Cita Cinta

Cita Cinta
Episode Sebelas


__ADS_3

Malam itu Cinta baru saja tiba dirumah setelah bekerja part time sebagai kasir di salah satu mall terbesar di ibukota.


Wajahnya tampak lelah setelah dua hari sebelumnya dia tak bisa tidur dengan nyenyak.


"Assalamualaikum.."


Cinta membuka pintu dengan kunci cadangan yang sengaja dia bawa. karena dia selalu pulang larut malam dan tidak ingin mengganggu penghuni rumah.


Cinta segera menuju ke kamarnya. Namun saat melewati kamar tante Kartikha, sayup-sayup dia mendengar lantunan ayat suci dibacakan dengan suara yang sangat merdu dan menggetarkan jiwa dan menenangkan hati siapapun yang mendengarnya.


"Masya Allah.. lantunan ayat suci ini membuatku tenang .."


Gumam Cinta.


Perlahan dia mencoba membuka pintu yang ternyata tidak dikunci.


Dari balik pintu dia melihat Tante Kartikha yang tengah mengaji.


Cinta masuk kedalam kamar itu, kemudian duduk di sisi ranjang tepat dibelakang tante Kartikha.


Entah sampai berapa lama Tante Kartikha mengaji, hingga tanpa sadar Cinta ketiduran.


Usai mengaji Tante Kartikha (atau sekarang kita bisa sebut ibu) merapikan mukenah dan sajadahnya, kemudian meletakkan Al-Qur'an yang dia baca di atas nakas.


Saat akan berbaring di ranjang, Ibu melihat Cinta yang sudah tertidur pulas dengan masih menggunakan seragam kerja.


"Ya ampun Cinta.. sampe ketiduran disini.. kasihan, pasti dia sangat lelah.."


Gumam Ibu.


dengan perlahan Ibu membenahi posisi tidur Cinta, kemudian menutup tubuhnya dengan selimut hingga batas dada.


"Mas.. seandainya kamu masih ada.. pasti kamu akan bersikeras meminta anak ini berhenti bekerja dan fokus dengan kuliahnya.. Kamu tau mas, dia sudah memanggilku Ibu.. Dia sudah menjadi anak kita mas.. Dia anak kita.."


Ibu meneteskan airmata.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Azan subuh berkumandang, Cinta terbangun dari tidurnya.


saat dia sadar, dilihatnya disekitarnya.


"eeh.. ini bukan kamarku.."


gumamnya.


Dilihatnya tepat di sampingnya Ibu masih tertidur pulas.


dipegangnya tangan wanita paruh baya tersebut sembari dibangunkannya dengan perlahan.


"Bu.. bangun bu.. Shalat Subuh dulu.."


Ibu mengerjapkan mata dan tersadar.


Setelah membersihkan diri, Cinta dan Ibu melaksanakan shalat subuh berjamaah.


Usai shalat subuh, Cinta langsung menuju dapur hendak memasak sarapan untuk mereka.


Tak lama kemudian Ibu menyusul.


"Kamu masak apa nak..?"


tanya Ibu sambil mengambil gelas untuk minum.


"aku masak ayam rica-rica sama tumis kangkung bu..


Ibu pasti ketagihan.. waktu aku masih dikampung, paman sama bibi paling suka kalo aku masakin itu.. makannya sampe nambah-nambah.."


jawab Cinta dengan senyum mengembang.


Ibu ikut tersenyum melihatnya.


"Paman dan bibi kamu pasti sangat bahagia.. mereka sangat beruntung mempunyai keponakan seperti kamu.."


Ujar Ibu.


Cinta menggeleng keras.


"Justru aku yang sangat beruntung punya paman dan bibi seperti mereka bu.. sejak orangtuaku meninggal, mereka merawat dan membesarkanku layaknya anak sendiri. dan sekarang Allah menambah kebahagiaan itu setelah aku dipertemukan dengan Ibu dan almarhum ayah.."

__ADS_1


jawab Cinta.


Ibu terharu mendengar ucapan Cinta.


*Gadis ini sangat lugu.. sekilas dia terlihat seperti gadis belia pada umumnya.. tapi entah kenapa dia selalu membuat orang-orang disekelilingnya merasa tenang dan damai.


setelah makanan selesai, Cinta menghidangkannya diatas meja.


"Cinta.. masakanmu ini sangat lezat.."


puji Ibu sambil mengacungkan jempol saat mencicipi masakan Cinta.


"Gimana, Ibu suka..?"


tanya Cinta.


"Kalo gini sih kita bisa buka restoran nih.."


Ujar Ibu sambil tersenyum, dan dibalas senyuman juga oleh Cinta.


"Cinta.. boleh Ibu mengatakan sesuatu..?"


Wajah Ibu tampak tenang.


"apa bu..?"


tanya Cinta yang masih menikmati sarapannya.


"Kamu.. benar-benar menganggap Ibu sebagai Ibu kamu kan..?"


"Kenapa Ibu tanya begitu..?


Bu.. sama seperti Ibu yang udah anggap aku sebagai anak Ibu, aku juga udah menganggap Ibu sebagai Ibuku.."


jawab Cinta sambil menggenggam tangan Ibunya.


"Kalau begitu, Ibu ingin meminta sesuatu sama kamu. permintaan seorang ibu terhadap anaknya.. apa kamu bersedia memenuhinya..?"


Ibu bertanya dengan serius.


"Bu.. apapun yang Ibu minta selagi aku mampu, Insyaa Allah aku akan berusaha untuk penuhi.."


"Cinta.. mulai sekarang, Ibu mau kamu berhenti bekerja dan fokuslah dengan kuliah kamu.."


Cinta tertegun mendengar permintaan Ibunya.


*Kalo aku berhenti bekerja, kekmana aku bisa membantu paman dan bibi di kampung.. tapi aku juga gak tega menolak permintaan ibu.. Ya Allah..hamba harus berbuat apa..


batin Cinta.


"Nak.. kamu bersedia kan menuruti permintaan Ibu..?"


Wajah Ibu tampak penuh harap.


"Bu.. aku butuh waktu untuk menjawabnya..


Ibu gak keberatan kan..?"


Ibu menggeleng perlahan.


"Yasudah.. Ibu gak akan memaksa kamu mengambil keputusan sekarang.. tapi, Ibu benar-benar berharap kamu bisa fokus dengan kuliah kamu.."


"Iya bu.."


jawab Cinta sambil mengangguk.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Pagi itu Cinta sudah tiba dikampus dan segera mencari Raffa.


dia ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan yng diberikan Raffa semalam. Namun ternyata butuh waktu lama untuk mencarinya terlebih karena Cinta tidak tahu dia di fakultas mana.


"Apa ku tanya ke Fitri atau Jihan aja ya..?


barangkali mereka tau.."


gumam Cinta.


Cinta berbalik hendak menuju kelas, namun tiba-tiba dia menabrak dada seseorang.

__ADS_1


"Hoii.. kalo jalan itu lihatnya kedepan, bukan kebawah.. gak ada koin jatuh juga.."


Ujar orang yang ditabrak Cinta sambil mendengus kesal.


"Ya salah sendiri.. punya badan kayak tiang sutet.."


Balas Cinta tak kalah ketus.


"Astagaa.. Udah cebol, malah ngatain.."


Cinta yang merasa tak terima dibilang cebol langsung mendongak, dan ternyata orang yang dia tabrak adalah Raffa.


"Oh.. Hai.."


Cinta menyapa Raffa sambil tersenyum canggung


*Astagaa... bodohnya aku.. padahal nyariin dia daritadi mau bilang makasih untuk semalam, eh malah aku ngatain dia tiang sutet.. kadang bibirku terlalu jujur


batin Cinta.


"Ngapain senyam senyum gitu..? aku gak akan tergoda sama gadis cebol.."


Kemudian Raffa berlalu dengan angkuhnya.


"Yasalammm... ada yaa orang yang kekgitu.. padahal tadinya niat mau bilang makasih.. tapi gak jadilah, kutarik lagi kata makasihnya meskipun belum terucap.."


gumam Cinta yang tampak dongkol.


Jam perkuliahan telah usai, Cinta berniat kembali menemui Raffa untuk meminta maaf.


meski ternyata mereka ada di fakultas yang sama, namun lagi-lagi Cinta harus kesulitan mencarinya.


"si tiang sutet itu kemana coba.. udah dicariin kesemua kelas gak kelihatan batang hidungnya.. bahkan dia juga gak ada diruang lab dan ruang dekan.. padahal kan hukumannya masih berjalan.."


Gumam Cinta


"Coba aku cari digudang deh.. kali aja dia lagi bingung bedain antara sapu sama kemoceng.."


Kemudian Cinta berjalan menuju gudang yang sudah terbuka. Dan ternyata benar saja saat itu Raffa sedang berada didalam gudang dengan kondisi yang apes : tertimpa tangga besi.


"Laah.. ditimpuk sama kembaran.."


Ledek Cinta


"Hoii cebol.. bantuin..!!"


Raffa tampak kesulitan berdiri untuk mengangkat tangga besi tersebut karena kakinya terkilir akibat tertimpa.


Cinta membantu Raffa mengangkat tangga besi tersebut, dan mengembalikannya ke tempat semula.


kemudian Cinta menyodorkan ujung tongkat kemoceng ke arah Raffa.


"Buat apa..?"


Tanya Raffa heran.


"buat bantu kamu berdiri.."


Jawab Cinta dengan polosnya.


"Astagaa... kamu niat bantuin gak sih sebenarnya.."


Raffa menggeram.


"Yaa niat lah.. kalo gak niat ngapain aku ada disini coba.."


Dengan terpaksa Raffa mengalah kemudian meraih ujung batang kemoceng tersebut untuk membantunya berdiri.


Cinta berusaha menariknya sekuat tenaga. Namun karena perbedaan postur tubuh yang sangat jauh, ditambah lagi Raffa adalah seorang pria tetap saja Cinta kalah tenaga dan akhirnya malah terjatuh menimpa tubuh Raffa.


Dengan sigap Raffa menopangkan tangannya di lantai agar kepalanya tidak terbentur, dan mereka berakhir dengan posisi yang awkward.


dan yang lebih parahnya, kini kedua pergelangan tangan Raffa juga ikut keseleo karena salah posisi.


"Maaf.. tunggu sebentar biar aku minta bantuan.."


Cinta langsung berdiri dan pergi begitu saja dengan wajah yang bersemu merah.


"Astagaaa.. dasar cewek cebol.. ini sih bukan bantuin namanya, tapi justru menambah penderitaan.."

__ADS_1


gumam Raffa.


__ADS_2