Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)

Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)
Duabelas#


__ADS_3

.


.


.


Seorang gadis yang terlihat sangat bahagia. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Mata miliknya menatap objek yang ada di pantai dan beberapa orang yang sedang bermain air di bibir pantai.


Gadis itu duduk dibawah pohon kelapa yang cukup jauh dengan ponggir pantai.Ia ingin bermain, tapi melihat pantai sedekat itu membuatnya gelisah.


"Ayo main sayang." Ajak seseorang yang mendapat gelengan dari gadis itu.


"Kamu tahu sendiri aku selalu gelisah dekat laut."


"Itu karena kamu hampir tenggelam waktu kecil. Sekarang kan ada aku, aku bakal jagain kamu." Ujar Kevin.


Luna hanya menggeleng kembali.


Memang waktu kecil dia memang pernah hampir tenggelam di pantai karena asyik bermain. Ia terserot ombak beberapa meter dari bibir pantai. Untung saja ayahnya dengan sigap menyelamatkannya. Sejak saat itu Luna memang gelisah saat mendekat ke pantai.


"Mama!!" pekik Luna senang. Ia melihat Mamannya datang menghampiri. Senyumann terukir diwajah bundannya.


"Mama capek sayang, bunda istirahat dulu yah." Mama Luna mengecup kening putri semata wayangnya itu. Alis Luna itu bertautan heran karena melihat wajah Mamanya. Wanita paruh baya itu terlihat pucat sekali.


Alisnya kian bertaut saat melihat ayahnya tidak menghampiri mamanya malah bermain bersama Daniel, Amira, dan tante itu. Ayahnya yang teramat possessive membiarkan istrinya begitu saja?


Luna tersadar dari lamunannya saat seseorang datang mengusap dahinya. Ia menatap laki-laki itu heran melihat kekasihnya yang berfikir keras.


"kamu mikirin apa hmm?" tanya Kevin lembut. Laki-laki itu heran melihat Luna yang sedang memikirkan sesuatu.


"aku heran deh, ayah kok yang biasanya posesif banget sama Mama sekarang kayak cuek. Ayah malah asyik bermain sama tante nggak jelas itu daripada nemenin Mama."


"mungkin ayah kamu nggak enak ninggalin tante Mery sayang."

__ADS_1


"nggak Kevin, ini terlihat aneh banget." keukeuh Luna. Ini masih tidak bisa diterima otaknya. Sikap ayahnya benar-benar berbeda.


"Ayah, Mama mana?" tanya Luna. Gadis itu datang menghampiri sang ayah yang bermain di dekat pantai. Ia melawan rasa takutnya. Sekilas Luna melihat ayahnya melihat sekeliling. Mencari apa?


" Mama kamu mungkin cari minum."


"Ayah berantem sama Mama? Kenapa ayah nggak tau Mama dimana malah asyik sama tante gatel ini?" Ketus Luna. Gadis itu menatap Mery dengan pandangan menusuk, "Ayah selingkuh?!"


"husshhh↭ngomong apa kamu ini? mana mungkin ayah selingkuhin mama kamu." pria paruh baya itu mengacak gemas rambut putri semata wayangnya.


"Abisnya ayah mencurigakan. Mama lagi sakit dan ke kamar, ayah malah disini sama tante ini. Awas aja kalo sampai ayaj selingkuh, aku bakalan bunuh Ayah-" kalo aku tega' sambung Luna dalam hati.


Ayahnya tersenyum geli mendengar ucapan putrinya. Darimana gadis itu dapat pemikiran konyol seperti ini? Apa karena terlalu dekat dengan laut membuatnya jadi melantur?


Ehh? ngomong-ngomong soal laut, bukannya putri kecilnya itu takut laut ya?


Diam-diam gadis berkacamata itu bernafas lega. Ia kira ayahnya selingkuh dan meninggalkan Mamanya, tapi ternyata ia saja yang terlalu parno.


" sebaiknya kita kembali ke villa, kamu takut pada laut bukan?" Ayah Luna merangkul gadis itu dan membawanya pergi dari tempat yang di takuti putrinya.


🌺🌺🌺


Dua hari lamanya Luna dan keluargannya berlibur di pulau pribadi miliknya, kini gadis itu telah kembali. Gadis berkacamata itu kini telah pergi kesekolah.


Dengan style ala nerdnya yang menjadi ciri khasnya, gadis itu turun menuju meja makan. Disana hanya terlihat Daniel karena orang tua Luna pergi lagi untuk melakukan perjalanan bisnis. Sebenarnya gadis itu tidak rela tapi mau bagaimana lagi.


"pagi bang." sapa Luna mencium pipi Daniel.


"pagi little Princess." Balas Daniel. Laki-laki itu mempersilahkan Luna duduk. Ia mengambilkan roti lengkap dengan selai untuknya.


" yukk berangkat bang." Ujar Luna setelah sarapan.


"lah? Emang kamu nggak di jemput Kevin? berantem?"

__ADS_1


"iyaa bawel."


Selama perjalanan Luna sibuk dengan ponsel miliknya sementara Daniel fokus menyetir dan melihat jalanan di depannya. Saat sedang asyik menatap jalanan di depannya, laki-laki itu tidak sengaja melihat seseorang yang dikenalnya . Ia memelangkan laju mobilnya dan menajamkan penglihatannya.


Benar,


Itu Kevin dan....


Amira?


"Kenapa berhenti bang?" tanya Luna membuyarkan lamunan Daniel. Laki-laki itu tersentak, ia tidak sadar jika mobil yang ia kendarainya berhenti.


Daniel mengarahkan kembali pandangannya kembali kearah jalan dimana Kevin dan Amira tadi, tapi mereka sudah menghilang.


'kemana mereka?"batin Daniel.


Kedua orang yang disanyangi Luna itu tidak selingkuh bukan?


"Abangl lihat apa sih?" Nanti aku telat nih!" Luna berujar kesal. Daniel tersenyum lembut padanya lalu kembali menjalankan mobilnya. Dalam perjalanan pikiran laki-laki itu melayang pada dua orang di jalan tadi.


"kamu belajar yang bener yah Princessnya abang, jangan pacaran mulu, ingat yahh?"


Gadis berkacamata itu mengerutkan bibirnya mendengar ucapam kaka sepupunya ini saat mereka baru berhenti di depan gerbang sekolah. Luna kan tidak pernah pacaran di sekolah, kecuali Kevin yang mengajaknya.


"iya abang."


"love you princess."


"Hati-hati bang." Luna mengecup Pipi Daniel. Ia keluar dari mobil dan melambaikan tangannya.


'*semoga pemikiranku salah yah princess, aku tidak ingin dia membawamu pergi dari kami."


🌺🌺🌺*

__ADS_1


__ADS_2