus.


"Raffa, ayah tahu kamu adalah orang yang sangat keras kepala. Tapi saat itu, ayah memang tidak punya pilihan. Ayah bahkan tidak bisa berpikir sejernih kamu saat menghadapi semua persoalan yang terjadi. Yang ayah pikirkan saat itu hanyalah bagaimana caranya untuk menyelamatkan nasib karyawan perusahaan kita.


Maafkan ayah jika kamu berpikir ayah egois."


Ucap tuan Jaffar.


"Sudahlah, setidakmya sekarang keadaan sudah stabil."


balas Raffa.


"Kembalilah ke Indonesia, ayah yakin kamu pasti merindukan seseorang disana."


Ujar tuan Raffa sambil menepuk pundak putranya.


*****


"Cin, udah ada kabar dari Raffa?"


Tanya Jihan.


saat itu mereka sedang nongkrong di kafe langganan mereka.


Tak terasa sudah sembilan bulan waktu berlalu,


dan mereka sudah memasuki semester ketiga.

__ADS_1


Cinta mengangkat bahu.


"Lagian emang aku siapanya dia.."


Jawab Cinta dengan enteng.


"Ya, kali aja kan diam-diam selama ini kalian komunikasi. Masak iya sih Raffa menghilang begitu aja."


Balas Fitri.


"Entahlah, tapi memang nyatanya selama ini sama sekali gak pernah ada kabar apapun."


jawab Cinta meyakinkan.


"Tapi, kamu masih menyimpan barang-barang pemberian dia kan?"


Tanya Jihan.


"Ya masih lah, itu kan amanah. Tanggung jawabnya bukan cuma di dunia, tapi sampe akhirat."


jawab Cinta.


"Eh, ngomong-ngomong kamu sama Rian gimana? Kayaknya dia makin dekat aja tuh sama kamu."


ujar Fitri.


"Nah, iya bener tuh. Apalagi belakangan ini aku lihat kayaknya dia tuh perhatian banget sama kamu. Jangan-jangan, dia suka sama kamu kali tuh.."


Timpal Jihan.


"Mulai deh ngaco.. Aku sama dia itu cuma teman, gak lebih."


jawab Cinta.


"Tapi nih ya, aku lebih dukung kalo kamu sama Rian sih. Daripada sama Raffa, wujudnya aja sekarang gak nyata."


Ucap Fitri.


"Yes, bener banget."


Dukung Jihan.


"Kalian ini bahas apa sih. Udah ah, aku mau balik kampus dulu, ada rapat sama temen-temen Rohis. Mau bahas rencana kegiatan pengajian mingguan."


Ucap Cinta yang kemudian ngeloyor pergi.


"Fit, menurut kamu Raffa bakal balik lagi gak?"


Tanya Jihan saat Cinta sudah pergi.


"Entahlah, aku gak yakin sih kayaknya. Coba aja bayangin, sembilan bulan sama sekali gak ada kabar. Ini jaman udah canggih kali. Dia bisa chat lewat akun Facebook kah, dm ig kah, whatsapp kah.. Tapi ini, sama sekali gak ada?


Fix, dia mah gak bakal balik."


jawab Fitri.


"Atau jangan-jangan dia kecantol sama cewe Arab, terus nikah dan tinggal disana. ya, dia kan emang keturunan Arab. Ayahnya juga aslinya warga negara Arab. Kali aja kan.."


timpal Jihan.

__ADS_1


"Yaudah sih, kok kita jadi bahas dia. Yuk balik."


Kemudian Fitri dan Jihan meninggalkan kafe tersebut.


Keesokan harinya, mereka beraktifitas seperti biasa.


"Eh, kantin yuk. Laper..."


Ucap Jihan. Saat itu mereka sedang tidak ada jam kuliah karena dosen yang seharusnya mengajar sedang sakit.


"Yaudah yuk."


Jawab Fitri dan Cinta bersamaan.


Saat sedang menikmati seporsi bakso kosong di kantin kampus,tiba-tiba ponsel Cinta berdering.


Telepon dari pamannya di kampung.


"Assalamualaikum paman.. Paman sehat?"


Sapa Cinta sesaat setelah menjawab telepon.


"Waalaikumsalam nak. Alhamdulillah, paman dan bibi disini sehat. Kamu sehat disana nak?"


Tanya Paman.


"Alhamdulillah, Cinta juga sehat paman."


Jawab Cinta.


"Nak, apa kami bisa pulang akhir minggu ini? Ada hal yang sangat penting."


Nada suara paman terdengar serius.


"Em.. Insya Allah paman, Cinta akan usahakan. Tapi, ada hal penting apa paman?"


Tanya Cinta.


"Paman akan jelaskan saat kamu pulang nanti. Ini menyangkut masa depan kamu. Nanti paman akan transfer uang untuk kamu beli tiket pesawat."


Jawab paman.


Cinta mengernyitkan kening.


"Yaudah, Insya Allah Cinta usahakan pulang akhir minggu ini paman. Cinta masih ada tabungan kok, paman gak perlu kirim uang."


jawab Cinta.


Sebenarnya, selama ini paman sering mentransfer uang ke rekening Cinta. Namun Cinta tidak pernah menggunakannya untuk kepentingan pribadi.


Dia hanya menggunakan uang itu untuk keperluan mendesak.


" Kenapa Cin? Kok kayaknya muka kamu serius banget? Paman sama bibi kamu sehat kan?"


tanya Jihan.


"Entahlah, barusan paman memintaku pulang akhir minggu ini. Katanya ada hal penting yang ingin dia sampaikan, dan ini berhubungan dengan masa depanku."


jawab Cinta.

__ADS_1


Fitri dan Jihan saling berpandangan tak mengerti.


__ADS_2