Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)

Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)
DuapuluhDua#


__ADS_3

.


.


.


Suasana penuh ketengangan kini menyelimuti ruang kelas Luna. Ada yang berbeda dari gadis kesayangan sang ketua OSIS. Sejak kekasihnya pergi dari kelas Luna ia tiba-tiba memasang wajah datar tak bersahabat.


Dan satu lagi, gadis itu tidak lagi duduk bersama dengan Amira si cupu. Gadis itu lebih memilih duduk dibelakang sendiri.


Tidak satupun yang berani bertanya padanya karena wajah datarnya. Mereka merasa segan juga takut jika menganggu gadis kesayangan ketua Osis itu.


"Luna, kenapa kamu duduk disitu?"


Cukup Luna sudah muak. Apalagi di tambah Amira malah duduk disampingnya.


"Minggir!" Ketus Luna.


"Kamu ken-"


"GUE BILANG MINGGIR YA MINGGIR, LO TULI HAH?"


Pekikan kencang Luna membuat seluruh kelas menoleh kearahnya. Disampingnya Amira terkejut bukan main. Ia menatap gadis di depannya dengan mata berkaca-kaca.


Luna memutar bola matanya malas karena sikap menjijikan gadis di sampingnya. Ia berdiri dengan wajah datar berjalan keluar kelas. Tujuannya adalah perpustakaan.


Tidak habis pikir, bagaimana ada gadis memiliki muka setebal itu? Tidak tahu terimah kasih, sudah di tolong malah melakukan hal *****. Jangan salahkan Luna jika ia melakukan hal di luar batas.


Gelar fake nerd sudah ada pada dalam dirinya sejak sekolah disekolah lamanya. Gadis dengan dandanna cupu namun suka membully orang. Gadis berkacamata yang sangat mengerikan saat di otaknya bermain drama.


Di dalam perpustakaan, Luna memilih tempat paling pojok. Ia duduk di lantai dengan punggung menyandar pada dinding.

__ADS_1


Matanya terpejam namun otaknya memikirkan rencana balas dendam yang akan di lakukan pada mantan sahabatnya itu.


"Sayang." ujar seseorang. Gadis itu membuka matanya dan menatao datar laki-laki di depannya. Kevin mendekat dan menarik tangan Luna agar berdiri.


"Apaan sih?!" ketus Luna.


"Ikut aku dan kamu akan menemukan jawabannya."


"Jawaban apa?" Kevin tidak menjawab. Laki-laki itu hanya menarik gadisnya lembut.


Di koridor lantai atas di penuhi banyak siswa-siswi. Mereka menatap ke bawah tepatnya ke arah lapangan, seperti ada sesuatu yang menarik.


Mata Luna melotot setelah ia melihat kearah lapangan. Disana Amira terlihat berlari memutari lapangan. Yang menarik perhatian Luna dari gadis itu adalah tulisan' Gadis munafik perebut pacar orang.'


"Kamu kan?" tanya Luna. Matanya menatap wajah kekasihnya yang menyunggingkan senyum lebar.


"Iya." Jawab Kevin. Luna melotot tidak percaya. Setenang itu laki-laki ini menjawab? Ada apa dengannya.


"Memang aku pernah mengiyakan jika kami punya hubungan?" Luna hanya menggeleng.


Laki-laki itu hanya mengatakan bahwa Amira menyatakan cintanya namun ia menolaknya." Dia sudah terlalu banyak membuat airmata kesayangnya ini keluar. Jadi ini pembalasan yang tepat."


"Jadi aku salah paham selama ini?" tanya Luna. Gadis itu menatap kekasihnya dengan perasaan bersalah.


Selama ini ia selalu menganggap bahwa penghianatan itu terjadi. Secara sepihak dia menghakimi kekasihnya.


Gadis itu sudah marah besar pada laki-lakinya. Ia bahkan berniat mengakhiri hubungan mereka karena mengira bahwa Kevin selingkuh. Tapi nyatanya tidak. Hanya Amira yang menyukai kekasihnya itu.


Seharusnya dia paham sifat kekasihnya itu. Selam empat tahun mereka bersama dab laki-laki itu tidak pernah sekalipun menghianati Luna sebanyak apapun gadis itu yang tertarik padanya.


Dan Luna? Luna masih saja salah paham dengannya. Bagaimana dia bisa sebodoh ini?!

__ADS_1


"Tentu ini sepenuhnya salahku. Aku berbohong hingga kamu marah dan kesal. Aku tahu kemarahan kamu itu karena kamu sangat menyayangiku." Kevin mengelus rambut kekasihnya dengan sayang .


"Sebenarnya aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberikan pelajaran padanya. Kamu harus selalu ingat, selama ada aku, kamu tidak perlu mengotori tangan mungil ini." Senyuman lembut Kevin ia tampakkan pada kekasihnya.


"Melakuakan pembalasan itu tugasku sayang."Bisik Kevin. Gadis bekacamata itu menatap kekasihnya. Sungguh ia benar-benar telah salah. Airmatanya turun tiba-tiba.


Kevin mengeraskan rahangnya melihat airmata penganggu itu. Kenapa airmata itu malah muncul dan merusak wajah cantik gadisnya? Tangan mungil laki-laki itu mengusap airmata yang keluar.


"Aku minta maaf. Aku begitu kekanakan dan egois. Ak-"


"Itu sudah berlalu sayang. Sekarang waktunya bagian terbaik. Ayo turun."


Dengan mengenggam tangan gadisnya, laki-laki itu berjalan membelah kerumunan. Menuruni tangga dan sampai di lapangan.


Tepat saat mereka sampai, Amira telah berhenti berlari. Wajahnya di penuhi peluh dan airmata. Matanya menatap memohon pada Kevin yang melipat tangannya di depan dada.


Seorang pria berpakaian hitam datang dan memayungin Luna. Melingdungi gadis itu dari paparan sinar matahari yang mungkin saja bisa membuatnya pingsan. Sudah jelas jika pria itu adalah anak buah si laki-laki posesif.


Beberpa orang yang diketahui Luna sebagai anggota OSIS masuk ke lapangan. Mereka berdiri mengelilingi Amira namun masih menyisahkan ruang agar sang ketua OSIS dan kekasihnya bisa melihat.


"Apalagi sekarang?"


"Lihay saja."


Selama mengenal Kevin, baru kali ini gadis berkacamata itu melihat kekasihnya tersenyum sesadis ini. Biasanya saat sisi iblisnya menguasai, Kevin hanya memasang wajah datarnya.


Mata Luna membelalak terkejut. Apa-apaan ini?


🌺🌺🌺


**Puas nggak sama Part ini? puas dong😃

__ADS_1


Jangan lupa komen dan vote yang banyak yahhhhhhh🙏😘**


__ADS_2