
.
.
.
"kyaa!!"jerit Luna tiba-tiba. Semua orang menatap gadis yang tiba-tiba berteriak itu. Gadis berkacamata itu melotot pada kekasihnya namun hanya dibalas senyum lembut oleh Kevin.
"Kamu kan?"
"Iya."
Seperti biasa, Kevin memang selalu mengakui kesalahannya. Kalian pasti tahu kesalahan itu.
"Kamu yah, kamu yang salah malah oramg lain kena imbasnya!" desis Luna. Tangan gadisnya mencubit pinggang Kevin dengan gemas.
Semua orang menatap bingun kearah sepasang kekasih itu. Luna menatap Sarah yang menunduk. Gadis itu pasti sangat terkejut karena perlakuan kasar kakanya.
Melihat Kevin yang tersenyum setan sebelumnya dan kakanya yang sudah murka membuat Luna paham apa masalahnya. Apalagi ditambah menu sayuran di meja makan.
Tangan Luna kinj berpindah pada telingan Kevin. Ia menarik telinga kekasihnya dan membawanya mendekati kearah Sarah hingga membuatnya terkejut.
"Apa yang harus anak baik lakukan jika sudah berbuat kesalahan sayangky?" tanya Luna.
"Iya-iya, lepasin dulu tangannya. Sakit sayang." Luna melepaskan tangannya dari telingan kekasihnya." Aku minta maaf yah." ujar Kevin pada Sarah.
"Maaf untuk apa?"
"Jadi kak, yang membuat masakan yang penuh dengan sayuran itu Kevin bukan kaka. Maaf, karena Kevin kaka harus dimarahi kak Alex." Kini Luna menatap kakanya dengan galak. Ia berdecak pinggang sambil melotot."Kak Alex kebiasaan, nggak pernah mau dengerin penjelasan orang lain.
Luna kumudian duduk dimeja makan dan mengambil makanan tanpa unsur sayur. Semua orang menatap melongo kearah gadis bekacamata itu. Kenapa Luna aneh sekali?
🌺🌺🌺
__ADS_1
Setelah insiden kecil dimeja makan selesai, semua orang kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Luna keluar dari kamarnya menuju kamar Kevin.
Diam-diam ia masuk kedalam kamar kekasihnya. Pintu bercat Abu putih itu dia buka perlahan agar tidak menimbulkan suara.
"Iya Amira?"
"..."
"Gue masih di Amerika. Kita ketemu pas gue pulang nanti."
"..."
"Iya, nan-"
Cukup. Luna tidak tahan lagi mendengarnya. Ia pergi dari kamar itu secara perlahan agar Kevin tak mengetahuinya dia ada disana. Niatnyaa mengejutkan kekasihnya itu malah berbalik. Ia yang di kejutkan sekarang.
Amira? Luna mendengar jelas Kevin menyebut nama gadis sialan itu. Bukankah Kevin mengatakan bahwa ia menolak Amira? Kenapa mereka masih berhubungan?
Kenapa dunia sekejam ini? Baru saja ia sedikit merasa bisa bernafas bahagia tapi sekarang justru sesak yang ia rasakan malah lebih menyiksa. Luka yang sebelumnya belum sembuh kini kian membuka lebih lebar. Tak adakah yang bisa mengerti dan paham akan kesabarannya.
Seseorang paling di percaya olehnya malah membuatnya kian merasakan luka. Ingin rasanya pergi meninggalkan dunia namun kenapa sangat susah?
Luka yang dirasa kini makin menjebak derita. Makin dalam menelan kebahagiaan. Sekarang pada siapa ia bersandar saat sandaran terkokohnya malah roboh tanpa sisa?
Dua kali ia merasakan kecewa karena hal yang sam. Beginilah wanita, bukannya menjauh setelah didekati lara, ia malah makin memeluk erat lara yang menimbulkan luka.
"Mama, kenapa duni semakin kejam sekarang? Tak bisakah Luna merasakan sedikit bahagia seperti saat bersama Mama? Luna terisak.
Gadis itu mengurung dirinya dikamarnya meratapi semua kesedihan segala lara yang ia alami sekarang. Kekasih yang paling dia percaya malah melakukan penghianatan yang sangat parah. Malah suda dua kali Luna dibuat kecewa.
Apakah kesempatan kedua ada hanya untuk merasakan rasa kecewa yang sudah di depan mata.
" Mama."Lirih Luna. Airmatanya sudah mengalir deras. Tidak ada lagi sosok ibu yang akan menenangkannya lewat pelukan mesra. Tidak akan ada sosok ibu yang akan menghapus airmatanya. Pada siapa Luna akan mengadu sekarang?
__ADS_1
"Luna." seseorang memanggil namanya. Gadis berkacamata itu menatap nanar kearah pintu yang ia tutup rapat. Itu suara Sarah, tidak ada lagi yang berani memanggil namanya kecuali perempuan itu.
"Kamu baik-baik saja? saya lihat kamu menangis tadi. Mau bercerita?" ujar suara dibalik pintu pelan.
Luna tersentak pelan, apakah ini jawaban doanya tadi?
Secepat itu tuhan mengirimkan seseorang yang akan menjadi tempat berkeluh kesah?Tapi, apakah perempuan di balik pintu itu bisa dipercaya?
Entah apa yang salah, namun Luna berjalan menghampiri pintu. Tangannya memutar kunci dan membuka pintu. Seseorang perempuan berdiri didepannya dengan senyum menenangkan.
Amira segera masuk ke kamar adik Alex ini. Tidak lupa menarik gadis itu serta mengunci pintu. Keadaan Luna benar-benar kacau dengan airmata terus mengalir.
"Kamu bisa bercerita apapun pada saya.Saya akan menjaga rahasia kamu, tenang saja." Sarah memeluk Luna. Tangannya mengusap rambut gadis itu dengan sayang berusaha menenangkan.
Luna Luluh. Semudah itu membuatnya luluh, apalagi pelukan Sarah mirip dengan pelukan Mamanya membuatnya mengeratkan pelukan pada perempuan cantik itu.
Setelah merasa gadis yang berada dipelukannya lebih tenang, Sarah menuntun Luna duduk di ranjang. Ia tersenyum lembut dan meminta adik Alex itu untuk menceritakan masalahnya.
Mulut Luna tanpa dicegah menceritakan segala rasa sakit yang dialaminya. Mulai dari kematian sang Mama, pernikahan baru ayahnya dan perselingkuhan kekasihnya. Luna bercerita tanpa terkontrol ia menceritakan semuanya.
"Dengarkan saya, kamu boleh membalad rasa sakit itu. Meski cara ini terbilang salah namun kamu berhak membalas rasa sakit itu. selama hatimu masih diselimuti amarah maka kalimat maaf akan sulit kau terimah. Balas mereka yang menyakitimu agar mereka tahu beratnya menjadi kamu."
Jangan dulu mengatakan bahwa Sarah jahat. Sebuah peristiwa dimasa lalunya membuat hatinya mati. Ia tidak segan-segan membalas siapapun yang menyakitinnya. Tidak membiarkan siapapun menginjaknya seenaknya.
Hal itu yang akan ia tanamkan pada adik si iblis. Meski tidak sekejam caranya, namun ia ingin membuat hati gadis disampingnya agar lebih kuat. Jika menurut kalian ini salah maka terserah.
Luna menatap Sarah dengan pandangan sulit diartikan. Ucapan perempuan itu ada benarnya. Jika dia diam saja saat disakiti bukankah malah membuat yang menyakiti makin mudah melakukan hal itu berulang kali? Kapan mereka merasa jika perbuatan itu salah jika tidak ada teguran yang di lakukan?
Sekarang ia mendengarkan setiap saran Perempuan cantik di sampingnya ini. Saran yang tidak terlalu kejam namun cukul untuk memberi teguran.
Bukankah ini saat yang tepat membalas sebelum terlambat?
🌺🌺🌺
__ADS_1