Cita Cinta

Cita Cinta
Episode DuaPuluhSatu


__ADS_3

"Yaelah, nih anak PJ mulu."


Balas Fitri sambil mencubit pipi Jihan yang memang agak tembem.


"Sakit tau."


protes Jihan sambil memegangi pipinya yang memerah akibat cubitan Fitri.


"Eh tapi kok aneh ya, ada angin apa tuh si Raffa kok baik banget sama kamu? Padahal nih ya, dikampus ini dia terkenal arogan dan selalu bersikap dingin sama cewe-cewe yang deketin dia. Contohnya tuh, si kakak senior."


Gumam Fitri.


Cinta mengangkat bahunya sambil tersenyum.


"Ya, mungkin dia udah tobat."


jawab Cinta sambil tersenyum.


"Atau mungkin dia memang suka sama kamu. Iya, mungkin aja kan."


balas Jihan.


"Ya gak mungkinlah.. siapalah aku yang hanya rakyat jelata ini, mana layak disandingkan dengan pangeran."


balas Cinta sambil tersenyum sumringah.


"Tapi mungkin aja sih, kayak cerita dongeng Cinderella atau Upik Abu gitu.."


jawab Jihan yang dibalas anggukan tanda setuju oleh Fitri.


"Tapi nih ya, ini seandainya aja loh ya. Seandainya pun memang kalian bener jadian, kamu harus hati-hati sama kakak Senior itu tuh.. Yang ngejar-ngejar Raffa. Siapa ya namanya? Andara, Indira, Ya itulah pokoknya.."


Ucap Fitri.


"Fitri.. Melarut lah kau ni. Macam takde benda lain nak cakap."


Jawab Cinta dengan logat khas melayunya.


Fitri dan Jihan tertawa geli melihat Cinta yang sudah mulai kesal.


Saat jam istirahat ketiga sahabat itu sedang menikmati bakso kosong di kantin kampus.


Tiba-tiba saja seseorang menghampiri mereka.


"Kamu yang namanya Cinta ya? Bisa kita bicaea sebentar?"


Indira duduk di hadapan Cinta yang sedang menikmati makanannya.


"Yaudah sih ngomong aja."


Jawab Cinta dengan santai.


"Oke, aku langsung to the point aja ya Cinta. Tolong jangan terlalu dekat dengan Raffa. Kamu tahu gak, karena kejadian pagi tadi banyak orang yang menggosipkan kalian."


Cinta menatap Indira dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Jadi kamu belum dengar? Banyak orang yang bergosip miring tentang kamu karena kejadian tadi pagi. Mereka bilang kamu perempuan gampanganlah, kerudung dusta lah. Aku bicara seperti ini karena aku peduli sama kamu."


Ucap Indira.


"Siapa yang berani membuat gosip murahan seperti itu?"


Tanya Raffa yang tiba-tiba muncul sambil menatap tajam pada Indira.


"Ehm.. Raffa, yaa aku juga gak tau. Aku cuma dengar desas-desus itu, karena tadi pagi banyak yang lihat kalian datang sambil bergandengan. Tentu aja banyak orang yang berspekulasi miring, terutama pada Cinta. Selama ini kan Cinta dikenal sosok yang alim dan taat ibadah."


Jawab Indira yang berusaha bersikap normal, meski dia mulai gusar.


Sementara Cinta hanya menunduk merasa malu.


Biar bagaimanapun yang dikatakan Indira itu benar.


Bagaimana bisa dia seceroboh itu membiarkan Raffa menggandeng tangannya.


"Aku hanya membantunya berjalan, karena pergelangan kakinya cedera dan dia kesulitan berjalan. Jadi, dimana salahnya?"


jawab Raffa dengan datar.


"Ya, tapi tetap aja kan gak enak dilihat orang Raf."


Balas Indira.


Raffa menarik napas dalam.


"Kalau begitu katakan pada orang-orang yang membuat gosip miring itu, aku dan Cinta memang pacaran dan akan segera menikah. Bila perlu, aku akan menggelar resepsi mewah dan mengundang seluruh penghuni kampus ini."


"Raffa!"


Cinta mendelik pada Raffa.


Namun Raffa justru masih menatap Indira dengan sorot mata tajamnya.


"O-oh. Ya-ya baguslah. Ya, bagus kalau memang kalian akan menikah."


Jawab Indira yang kemudian langsung pergi begitu saja.


Sementara Jihan dan Fitri masih tampak terperangah mendengar perkataan Raffa tadi.


"Raffa. Kamu apa-apaan sih? Sejak kapan kita pacaran? Jangan ngaco ya kamu!"


Omel Cinta yang tampak sangat kesal.


Raffa hanya mengangkat bahu, kemudian pergi meninggalkan Cinta dan sahabat-sahabatnya.


"Jadi, kalian benar berpacaran?"


Ucap Fitri dengan tatapan menyelidik.


"Dan kalian akan segera menikah?"


Timpal Jihan yang juga menatap dengan tajam pada Cinta.

__ADS_1


"Ini semua salah paham. Sumpah, aku gak pacaran sama Raffa.."


Jawab Cinta berusaha menjelaskan.


"Tapi barusan jelas-jelas Raffa mengakuinya."


Ucap Fitri dan dibalas anggukan oleh Jihan.


*Ya Allah.. Situasi macam apa ini. Raffa, apa sih mau kamu sebenarnya? Kenapa kamu membuatku dalam situasi ini.


Batin Cinta.


Berita tentang Raffa dan Cinta langsung saja merebak di seluruh penjuru kampus.


Terlebih lagi pengakuan itu datang langsung dari Raffa.


Berbagai spekulasi pun mulai bermunculan.


Bagi para wanita yang menggilai Raffa, tentu saja mereka menjadikan Cinta sebagai kambing hitam.


"Paling juga emang cewenya yang ganjen."


"Gak nyangka ya, tampang alim tapi kelakuannya murahan."


Banyak mata yang mulai memandang Cinta dengan sinis, bahkan beberapa diantaranya secara langsung menyindir Cinta dengan kalimat sarkas.


Fitri dan Jihan yang tidak tega melihat sahabatnya menjadi sasaran empuk para wanita pemuja Raffa diam-diam menemui pria itu.


"Raffa, tolong jawab dengan jujur. Apa kamu benar akan menikah dengan Cinta?"


Tanya Fitri.


"Menurut kalian?"


Tanya Raffa dengan enteng.


"Raffa, tolong hentikan ini semua. Kamu gak kasihan sama Cinta?"


Ucap Jihan.


"Sejujurnya, kami gak keberatan kalo emang kalian ada hubungan spesial. Yapi kalo itu justru membuat Cinta dimusuhi oleh banyak orang dan menjadi bulan-bulanan, kami gak terima."


Timpal Fitri.


"Jadi, kalian mau aku melakukan apa?"


Tanya Raffa sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Kamu yang membuat kekacauan, seharusnya kamu juga yang membereskannya. Pokoknya kami gak mau Cinta di bully gara-gara kamu."


Jawab Jihan.


"Kalau begitu, bujuklah dia untuk menikah denganku. Cuma itu solusinya."


Jawab Raffa sambil meninggalkan Fitri dan Jihan.

__ADS_1


__ADS_2