Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)

Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)
DuapuluhTiga#


__ADS_3

.


.


.


"Kev- vin."


Nafas Luna tercekat. Ia bahkam hampir limbung melihat perbuatan orang-orang di depannya. Untung saja si posesif dengan sigap menangkapnya agar ia tidak sampai jatuh


Hal ini bahkan lebih parah dan mengerikan dibanding apa yang Kevin lakukan pada Liona. Ini sangat keterlaluan! Gadis itu menatap sosok yang terisak di tengah lapangan.


Tubuh Amira baru saja di siram dengan tumpukkan sampah yang baunnya sungguh menyiksa indera penciuman.


Tak lama seember air yang di yakini bekas cucian piring disiramkan kembali ke tubuh Amira. Gadis itu kian menangis terisak menerima siksaan fisik dan batin yang Kevin berikan padanya.


"Itu hukuman karena lo uda hampir jadi pelakor." Ujar salah seorang anggora OSIS.


"Tapi apa aku salah menyimpan rasa pada Kevin? Aku sudah menyukainya sejak kelas sepuluh! Kenapa kalian melakukan ini padaku?!"


Amiea memekik. Kevin melangkah mendekat ke tengah lapangan dengan Luna yang ada di pelukannya. Wajahnya datar tak bersahabat.


Sementara Luna masih syok dengan apa yang baru saja di lihatnya. Pembulian inu sungguh mengerikan. Bayangkan saja, di tengah lapangan dan disaksikan oleh seluruh siswa dari kelas sepuluh hingga kelas dua belas.


"Sebenarnya gue nggak masalah kalo lo suka sama gue. Gue juga nggak mempermasalahkan lo yang menyatakan cinta karena itu uda biasa bagi gue. Yang gue permasalahkan adalah karena lo udah buat kesayangan gue nangis dan hampir ninggalin gue."


Kevin berkata ketus. Suaranya mungkin terdengar oleh hampir seluruh warga sekolah karena keadaan hening dan suara Kevin yang keras. Tatapan laki-laki itu begitu tajam dan menusuk.


"Aku suka kamu dari kelas sepuluh tapi kenapa kamu malah jadian sama Luna?! Harusnya sama aku!"


"Lo siapa ngatur-ngatur gue? Sebelum gue peringatkan ke lo jangan ganggu hubungan gue karena gue sma Luna udah Empat tahun pacaran so lo mengertikan siapa yang kenal gue duluan yang jelas itu bukan lo.

__ADS_1


Gue sebenarnya pengen melakukan hal yang lebih ringan, tapi lo udah buat sisi baik kesayangan gue hampir habis." Kevin menjeda ucapannya." Gue rasa ini pantas buat orang nggak tahu diri kayak lo!"


Laki-laki itu berbalik sambil terus memeluk pinggang kekasihnya. Gadisnya masih terlihat syok dan linglung. Ini sangat mengejutkan karena Kevin secara langsung menunjukkan sisi sadisnya.


Meski dulu hampir membunuh orang namun itu tidak terjadi di depan gadis berkacamata itu. Kevin sangat menjaga agar gadisnya tidak melihat hal-hal kasar. Baginya hidup gadisnya itu harus selalu di penuhi kebahagiaan.


Kevin membawa gadisnya pergi dari lapangan. Sudah cukup gadis itu menyaksikan hal yang seharusnya tidak dia saksikan. Kini dia harus menenangkan diri terlebih dahulu.


"Kak Alex?" ujar Luna saat melihat kakaknya dengan beberapa orang berpakaian hitam berdiri disamping mobil Kevin." Bukankah kakak bilang akan menyusul lusa?"


"Hmm, kakak ingin melihat acara pembalasan yang di lakukan kekasihmu."


"Kakak tahu?"


"Tentu saja Princess. Jika kakak tidak tahu maka kakak tidak akan pernah mengijinkan laki-laki sialan ini menemuimu. Kakak pasti langsung membunuhnya."


"Kenapa tidak langsung memberitahuku?"


" Karena kadang seseorang harus melihat sendiri kejahatan itu."


Luna memeluk kekasihnya dengan erat. Ia sungguh bodoh karena tidak meminta penjelasan pada laki-laki posesif ini dan malah menarik kesimpulan sendiri.


"Aku minta maaf."


"Kamu bilang maaf sekali lagi aku akan menciummu." Ujar Kevin. Luna mencubit pinggang kekasihnya karena ucapan ngelantur itu namun tidak melepas pelukannya.


Sungguh dia rindu sekali memeluk Kevin seperti inu. Tanpa kemarahan, tanpa keraguan, dan tanpa kegelisahan. Pelukan Kevin sangat membuat gadisnya itu ketagihan. Hangat dan menenangkan.


Laki-laki itu balas memeluk erat kekasihnya. Tangannya mengusap rambut gadis kesayangannya itu. Senyuman lebar ia sunggingkan karena masalah telah selesai.


Tidak ada kesalahpahaman lagi. Tidak ada tangis lagi.

__ADS_1


Semudah itu?


🌺🌺🌺


Langit sore terlihat indah. Luna berdiri di balkon kamarnya menatap suasana sore. Langit yang mulai menggelap dan burung-burung beterbangan kembali ke rumah mereka.


Mata Luna tiba-tiba menangkap sebuah perdebatan di bawah sana, tepatnya di depan pintu gerbang. Sebuah mobil hitam berhenti disana. Itu mobil Ayahnya!


Dia melihat Daniel yang sedang berdebat dengan beberapa penjaga Alex. Pasti mereka ingin menemuinya dan tentu saja ia tidak diijinkan oleh Alex


Sesuai kesepakatan, saat the heirs keluarga Zacry itu memilih bersamanya maka setiap anggota keluarganya tidak akan bisa menemuinya.


Meski Alex masih di indonesia namun ia benar-benar membuat anggota keluarga Zacry itu agar benar-benar tidak dapat menemui sang pewaris tunggal.


Gadis itu melangkah menjauhi balkon saat melihat Daniel yang menyadari keberadaanya. Ia masih belum bisa memaafkan mereka semua. Kebohongan itu membuat Luna terus memendam rasa kecewa.


Seseorang yang di kiranya tidak akan pernag menyakitinya malah menjadi penyebab kehancurannya. Ayah yang selalu dia banggakan kini membuatnya enggan memperlihatkan diri.


Bukan hanya kebohongan akan penyakit Mama yang membuat Luna kecewa namun juga karena perselingkuhan yang di lakukan ayahnya itu.


Setiap Ayah pasti akan menjadi cinta pertama anak perempuan mereka bukan?


Cukup ! dia tidak boleh memikirkan hal ini lagi. Sudah cukup kisah sedih yang di ukirnya dalam sejarah hidup miliknya. Sudah cukup airmata yang keluar dari matanya. Ia tidak ingin lebih tersiksa lagi.


Sekarang saatnya dia bahagia bersama dua orang lelaki tersayangnya. Dua orang yang di yakininya akan selalu membuat senyuman terukir di wajahnya.


Jangan lupakan perempuan yang diyakini Luna sebagai sosok spesial kakaknya. Perempuan itu juga ikut ke Indonesia menemani kakaknya.


Senang? Tentu saja. Sarah sangat baik padanya, dia pengertian, dan yang paling penting dia memiliki sisi jahat yang tidak di sembunyikan.


Percayalah, mereka yang mengaku jahat malah bisa lebih baik dari orang yang kau anggap paling baik.

__ADS_1


Sekarang mari kita ukir kisah bahagia!


🌺🌺🌺


__ADS_2