
.
.
.
"Kevin." panggil Luna. Gadis itu masih berusaha berbiacara dengan kekasihnya yang sedang jealous mode on ini." laper." Lanjutnya.
Laki-laki itu hanya melirik singkat sebagai tanda bahwa ia mendengarkan dan merespon gadisnya. Mobilnya ia arahkan ketempat makan favorit Luna. Meski laki-laki itu sedang marah ia tidak bisa membiarkan gadisnya kelaparan.
Dari tiga tahun lalu, apapun yang diinginkan Luna ia akan selalu mewujudkannya tak peduli seberapa susah dan bagaimana kondisinya. Asalkan permintaanya bukan menuju perpisahan maka Kevin akan lakukan itu tanpa pikir panjang akan mewujudkanya.
Setelah sampai direstoran favorit Luna, Kevin membuka pintu kemudi dan hendak keluar dari mobil. Namun gerakanya terhenti saat Luna meraih tangannga. Laki-laki itu menatap heran kekasihnya.
" udah nggak laper. Pulang ajak yuk yank."Ujar Luna. Laki-laki disampingnya ini mengerutkan dahi lalu melayangkan pandangan tidak suka pada kekasihnya.
"Emang kamu makan apa? Tadikan kamu nggak sarapan terus siang kamu juga belum makan. Sekarang bilang nggak laper? Kamu pikir aku percaya?"
Laki-laki itu menghela nafas panjang saat Luna hanya bisa menunduk. Tangannya meraih kepala gadis itu lalu mengusapnya lembut.
"sorry dear, kamu tahukan aku cemburu. Jangan siksa diri kamu sediri, kamu harus makan ya?"
Luna tersenyum diam-diam. Baginya mudah sekali membuat kekasih tersayangnya ini luluh, cukup buat wajah seolah-olah ingin menangis maka Kevin akan dengan sendirinya luluh.
Segala bentuk kemarahan atau kesalahan akan langsung musnah kala melihat wajah sedih Luna.
"ayo turun, kita makan."
"tapi jangan cuekkin aku." Kevin mengangguk lalu mengajak Luna turun. Mereka berjalan bergandeng tangan dengan senyuman timbul diwajah Luna.
Gadis itu langsung menarik tangan Kevin untuk duduk di dekat jendela. Tempat yang sangat strategis karena gadis itu bisa melihat pemandangan luar.
"Silahkan mau pesan apa?" seorang waitress bertanya. Kevin menatap kekasinhya yang sedang asyik dengan pemandangan sekitar. Hal yang selalu dilakukan Luna saat gadis itu sedang disini.
Kata Luna melihat pemandangan jalan dengan banyak mobil berlalu lalang membuatnya tenang. Entah apa alasannya Kevin juga tidak tahu. Gadis itu hanya bilang jika ia tenang melihat mobil berlalu Lalang.
__ADS_1
"sayang." panggilan Kevin membuat Luna menoleh," eat your food and ready for your punishment." Ujar Kevin. Luna bergidik ngeri kala membayangkan 'hukuman yang tentunya sangat-sangat tidak disukainya.
Gadis itu mulai memakan makananya yang sudah tersaji didepanya. Ia tidak sadar berapa lama melamun hingga di depannya sudah ada makanan. Bahkan kapan Kevin memesan makanan saja ia tidak tahu.
Sementara laki-laki di depan Luna tersenyum menatap wajah kekasihnya yang lahap memakan makanannya. Meski wajahnya menampilkan senyum lembut, otaknya memikirkan 'hukuman' yang akan di dapatkan gadisnya.
🌺🌺🌺
"jangan gangguin aku dong."
Suara protesan seorang gadis terdengar kala seorang laki-laki memeluknya dari belakang dengan tiba-tiba.
Gadis itu menggeliat agar kekasihnya melepaskan tubuhnya. Namun sepertinya sia-sia, laki-laki itu malah semakin mengeratkan pelukannya dan meletakkan kepalanya pada puncak kepala gadisnya.
"jangan mulai lagi, aku capek Kev."
Luna merengek. Kekasihnya itu sudah membuatnya sangat Lelah dari tadi dan dia ingin menambahnya? Membuatnya semakin Lelah?
Kevin mengecup puncak kepala Luna lalu menurunkan kepalanya pada pundak gadisnya itu. Pelukannya semakin mengerat. Dihirupnya aroma menenangkan dari tubuh gadisnya, aroma yang selalu bisa membuatnya terbuai dan merasa nyaman.
"sakit!" Luna memekik saat Kevin mengigit pipinya gemas. Laki-laki itu menghindar saat Luna sudah mengacungkan spatula bersiap memukul kekasihnya yang gila itu. Kevin tertawa lepas kala melihat wajah penuh kekesalan milik kekasihnya.
Meski gadis manja itu hanya tiga kali 'menyentuh' dapur tapi masakannya tidak bisa di ragukan.
Meski gadis manja itu hanya tiga kali 'menyentuh' dapur tapi masakannya tidak bisa diragukan.
Jika kalian bertanya kenapa hanya tiga kali Luna memasak ? Jawabannya karena sang tuang putri merupakan the heirs keluarga Willyam yang terkenal akan kekayaannya tentu saja tidak diizinkan menyentuh dapur. Dari kecil sudah terbiasa dilayani, tentu saja sang putri tidak pernah menyentuh dapur.
Pertama kali menyentuh dapur karena ingin membuatkan makanan untuk kekasihnya setelah tahu makanan kesukaan Kevin dan itu terjadi sudah tiga tahun yang lalu.
Kevin yang dapat meraskan masakan pertama gadisnya tentu itu suatu kebanggan baginya. Ia bahkan menghabiskan makanan itu sangat cepat karena rasanya yang lezat.
Saat itu gadisnya juga bercerita ia akan memasakkan Kevin apapun asal bukan nasih yang penuh dengan sayuran karena baginya itu sangat menjijikkan jika itu masuk ke mulutnya.
Sejak itu Kevin sadar,Hukuman paling pas agar gadisnya kapok adalah membuat gadisnya memasak sayuran sebannyak mungkin.
__ADS_1
"kamu mau?"
Kevin tergelak seketika saat gadisnya mendelik sinis dan berjalan menjauhinya. Gadis itu meminum banyak air putih untuk menghalau rasa ingin muntah saat melihat Kevin menyodorkan sesendok penuh sayuran padannya.
Dari tadik ia harus menahan rasa mual kala memegang, memotong, dan memasak sayuran berbagai jenis itu. Gadis itu sudah berusaha selama tiga tahun agar tidak membuat kekasihnya harus menghukumnya tapi apa daya, kejadian itu tidak di dugannya.
"sok-sokan mau muntah, biasannya aku buatin bekal sama sayur kamu makan juga."
"itu cuma satu macam dan enggak sebanyak itu ya."
"halahh alesan aja kamu. Kamu mau caperkan ke aku?"
"heey! Laki-laki kardus! Aku makan sayur karena paksaan kamu yahh!"
Luna melenggang pergi menaikki tangga menuju kamar kekasihnya. Ia meninggalkan laki-laki yang sedang tertawa puas itu di meja makan. Bibir gadis itu mengerucut sebal.
"Jangan lupa buatin nasi goreng. Jangan tambahin sayur juga." Luna berteriak.
Sesampainya dikamar Kevin, gadis itu menghempaskan tubuhnya ke ranjang king size milik Kevin. Aroma khas Kevin memejamkan mata dan menghirup aroma itu sebanyak-banyaknya. Aroma yang sangat menenangkan.
Tidak lama terdengar suara pintu terbuka. Kevin masuk kekamarnya diikuti seorang maid yang membawa nampan. Nampan itu kemudian di letakkan di meja depan tempat tidur atas perintah Kevin dan maid pergi.
Kaki panjang Kevin membawannya mendekat kearah ranjang. Gadis tengah terbaring terlentang sambil menutup matanya, kebiasaannya saat sudah menyentuh ranjang Kevin. Tangan kekar Kevin meraih tubuh gadisnya lalu menggendongnya di depan.
Dengan hati-hati ia menurunkan gadis itu agar duduk di sofa. Gadis itu membuka matanya. Tatapan senyum menandakan betapa lelahnya dia saat ini.
"Maaf kamu jadi kelelahan gini." Kevin mengusap kepala Luna pelan." sekarang kamu makan."
Dengan telaten Kevin menyuapkan nasi goreng buatannya pada Luna. Tentu saja gadis itu menerima dengan senang hati. Nasi goreng buatan Kevin adalah nasi Goreng terenak yang pernah dia makan.
"*I love you so much Kevin Reviandra Willyam."
"I love you too Clarissa Aluna Quensha."
â†â†â†
__ADS_1
Janga lupa di suka dan di komen yahh☺
Sekian dulu yah*!