Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)

Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)
LimaBelas#


__ADS_3

.


.


.


'**Mungkin aku bisa menolerir yang akan kalian lakukan selama ini, namun kali ini kalian sudah keterlaluan. Hiduplah bahagia tanpa kehadiranku.'


↭↭↭


Kegelapan. Seorang gadis berjalan dalam gelap tanpa bisa melihat apapun. Tidak ada cahaya sama sekali, hanya kegelapan yang menyelimuti.


Gadis itu bingun hendak ingin melangkah kemana. Perlahan ia berjalan tak tentu arah sambil berharap tidak menabrak sesuatu. Entah kemana kakinya akan membawa tubuh miliknya, ia hanya mengikuti kemanapun kakinya melangkah.


' sayang'


"Mama!!" gadis itu berteriak. Ia merasa mendengar suara seseorang yang mirip dengan suara Mamanya. Tubuhnya di putar kesegala arah, tapi hanya kegelapan yang ia lihat.


Tubuh gadis itu merosot, ia terduduk. Ia tidak tahu ini dimana dan kenapa ia bisa ada disini. Ia ingin pulang ke rumahnya bertemu keluarga dan orang terdekatnya.


Gadis itu berkedip sekali dan sekitarnya berubah menjadi sebuah taman bermain semasa kecilnya. Taman ini mengingatkan kenangan masa kecilnya yang begitu bahagia.


Kakinya melangkah menuju sebuah bangku dibawah pohon besar sambil melihat sekitar. Seluruh tempat ini masih sama, tidak ada yang berubah. Sebenarnya ini dimana sih ?


"Sayang." Seseorang memanggilnya. Panggilan yang biasanya digunakan kedua orang tuanya. Berbalik, matanya menangkap sosok yang paling berarti dalam hidupnya.


"Mama!" gadis itu segera menghampiri sang Mama dan memeluknya. Tangisnya pecah saat itu juga, "Luna tadi mimpi Mama pergi ninggalin Luna, terus tiba-tiba semuanya gelap, Luna tidak bisa melihat apapun. Luna takut Mama."


Ibu gadis itu tersenyum kecil dan mengelus kepala putri kecilnya yang sedang menangis. Ia mengajak Luna duduk dibangku yang sebelumnya gadis itu duduki. Dengan manja gadis itu meletakkan kepalanya pangkuan sang Ibu.


"Kamu sudah besar, jadi anak baik jangan merepotkan ayah kamu. Kamu harus jadi wanita mandiri saat Mama nggak ada di samping kamu lagi nanti. Satu hal yang perlu kamu ingat, Mama sayang sekali sama kamu. Mama akan selalu mengawasi kamu dari sini."


"Mama mau kemana? Jangan tinggalin Luna, Ajak Luna juga." Gadis itu berujar. Ia menatap tepat kemata sang Ibu yang tersenyum dengan cantiknya.


Hanya senyuman dan kegelapan yang didapat gadis itu dari sang Mama. Rambutnya dielus pelan oleh sang Ibu.


Entah ini hanya perasaan Luna atau bukan tapi ia merasakan sang Ibu tersenyum dengan penuh Luka. Senyuman yang penuh dengan penderitaan dan beban berat.

__ADS_1


"Kamu jangan nakal, kamu harus nurut sama ayah kamu meski nanti nggak ada Mama disamping kamu. Princess Mama anak baik kan?"


"Mama dari tadi ngomong pergi terus. Ajak Luna juga kemanapun Mama pergi!"


"kamu harus selalu bahagia meski tanpa Mama. Rasa bahagia itu muncul dari dalam diri kamu sendiri. Selalu bersyukur dengan apapun dan selalu bahagia."


"Mama!" Luna terisak pelan. Ahh airmatanya turun tiba-tiba tanpa ia prediksi. Ucapan mamanya terdengar memilukkan hati membuatnya tersayat hingga hampir mati. Ada maksud dari ucapan ini?


"Kamu harus kembali pada meraka, mereka sudah menunggumu. Mama selalu berada dalam hatimu sayang. Mama akan mengawasimu dari sini."


Dalam satu kedipan mata Mama telah hilang. Luna panik dan melihat sekeliling tapi ia tidak menemukan malaikatnya. Mamanya sudah tidak ada, ia meninggalkan Luna*.


"Bunda!" teriak Luna. Gadis itu bangkit dari tidurnya sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut. Sekelilingnya terlihat seperti sebuah ruangan di rumah sakit, bukan taman bermain seperti yang tadik ia tempati bermain. Jadi ini hanya mimpi?


"Sayang kamu baik-baik sajakan?" seseorang berujar di sebelah kiri Luna. Gadis itu menatap ayahnya dengan wajah bingung." Kamu tadi pingsang saat mendengar kabar bahwa-"


Terhenti. Ucapan itu terhenti di tengah jalan. Luna meringis memegang kepalanya, ia ingat alasan kenapa ia berada disini. Alasan kenapa ia pingsan.


Mamanya telah pergi meninggalkannya Airmatanya kini mengalir deras hingga menimbulkan isakan.


Mimpi itu salam perpisahan dari sang Mama bukan? Mamanya akan meninggalkannya selamanya? Sungguh, dirinya belum siap untuk ditinggalkan.


" Bawa aku pergi kak dari sini! Bawa aku sejauh mungkin. Aku sudah muak berada disini bersama para pembohong ini." gadis itu menatap pada orang di ruangan itu. Ayahnya, istri barunya, Daniel, Kevin dan Amira. Oh menjijikkan.


" Apa maksudmu sayang? Kamu mau meninggalkanku sendiri?" Kevin segera mendekati ranjang gadisnya. Bisa gawat jika Luna benar-benar pergi bersama 'dia' yang paling dihindari Kevin. Apalagi tadik Luna berkata membawanya sejauh mungkin.


Damm it! Sosok iblis ini bahkan akan mengabulkan apapun permintaan gadisnya tanpa terkecuali. Ia tidak akan sanggup berpisah dari Lunanya.


"Bukankah Amira bersamamu sekarang? jangan pedulikan aku lagi Kevin."


"Kamu gila sayang? Mana mungkin aku selingkuh dengan sahabatmu itu."


Luna tertawa hambar. Sahabat?Sahabat bisa dikatakan demikian jika mereka benar-benar bersikap tulus layaknya sahabat. Apa merebut kekasih sahabatnya termasuk kedalam kategori sahabat?


" Kak Alex, jangan coba-coba membawa gadisku pergi atau kau harus melawanku."


"Kekanakan. Mana mungkin bocah sepertimu sanggup melawanku?"

__ADS_1


Alex berujar datar. Tatapannya sungguh datar pada laki-laki dihadapannya ini. bocah bau kencur ini ingin melawannya. Melawan dirinya yang notabennya adalah Mafia paling ditakuti di seluruh dunia? menggelikan.


Kevin menatap tajam pria arogan di depanya. Kevin tidak akan membiarkan belahan jiwanya pergi. Dia akan mati jika gadisnya berada jauh darinya. Apapun caranya dia tidak akan membiarkan Luna pergi dari sisinya.


Matanya berkilat marah, tangannya terkepal kuat, dan rahannya mengeras hingga giginya bergemelatuk. Sisi iblisnya mulai menguasainya. Membangunkan gadisnya dibawah pergi membuat sisi iblisnya terbangun.


Alex menatap laki-laki itu dengan aura iblis yang sangat kentara. bagi orang awam mungkin Kevin terlihat sedang pada posisi kemarahan tertinggi namun bagi Alex, kekasih Luna itu terlihat bagai iblis yang siap menerkannya.


Sebagai seseorang dengan julukan iblis, Alex tentu tau bahwa sisi iblis Kevin tengah menguasainya. Sisi terkelam yang bisa muncul saat pemilik tubuh pada kondisi ketakutan besar dan amarah yang membeludak.


"Kevin!"


Pekikan Luna mrnyadarkan laki-laki itu yang tengah dikuasai amarah itu. Mata tajamnya menyorot sendu gadisnya yang menatapnya dengan takut-takut.


Terulang lagi, sisi iblisnya kembali muncul saat seseorang paling berharga dalam hidup laki-laki itu direnggut darinya.


Tuhan takdir macam apa ini? jangan buat Luna bingun saat ini. Cukul alasan kematian bundanya yang membuatnya bingun jangan ditambah lagi.


Sudah jelas-jelas melihat sendiri perselingkuhan kekasih dan sahabatnya itu. Tapi sikap Kevin membuatnya ragu.


Empat tahun lamanya ia mengenal Kevin dan tentu sudah hafal baik buruknya sifat laki-laki itu. Kevin akan berperangai seperti iblis saat ada yang mencoba membawa Luna pergi darinya.


Cinta laki-laki itu memang sebesar itu. Sekarang apakah cinta itu masih sama? Apa Luna hanya salah paham saja?


"Kak Alex, bisa kita pergi sekarang?"


Ujar Luna. Ia tidak akan memikirkan hal lain untuk saat ini. Kematian Mamanya masih menjadi bayangan paling menyakitkan saat ini.


Mimpi itu kembali berputar di otaknya. Bayangan Mamanya yang memeluknya, mengelus rambutnya, mengatakan sayang padanya. Mamanya yang terus mengawasihnya dari sana.


" Mama, kenapa harus secepat ini Mama pergi?" Isakan gadis itu pilu. Alex menggendong gadis tersayangnya dan membawannya pergi dari kamar itu. Para pengawal pria itu berbaris menghalangi mereka yang ingin mengerjar tuannya.


'Luna bahagia saat jauh dari mereka Ma'


Luna ingin menenangkan diri. Tolong jangan marah. Aku menyayangi Mama.' Gadis itu membatin dengan airmata yang tidak berhenti mengalir.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Like yang banyak dan Komen ya biar aku rajin Update😍🙏


__ADS_2