Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)

Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)
Sembilan#


__ADS_3

.


.


.


' *siapapun yang berusaha merebutmu


dariku aku akan membunuhnya*'


Bagaimana rasanya saat milikmu akan segera di renggut darimu? Pasti sangat menyakitkan dan menyesakkan dada. Jantung yang tadiknya berdetak kencang kini serasa ingin berhenti. Hati bagaikan di robek dengan begitu besarnya.


Itu yang saat ini yang dirasakan Kevin Reviandra Willyam. Laki-laki itu tengah merasakan hatinya akan hancur bagaikan di robek hingga meninggalkan luka menganga yang begitu lebar.


Jantungnya berdetak sangat kencang seakan ingin melompat keluar. Ucapan gadisnya yang mengatakan bahwa 'dia' menginginkan gadisnya sekarang tidak bisa dianggap remeh.


Laki-laki itu jelas tahu pasti, 'dia' akan segera datang cepat atau lambat.


Tangis yang dikeluarkan Luna sudah terlalu sering hingga' Mengundangnya' untuk segera mengambil gadisnya.


Hanya dengan tangisan Luna bisa mendatakan sosok iblis yang selama ini melindunginya. Sosok yang sangat diwaspadai olehnya dan keluarga Luna. Sosok yang akan selalu siap mengambil gadis itu kala sang gadis berkata iya.


Kevin tidak akan membiarkan belahan jiwanya dibawah pergi. Dia akan mati jika gadisnya berada jauh darinya. Apapun caranya dia tidak akan membiarkan Luna pergi dari sisinya


"Kevin, hei. Tenang sayang semua akan baik-baik saja."


Suara lembut Luna membuyarkan lamunan Kevin. Laki-laki itu bahkan tidak sadar bahwa sekarang gadis yang menjadi prioritas pertamanya kini tengah berlutut di depannya yang duduk di bangku taman.


"tenang Kevin,'dia' tidak akan membawaku. Kita tidak akan terpisah ." Ucap Luna lembut. Gadis itu berusaha mengendalikan emosi laki-laki itu.


Ucapan Luna yang terakhir bahwa 'dia' ingin Luna ikut dengannya membuat Kevin seketika melepas pelukanya. Tangan kekarnya terkepal diiringi matanya yang berkilat marah.


Mata elang itu seakan tidak menyadari apapun di sekitarnya. Dari mata itu Luna tahu, sisi iblis Kevin akan segera muncul.


Gadis itu tidak ingin kejadian dua tahun lalu terjadi lagi. Salah satu sifat Kevin yang akan membuat Luna kalang kabut untuk menenangkannya.


Cukup sekali Luna melihat Kevin berubah menjadi sosok iblis, saat ia di tabrak sebuah mobil seseorang yang sangat terobsesi pada Kevin. Hampir saja Kevin membunuh gadis yang akan menabrak Luna jika saja gadis itu terlambat menghentikannya.


Saat itu Luna tahu, hanya dia pangendali sisi iblis Kevin. Dimana sisi itu merupakan sisi terburuk yang dimiliki laki-laki tampan itu.

__ADS_1


Ayah dan ibu Kevin mengatakan bahwa saat Kevin dikuasai sisi jahatnya, hanya dengan mendengar suara Luna dia bisa kembali.


"Kamu tahu Kevin," Kevin menunduk menatap gadis yang berlutut didepanya ini. Tangan gadis itu menggenggam tangannya erat." aku sangat takut melihat sisi lainmu."


"aku tidak akan melukai kesayanganku ini meski aku dalam sosok iblis."


"aku tidak takut terluka karena sisi iblismu. Aku hanya takut melihat kamu terluka karena telah melukaiku."


Luna menggenggam tangan Kevin erat. Ia mengecup tangan kekar itu dengan sayang.


"Kamu pengendaliku, yang bisa meluluhkan sisi lain dari dalam diriku.Kamu jelas tahu sisi iblisku akan membunuhku jika kamu terluka karena aku."


Kevin meraih tubuh kekasihnya dan memeluknya dengan erat dengan kepala diletakkan pada bahu gadis itu. Dihirupnya aroma tubuh gadis yang sangat dicintainya ini. Sangat menyenangkan sekali baginya.


"Berjanjilah kalo kamu tidak akan pernah meninggalkanku , karena aku akan membunuh siapapun yang akan membawamu pergi dariku."


Luna melepaskan pelukannya dari Kevin perlahan.Tanganya mengelus tangan Kevin sambil memberikan sorot penuh ketenangan. Senyum lembut gadis itu muncul hingga membuat laki-laki didepanya ini ikut tersenyum.


"jika 'dia' membawaku pergi?"


"maka kamu akan tahu bagaimana sepasang iblis saling membunuh."


Pelajaran hari ini telah selesai. Bel tanda berakhirnya pelajaran sudah berbunyi nyaring dari lima menit yang lalu. Kelas Luna mulai kosong karena penghuninya ingin buru-buru pergi meninggalkan kelas untuk pulang ke rumahnya masing-masing untuk beristirahat.


Luna membereskan barang-barangnya dengan wajah masam. Ia jadi siswa paling akhir untuk keluar kelas. Semua orang sudah pergi dan tinggal Luna seorang diri.


Gadis itu sedikit meruntuk pada guru sastra inggris yang memintanya untuk membantu membawakn buku tugas ke ruangan guru. Padahal banyak siswa laki-laki tapi kenapa harus Luna yang di suruh?


"surprise!"


Seseorang laki-laki muncul didepan pintu dengan wajah cerianya. Gadis yang sebelumnya berwajah masam itu kini mengukir sebuah senyum. Ia segera berlari melangkah kearah pria yang sudah merentangkan tangan menyambutnya.


" I miss you so much beloved cousin."


Luna memeluk daniel, saudara sepupunya. Ia sangat merindukan laki-laki yang sudah dua tahun tidak pulang ke rumah karena pendidikannya di luar negeri.


" I miss you too little princess."


"kakak lama sekali pulangnya, betah banget di negara orang."Ucap Luna

__ADS_1


"Habisnya disana bulenya so sexy." Laki-laki itu terkekeh saat Luna memukul tangannya. Dia mengacak rambut Luna dengan Gemas.


"mesum."


Mereka berjalan keluar kelas dengan tangan Luna yang memeluk manja lengan kaka sepupunya itu. Mereka bercanda hingga keduanya tertawa lepas. Luna bahkan melepaskan kacamatanya saat di kelas tadi menyisahkan rambutnya yang dikepang dua.


"dear," Panggil kevin. Luna segera menatap kearah depan dan melihat Kevin tengah berdiri dengan gagahnya disana. Mata elangnya menyorot Luna tajam hingga membuat gadis itu menelan ludah gugup.


Laki-laki itu marah, terlihat sangat jelas. Luna meruntukki tiga kesalahanya. Pertama, dia sudah melepas kacamatanya, Kedua dia menggandeng tangan laki-laki lain di hadapan mr.possessive. Ketiga, membuat Kevin cemburu meski Laki-laki itu tahu jika Daniel sepupunya.


"she's mine. don't touch her again or your will die."


Sepertinya Luna harus segera bertindak. Ia tidak ingin kekasihnya ini menyerang kaka sepupunya karena cenburunya yang teramat besar itu. Tangan mungil Luna mengusap punggung Kevin utnuk menenangkannya. Laki-laki itu menyorot tajam kearah Luna.


"santai dong, dia sepupu gue man."


"gue tahu. Tapi gue tetep nggak suka lo nyentuh milik gue."Sinis Kevin


Daniel tertawa sesaat kemudian berlalu meninggalkan sepasang kekasih itu. Kedatanganya ke sekolah ini hanya untuk mengabari adik sepupunya atas kepulanganya ke indonesia bukan untuk bertengkar dengan singa adiknya itu.


"you will have your punishment baby. I'm so happy for to that." bisim Kevin lembut namun membuat Luna menegang.


"*anyone. help me!".


🌺🌺🌺


Next part aku update pas banyak yang suka dan komennya banyak πŸ˜‚πŸ˜‚ hehe becanda kok, kalo aku merasa semangat pasti saya usahain update kokπŸ’™


J


a


n


g


a


n

__ADS_1


Lupa suka yah😌*


__ADS_2