Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)

Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)
DelapanBelas#


__ADS_3

.


.


.


Amerika serikat.


Pesawat pribadi milik Alexander Brian Zacry sudah tiba di Amerika setengah jam yang lalu. Pria penuh aura kelam itu membawa Kevin dan Adik kesayangannya menuju mansion mewah miliknya.


Di mansion miliknya ini, semua orang telah bersiap menyambut tuan mereka. Sesuai perintah Alex, mereka telah bersiap menyambut nona kesayangan tuannya. Mereka semua sangat antusias menyambut sang Nona yang ramah dan murah senyum.


"Ayo masuk."Ujar Alex. Pria itu mengajak adikny beserta kekasih sang adik masuk ke Mansionnya. Mansion ini berdirih dengan kokoh dan sangat mewah dengan fasilitas super mewah.


Awalnya pria itu ingin memeluk pinggang adiknya dan membawanya masuk namun singa galak itu tidak pernah melepaskan tanganya sedikitpun dari Luna. Alex berjalan dengan angkuh masuk ke mansion miliknya.


"Stupid girl! What are you doing huh?!"


Alex berbalik melihat Kevin yang marah-marah pada seseorang. Kaki panjang pria itu menghampiri Kevib yang tengah memeluk kekasihnya.


Mata laki-laki itu menyorot tajam kearah perempuan yang menunduk didepannya.


"What happens Kev?" Ujar Alex. Kevin menoleh dan menatap kesal kearah pria sialan itu.


"Pelayan sialan ini hampir saja membuat gadisku terjatuh. Dimana kau memungutnya? Tidak berguna." Ujar Kevin sinis. Matanya masih menatap tajam perempuan yang menunduk takut di depannya.


Arrghhh ... Ia sangat benci saat gadisnya terluka. Siapapun tidak berhak membuat Luna terluka sedikitpun. Emosinya langsung memuncak seketika saat ini.


Ia akan membalas setiap luka yang diterima gadisnya itu tanpa terkecuali.


"Bukannya kau sakit Sarah? Kenapa berkeliaran?" ucap Alex. kini pandangan pria itu kembali kesepasang kekasih di depannya." Kalian istirahtlah. Pelayanku akan mengantar kalian."


Kevin dan Luna mengikuti seorang pelayan yang berjalan di depan mereka. Tangan posesif Kevin terus bersarang di pinggang gadisnya.


"Menurutmu, gadis tadik siapa Kev?"


"Pelayan lah sayang."


"Kevin!" tangan Luna melayang mencubit pinggang kekasihnya gemas. Mana mungkin perempuan yang di perlakukan special oleh iblis seperti Alex adalah pelayan.


Selama ini ia mengenal kakanya itu, ia sangat paham bagaimana Alex memperlakukan seseorang. Meski pria itu menutupi tindakannya tapi Luna tahu bahwa perempuan yang tidak sengaja menabraknya pasti orang Special.

__ADS_1


"Ini kamar nona dan disebelah kanan kamar tuan muda." ujar pelayan yang mengantar mereka tadi. Pelayan itu menghentikan aksi konyol sepasang kekasih di depannya ini.


Pelayan itu menunjukkan sebuah kamar di sebelahnya. Pelayan itu pergi setelah sepasang kekasih itu mengucapkan terimah kasih.


"Istirahat sayang, kamu pasti capek. Night."Kevin mengecup kening gadisnya dengan sayang. Laki-laki itu juga tersenyum lembut menatap Luna dengan penuh cinta.


"Night Kevin." Balas Luna. Gadis berkacamata itu lalu masuk kedalam kamar yang sudah di persiapkan untuknya


Luna menatap kearah kamarnya. Seperti permintaannya, kamar ini di dekorasi sesederhana mungkin namun terasa nyaman. Kakiknya melangkah menuju keranjang. Tak lama setelah membaringkan dirinya disana, gadis itu tertidur.


 


🌺🌺🌺


 


Pagi ini kediaman Zacry tengah ramai, Sang tuang besar sedang dalam kondisi emosi. Ia bahkan bersumpah serapah pada seluruh pelayannya.


Seluruh penghuni mansion Alex berkumpul di ruang makan, kurang Luna karena ia masih tertidur. Kevin yang saat itu berada disana juga hanya duduk diam menikmati pemandangan saat sang Iblis murka.


Sungguh, melihat seseorang yang murka membuat Kevin merasa terhibur. Laki-laki yang juga di juluki iblis malah tersenyum miring mendengar makian Alex karena hal sepele.


"Aku mempekerjakan kalian disini bukan melakukan hal ceroboh seperti ini bodoh!! Jika nona yang memakan makanan sampah ini, bagaimana hahh?!"


"Hary, ada apa ini?" tanya Sarah. Perempuan cantik bergaun biru tua itu baru saja keluar dari dapur. Matanya menatap lembut kearah pria yang dilanda emosi ini.


"Kau bertanggung soal dapur Sarah! aku sudah bilang jangan pernah membuat masakan dengan bahan sayuran! Kau tuli?!" bentak Alex. Sarah hanya tersenyum dengan lembut mendengar bentakan itu.


Bentakan yang sudah sangat sering ia dapatkan dari sang tuan saat sedang emosi. Saat begini Alex tidak bisa di tentang, karena jika ada yang membalas ucapannya maka iblis itu tidak segan-segan menarik pelatuknya kekepala orang itu.


"Kenapa kau begitu ceroboh Sarah?!"


Tangan besar Alex mencengkram lengan mungil perempuan itu. Tak ada ringisan yang keluar dari mulutnya, hanya senyuman lembut nan menenangkan hati yang ia perlihatkan.


"Kaka ngapain?"


Sebuah suara menghentikan tindakan Alex yang hendak memukul perempuan mungil di depannya. Semua yang ada di meja makan menatap seseorang gadis bergaun biru di bawah lutut yang sedang berdiri di tangga.


Alex segera melepaskan cengkraman tangannya kala melihat sang adik yang berjalan menghampiri kearah mereka. Sementara Kevin berdiri dengan senyuman geli menatap sang iblis yang seketikah salah tingkah.


"Berisik banget. Tangannya mau ngapain tadi?"

__ADS_1


"Nggak ngapa-ngapain Princess."


"Bohong!"Luna seketika memasang ekspresi menyeramkannya. Tangannya ia lipat ke depan dada dan menatap datar ke arah kakanya.


Mafia dengn julukan iblis itu gelagapan kala melihat tatapan marah dari sang adik kesayangannya. Ia segera mendekati sang adik dengan senyuman mautnya.


Alex melongo saat sang adik menepis tangannya yang hendak meraihnya. Gadis itu menatap tajam sang kaka lalu berjalan melaluinya menemui Kekasihnya, Kevin.


"Ada apa ini Kev? Kenapa kaka marah-marah sepagi ini?" tanya Luna. Kevin melirik kearah si iblis yang makin gelagapan dengan senyuman miring.


Luna sudah menarik janji bahwa dihadapannya pria itu tidak akan berbuat kasar apalagi pada seorang wanita. Jika sampai Luna mengetahui itu maka gadis itu tidak akan mau bertemu Alex lagi.


Alex tentu saja takut jika sang adik akan menjauhinya. Saat Luna bilang akan menghilang maka gadis itu akan benar-benar menghilang tanpa bisa di lacak beradaanya. Pria arogan itu tentu saja tidak ingin hal itu terjadi.


"Karena pelayan memasak sayuran sayang. Kakamu yang emosian itu seketika marah dan bahkan akan memukul perempuan itu."Kevin menjawab sambil menunjuk Sarah.


Luna semakin mendelik kearah kakaknya mendengar ucapan Kevin. Alex dengan gaya santainya melangkah mendekati gadis berkacamata itu meski raut gelisahnya terlihat jelas.


"Kaka nggak mukul Sarah Princess. Mana mungkin kaka mengingkari janji padamu." ujar Alex


"Awas saja jika kaka berbohong. Aku akan pergi menyusul Mama."


"Jaga bicaramu!" Alex dan Kevin Berujar bersamaan karena ucapan ngawur Luna. Mata keduanya kini melotot kearah Luna yang terkejut mendengar paduan suara Laki-laki yang ada di hadapannya.


"Aku akan mengikatmu di kamarku jika kamu berani mengatakan hal seperti itu lagi. Jangan membuatku takut sayang."


Kevin memeluk erat gadisnya seakan takut ucapan gadis itu benar-benar terjadi. Kepalanya ia letakkan di bahu gadis itu.


Para pelayan segera membalikkan badan melihat adegan romantis di depannya. Mereka tidak berani menatap sepasang kekasih yang tidak tahu tempat itu.


Sementara Luna merasakan jantungnya berdebar kencang. Pelukan Kevin masih saja membuatnya berdebar begini tidak peduli bagaimana laki-laki yang di peluknya ini mengecewakannya.


Laki-laki ini sangat hebat, membuat Luna terjerat semakin jauh kedalamnya. Bukan jenis jeratan menyakitkan namun jeratan yang menyenangkan.


'He's mine! Batin Luna.


 


🌺🌺🌺


 

__ADS_1


Jangan lupa komen and vote yahh🙏


__ADS_2