
.
.
.
Sebuah mobil sport melaju dengan kecepatan cepat membelah jalanan. Di depan dan di belakangnya masing-masing dua mobil hitam mendampingi.
Didalam mobil sport itu ada Alex dan Luna. Gadis berkacamata itu menatap keluar jendela. Tidak ada airmata yang keluar kali ini. Ia sudah sangat siap pergi dari Indonesia, berada disini hanya akan membuat semakin stress.
"Shitt!"
Tiba-tiba Alex mengumpat. Luna menoleh pada kakaknya itu dengan kening berkerut heran.
"Kenapa kak?"
"Kekasihmu itu mengikuti kita Princess!"
Luna lantas menoleh kebelakang. Melihat mobil kesayangan kekasihnya itu mengikutinya. Mobil itu Kevin hanya gunakan ketika ia bersama Luna saja.
Mobil Kevin melaju kencang hingga berada di samping mobil Sport milik Alex.
"Hentikan mobilnya sekarang! Berani sekali kau ingin membawa kekasihku pergi." Teriak Kevin. Mobilnya melaju kencang menyamai mobil Sport Alex.
Pria disamping Luna hanya tersenyum mengejek pada Kevin hingga kekasih Luna itu semakin berada di puncak Emosi.
Tepat setengah jam yang lalu ia mendapat laporan bahwa gadisnya akan dibawah pergi ke Amerika. Tentu saja Kevin kalang kabut dikuasai emosi seketika mengetahui kabar itu.
Tak peduli akan segala resiko dan siapa yang akan dihadapinya nanti, ia nekat membawa mobil kesayangannya menyusul gadisnya yang dalam perjalanan ke bandara.
"Stop the car, bastrad!" Kevin berteriak kembali. Seperti sebelumnya, Alex hanya menganggap ucapan kekasih adiknya itu sebagai angin lalu.
Kevin yang merasa ucapanya tidak di dengar, laki-laki itu mengambil pistol di dashboard mobil. Tangannya membidik tepat roda mobil depan yang di bawah Alex. Tidak ada cara lain untuk menghentikan mobil sport itu.
Dorr↭
Tepat sasaran. Peluruh itu menembus roda mobil depan bagian kemudi. Mobil sport itu tidak terkendali karena rodanya yang di tembak tiba-tiba.
Kevin segera membatin stirnya hingga bertabrakan dengan mobil sport itu. Laki-laki itu mencoba menghentikan pergerakan mobil yang bergerak tidak stabil itu.
(Anggap saja ini mobil Alex dan Kevin yah😃)
Walau mobil itu bertabrakan. Tidak akan biarkan mobil itu kenapa-kenapa karena ada kekasihnya di dalamnya.
Tentu Kevin tidak segila itu untuk membuat kekasihnya terluka. Tujuannya hanya ingin mobil sport itu berhenti.
__ADS_1
"Sialan! kau ingin membunuh kami hah?"
Alex segera turun saat kedua mobil itu sudah berhenti. Ia menatap sengit kearah Kevin yang juga telah turun.
Beberapa mobil hitam berhenti di sekitar mereka bedua. Untungnya jalan alternatif menuju bandara ini terbilang sepi hingga tidak ada korban lain atas aksi berbahaya itu.
"Aku sudah mengatakan untuk berhenti dan kau tidak mendengarkanku." Kevin berujar tenang namun menyimpan emosi mendalam." Berani sekali kau membawa gadisku pergi."
Luna hanya diam didalam mobil. Jantungnya masih berdetak kencang karena adegang berbahaya beberapa saat lalu. Matanya menatap dua pria yang bersiteru itu, tidak berniat ikut campur.
"Aku tidak perlu meminta ijinmu untuk membawa adikku pergi." Alex menjawab dengan tenang. Seluruh pengawal mereka masing-masing sudah berdiri dibalik tuangnya.
Merasa diremehkan, Kevin menodongkan pistolnya kearah Alex, begitupun pria di depanya. Alex juga ikut menodongkan pistol kearah Kevin.
(Pict ini hanya untuk menunjukkan posisi saling todong pistol kedua iblis😂☺kalian anggap saja ini Alex dan Kevin yah😂)
"Kau menantangku bocah?! Aku mafia terkuat di dunia, pistol yang kau bawah tidak akan bisa melukaiku."
"Kenal dengan Black dark? kumpulan mafia yang selama ini selalu kau buru? Aku pemimpinnya."Ucapan Kevin membuat mata Alex membelalak tidak percaya.
Bocah ini pemimpin Black dark kejam yang selalu membunuh tanpa alasan? Black dark yang selalu berlaku curang saat transaksi.
Tiba-tiba Alex tersenyum miring. Bocah di depannya ini tidak mungkin mendatanginya jika dia bukan siapa-siapa. Apalagi ia tahu bahwa dirinya adalah mafiaa paling di takuti. Ternyata dia juga bukan orang sembarangan.
Alex bersiap menarik pelatuknya begitu juga Kevin. Para pengawal mereka hanya diam menyaksikan karena kedua iblis ini sudah memberikan isyarat agar tidak ikut campur.
"STOP IT!!"
Luna berteriak. Ia sudah berada diantara kedua laki-laki itu dan memaksa mereka menurunkan senjata mereka masing-masing.
Wajah dipenuhi air mata dengan sorot ketakutan. Ia takut jika kedua laki-laki ini sampai terluka.
"Kalian gila hah? kalian berniat saling membunuh? Tidak pernah memikirkan perasaanku jika salah satu dari kalian mati?! Demi tuhan Mama baru saja meninggal dan kalian ingin membuatku lebih menderita.
Gadis itu berujar pedih. Matanya menatap kedua laki-laki itu dengan amarah dan kesedihan. Dikira mereka siapa seenaknya bertengkar begini?!
"That jerk what to take you from me!" Ujar Kevin
Luna menatap keduanya dengan jantung berdebar. Sedikit terlambat maka kedua pria ini akan benar-benar menarik pelatuk mereka. Airmatanya terus turun menelusuri pipinya.
"Aku lelah! Tidak bisakah aku tenang sebentar saja!" gadis itu merosot duduk. Ia menatap jengah kedepan. Demi tuhan!! Ia sudah sangat stress dan tidak ingin bertambah stress karena kelakuan kedua prianya.
"Kamu sudah bersama Amira sekarang untuk apa mencariku?." Lirih Luna. Gadis itu menatap kekasihnya dengan sendu.
Jika sudah ada gadis lain disamping kekasihnya, untuk apa laki-laki itu mengejarnya sampai seperti ini?
__ADS_1
"Kamu gila ha? Amira memang menyatakan cintanya padaku tapi tentu saja aku menolaknya!" Kevin berjongkok di samping gadisnya. Tangannya terulur mengusap rambut gadis kesayanganya.
"Aku sudah memilikimu untuk apa aku melirik wanita lain? Kamu sudah sempurna untukku, aku tidak menginginkan yang lain."Ujar Kevin.
Laki-laki itu memeluk gadisnya erat. Dua hari tidak bertemu membuatnya merasakan rindu yang menjerat.
Alex tersenyum melihat keduannya. Ia memberi kode pada pengawalnya untuk mundur dan membiarkan sepasang kekasih ini menyelesaikan masalahnya.
Sejak awal ia memang percaya pada Kevin. Meski fakta tentang siapa Kevin baru saja dia ketahui sekarang.
Laki-Laki itu bahkan datang menemuinya ke amerika empat tahun lalu untuk meminta ijin menjadikan Luna kekasihnya. Tentu saja perjuangan Kevin tidak sampai disitu, ia harus melawan Alex mantan atlet karate nasional agar kaka gadisnya ini mengijinkan.
Luna memang sudah memberitahu Kevin bahwa ia harus meminta ijin Alex jika ingin menjadi kekasihnya. Kevin yang sangat mencintai Luna langsung berangkat ke Amerika tanpa pikir panjang.
"Jangan pergi sayang, aku nggak bisa hidup tanpa kamu." Ujar Kevin. Tangannya memeluk erat kekasihnya seakan takut Luna akan kabur dan meninggalkannya.
"Aku mau ke amerika Kevin. Aku ingin menenangkan diri." Luna membalas pelukan kevin. Semudah itu Luna luluh. Ucapan Kevin membuat keraguannya terkikis, rasa kecewanya perlahan habis. Apalagi pelukan hangat yang selama ini dirindukannya.
Luna tidak munafik. Gadis itu masih sangat mencintai kekasihnya. Ia sudah sangat jauh jatuh kedalam cinta yang ditawarkan oleh laki-laki tampan yang dipelukannya ini.
"Aku akan ikut kamu ke amerika."
"Tidak Kevin. Kam-"
"aku tidak mendengar ucapanmu sayang."
Kevin lalu menggendong kekasihnya menuju mobil yang sudah dipersiapkannya. Ia memang langsung pergi menemui kekasihnya namun selama perjalanan otaknya sudah memikirkan hal apa yang akan di perbuatnya.
Alex sudah menunggu sepasang kekasih itu di depan mobil yang akan di pakai Kevin membawa adiknya. Raut wajahnya terbilang datar namun senyum tipis bersarang di bibirnya.
" Apa bocah ini akan ikut ke Amerika?" tanya Alex. Luna mengangguk mengiyakan bersama Kevin." Baguslah, karena sepertinya aku akan sangat sibuk setibanya di Amerika nanti. seseorang sedang sakit dan aku harus merawatnya."
"Apa dia kekasihmu kak?"
"Tentu saja bukan! Aku akan berniat menikahimu Princess."
"Kau ingin mati?!" Kevin menyahut ketus. Matanya menatap tajam Alex. Kevin tentu tidak keberatan jika harus kembali bertarung melawan Alex dan merobek mulutnya yang kurang ajar itu.
*Possessive boy!
🌺🌺🌺
Maaf yah banyak Typonya😂*
__ADS_1
Ayo vote and komen!