Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)

Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)
DuaPuluh#


__ADS_3

.


.


.


“Senja akan selalu seperti itu. Datang dengan keindahannya, dan lalu akan pergi begitu saja dengan sangat cepat, tergantikan dengan kehampaan malam yang sunyi”


"Kak Alex," panggil Luna. Alex gang sedang bersantai bersama Kevin dan Sarah menoleh. Senyuman lebar dia tunjukkan pada gadis kesayangannya itu.


"Sudah bangun Princess?" tanya Alex. Memang setelah kepergian Sarah, Luna mengatakan pada perempuan itu agar tak ada orang yang menganggunya dulu. Ia ingin tidur dan menenangkan fikirannya.


"Ehh? Kamu habis nangis yah? Luna terkejut mendengar pertanyaan kakaknya. Padahal ia sudah menutupi mata sembabnya dengan bedak namun kenapa kakaknya masih jeli saja.


"Bukan, ini karena aku masih ngantuk kak.'


"Benarkah?"


Bukannya menjawab pertanyaan sang kakak, gadis itu malah berjalan menghampiri Alex dan duduk di sampingnya. Tangannya memeluk kakaknya dari samping. Matanya tertutup dengan kepala diletakkan di lengan sang kakak.


Alex mengelus rambut Luna sayang. Tumben sekali gadis kecilnya ini sedang bermanja-manja begini dengannya. Apalagi si posesif ada disini, pasti sebentar lagi dia akan marah dan menarik gadis itu darinya.


"Kamu apa-apaan sih sayang. Kenapa kamu malah peluk kak Alex bukannya aku."


Tuh kan benar. Baru saja Alex membatin dan sekarang terjadi. Kevin , si laki-laki posesif ini kelihatan sangat membencinya, apalagi ia ancaman besar yang akan membawa Luna dari sisinya.


"Posesif." Cibir Luna."Kak Alex itu kakak aku Kevin. Please deh."


"Bodo amat. Mau kakak kek, aku nggak peduli. Intinya aku cemburu saat kamu dekat laki-laki lain."


"Bagaimana denganku? Kamu bahkan dekat dengan sahabatku sendiri. Kak Alex itu kakakku, tidak mungkin dia merebutmu dariku."


"Kita udah pernah bicarain ini sayang. Aku udah bilang aku nggak ada hubungan apa-apa sama Amira."


"Bullshitt!" ujar Luna. Tangannya melepaskan pelukan Luna. Ditatapnya kekasihnya itu dengan tatapan sendu.

__ADS_1


Matanya menyiratkan sejuta luka di balut kecewa. Rasa percayanya yang terlalu berlebihan kini berakhir dengan kecewa yang begitu menyakitkan.


Mencintai terlalu berlebihan berakhir dengan sakit yang begitu dalam. Percaya terlalu berlebihan juga berakhir kekecewaan. Segala sesuatu yang berlebihan memang akan selalu berakhir menyakitkan. Luna membenarkannya.


"Kalian bertengkar lagi? Bukannya sudah berbaikan? tanya Alex. Matanya kini menatap tajam kearah Kevin saat melihat wajah murung gadis kecilnya. Sebelum berangkat kesini kan mereka sudah berbaikan dan apa sekarang mereka bertengkar lagi?


"Sekarang apa masalahnya Princess?"


"Biarkan Kevin menjelaskannya." Luna berdiri. Ia kini duduk di samping Sarah. Memeluk lengan perempuan itu sambil menutup mata."


"Menjelaskan apa sayang? Aku tidak mengerti." Kevin bingun. Tiba-tib saja kekasihnya itu bersikap begini tanpa penjelasan.


Dan sekarang dirinnya malah di suruh menjelaskan, apa yang harus di jelaskan?


Luna menutup matanya, berusaha mati-matian airmata yang hampir tumpah. Sekeras apapun ia mencoba melupakan apa yang ia dengar tadi, namun nyatanya ia semakin teringat.


Kebohongan yang dilakukan Kevin membuatnya ragu, apa salahnya memberikan kesepatan kedua pada kekasihnya itu? Apa salah menaruh harapan kembali?


Dinding yang susah payah dia bangun kini roboh dengan mudahnya hanya karena tiupan angin. Perlahan namun mematikan. Kini dinding kepercayaannya hancur tak bersisa.


Luna tidak menyimpan dendam. Bundanya mengatakan padanya untuk tidak pernah menyimpan dendam pada siapapun.


Seperti kata Sarah kemarin, ia berhak membalas rasa sakit hatinya. Jika kita membiarkan mereka maka mereka akan semakin menginjak kita.


Ada kalanya kita harus bersikap tegas saat tertindas. Bukan niat buruk, saat kita membalas kita hanya membuktikan bahwa kitaa bukan seseuatu yang bisa seenaknya di tindas dan di sakiti.


"Princess? jangan hanya diam saat ada masalah ? nggak semua orang mengerti alasan kamu berubah."


"Lalu apakah dengan aku mengungkapkannya mereka akan mengerti?" sinis Luna. Tangannya menggenggam erat tangan Sarah.


Airmata yang hampir tumpah ia tahan sekuat tenaga. Jika matanya terbuka maka air mata itu akan jatuh ke pipinya. Ia tidak ingin terlihat lemah.


Memperlihatkan bahwa kamu lemah hanya akan membuatmu semakin disakiti. Tunjukkan pada mereka yang menyakitimu bahwa kamu tidak selemah itu. Kamu bisa melawan namun kamu hanya enggan melakukan pertengkaran.


"Sayang ada apa sebenarnya? Aku tidak mengerti kenapa kamu marah begini." Tanya Kevin. Laki-laki itu mendekat kearah kekasihnya. Ia berlutut dan memegang salah satu tangan Luna.

__ADS_1


"sebelumnya jawab satu pertanyaanku." Luna membuka matanya. Airmata sialan itu akhirnya ia bisa kendalikan agar tidak tumpah. Matanya menatap sendu kekasihnya." Kapan terakhir kali kamu menghubungi Amira?"


"Di rumah sakit saat kamu pingsan."


"Liar!!" Luna berujuar pelan dengan penuh penekanan. Gadis itu jelas tahu bahwa kekasihnya itu berbohong lagi karrna ia sendiri tahu kekasihnya itu menghubungi sahabatnya tadi pagi.


"Kamu paling tahu aku tidak mentolerir segala jenis kebohongan, apapun itu. Kalau kamu merasa berbohong lebih baik kamu sekarang jujur Kevin." Luna mengulung kalimat yang sudah pernah dia ucapkan sebelumnya. Gadis itu ingin membuat Kevin menyadari kesalahannya.


"Aku tidak berbohong."


Sepertinya salah. Kevin tidak akan pernah menyadari kesalahannya begitu saja. Ia akn terus berbohong dan menyembunyikan kebenaran.


"Aku tahu ku menhubungi Amira tadi pagi. Kenapa kamu harus berbohong? Bukankah selama ini kamu tidak pernah berbohong padaku? Aku udah pernah ngasih kamu kesempatan, tidak akan ada lagi kesempatan buat kamu berbohong Kevin."


"Kamu tahu sayang?" Kevin menatap kekasihnya terkejut. Mata indah Luna kini belinang airmata menatap Kevin dengan penuh luka.


Rasa kecewa mendominasi jiwa gadis berkacamata itu. Airmatanya turun saat mengucapkan kalimat itu. Ia tidak sanggup lagi menahannya.


Isakan pilu itu membuat jiwa iblis Alex bangkit. Pria itu Berdiri dan mendang Kevin menjauh hingga laki-laki itu tersungkur. Ia paling tidak suka melihat adiknya menangis, apalagi di depannya seperti ini. siapapun yang menjadi sumber airmata Luna akan Alex balas


" Aku ingin kembali pulang ke Indonesia kak." Ujar Luna tiba-tiba.


"Untuk apa Princess? Lebih baik kamu disini bersama kakak."


"Melakukan pembalasan."


 


🌺🌺🌺


 


****Aku update jamnya nggak teratur yah😚 soalnya tergantung moodnya dan nggak ada kegiatan lain🙏🙏


Semogah kalian suka😍

__ADS_1


jangan lupa Komen and vote yah😘**


__ADS_2