Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)

Clarissa Aluna Quensha(Si Fake Nerd)
DuapuluhSatu#


__ADS_3

.


.


.


Indonesia, 09.30 WIB


Seorarang gadis turun dari pesawat dengan kacamata hitam. Rambutnya panjangnya ia gulung asal kebelakang. Mengenakan pakaian hitam sederhana namun terlihat elegan.


Di belakangnya, sosok laki-laki dengan jas hitam juga turun dari pesawat. Laki-laki dengan wajah datar itu terlihat sungguh mempesona.


Dua Mobil sport hitam dan putih sudah menanti. Laki-laki itu menghampiri sang gadis yang bersiap masuk ke mobil.


Tanganya memegang tangan gadis tersayangnya. Mata tajam itu menyorot sendu ke gadisnya.


"I'm sorry baby, I have to attend an important meeting now."


Laki-laki itu, Alex, berujar sendu. Matanya menyorot penuh penyesalan karena tidak bisa mengantar gadisnya pulang.


Kevin dan Luna kembali ke Indonesia berdua saja karena Alex masih harus menyelesaikan sedikit tikus penganggu di Amerika. Pria kejam itu akan menyusul dua hari lagi.


"Hmm." Jawab Luna. Hanya dengan gumaman itu, lalu gadis itu masuk ke dalam Mobil sport putih itu.


Kevin menghela nafas panjang. Sikap Luna berubah 180 derajat. Laki-laki itu mengakui kesalahannya karena telah berbohong, apalagi itu untuk yang kedua kalinya ia ketahuan berbohong.


Menyesal? tentu saja laki-laki itu merasakan penyesalan yang luar biasa dalam. Seharusnya ia tidak mengangkat dari Amira pagi itu. Andai ia tidak melakukan hal bodoh itu maka gadisnya tidak akan semarah ini.


Untuk pertama kalinya gadis itu marah yang benar-benar marah. Rasa kecewa karena kebohongan pertama kekasihnya membuatnya frustasi.


Ditambah lagi dengan kematian ibunya yang tiba-tiba semakin menekannya. Sekarang laki-laki kurang ajar itu malah kembali berbohong.

__ADS_1


Apakah memang semudah itu laki-laki melupakan cintanya? Berpaling saat ada yang baru. Sungguh, ingin rasanga


menangis meraung. Ini tidak adil !


Kenapa mereka yang menjadi penghianat mudah sekali melakukan hal itu? Tidakkah sedikitpun terlintas di pikiran mereka batin kami yang tersiksa? Tidak pernahka mengingat bagaimana susahnya mereka berjuang hingga semudah itu melepaskan ?


Apa mereka pikir pura-pura bahagia itu mudah setelah penghianatan di depan mata?


Luna merasa sangat tersiksa dengan semua ini. Cobaannya datang bersamaan dan sandarannya kini hanya kak Alex saja. Hanya dia yang bisa Luna jadikan penopang kala ia akan jatuh.


Tapi kali ini gadis itu tidak akan lemah. Seperti yang dulu lagi, seperti yang telah Sarah katakan, ia akan bangkit. Ia tidak boleh menunjukkan kekalahan. Sekali ini saja, biarkan Luna membalas perbuatan mereka!!


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Matahari telah menampakkan sinarnya dengan begitu arogan pagi ini. Membangunkan mereka yang malas beraktivitas hari ini.


Luna telah bersiap dan tengah menunggu Kevin menjeputnya. Dengan dandanan Nerd-nya, gadis itu duduk di teras rumahnya membaca sebuah novel. Jika dilihat maka Luna terlihat Nerd sungguhan sekarang.


Sebenarnya bisa saja Luna merubah dandanannya tapi untuk saat ini ia enggan merubahnya. Dandanan Nerd ini karena keposesifan kekasihnya ini, ia terlanjur nyaman dengan penampilannya ini. Mungkin saat berpisah nanti dia akan merubahnya, atau mungkin tidak?


"*M*orning." ujar Kevin. Laki-laki itu mengusap rambut kekasihnya dengan sayang. Senyuman bahagia Kevin pancarkan.


Luna hanya membalas dengan senyum tipisnya itu sambil menatap kekasihnya.."morning." jawabnya pelan.


Bukan jawaban antusias seperti biasanya. Kali ini jawaban Luna terkesan di paksakan. Mata Luna memutuskan kontak dengan mata Kevin. Menatap matanya sama halnya dengan membuat hatinya kembali merasakan sakit.


Lagi-lagi Kevin hanya menghela nafas panjang. Tangannya menggenggam stir mobil dengar erat. Ia tidak boleh kembali emosi apalagi kelepasan didepan Luna.


Sudah cukuk ia gila kemarin malam, kali ini ia akan menahannya. Laki-laki itu tidak ingin kekasihnya ketakutan.


Kevin menjalankan Mobilnya menuju sekolah. Selama perjalanan hanya keheningan yang menyapa. sepasang kekasih itu terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing.

__ADS_1


Sesampainya di sekolag, Kevin memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus. Sepasang kekasih ini keluar bersamaan .


Luna berjalan menghampiri kekasihnya dan menggandeng tangannya. Kepalanya ia sandarkan di lengan kekasihnya itu.


Reaksi Kevin yang di gandeng tiba-tiba? Tentu saja ia kaget. Kenapa gadisnya yang sedang marah ini menggandengnya secara mendadak? Tapi tidak masalah, ia justru senang jika seandainya kekasihnya itu tidak marah lagi.


Kevin menggengam erat tangan mungin gadis tersayangnya ini. Mereka berjalan bergandengan tangan dengan wajah bahagia. Beberapa orang yang berpapasang dengannya di koridor akan berhenti dan menatap pasangan kekasih itu.


Banyak yang mengatakan bahwa Luna hebat karena ia dapat menaklukkan ketua OSIS yang terkenal dingin itu. Ada juga yang mengatakan Kevin tidak cocok dengan gadis Nerd seperti Luna.


Luna tidak ambil pusing atas ocehan mereka. Dirinya berpenampilan seperti ini juga karena kekasih Posesifnya ini. Lagipula untuk apa ia memikirkan ocehan orang lain, nggak penting. Kita makan nggak minta sama mereka jadi ya biasa-biasa saja.


Setibannya di kelas, sikap Luna kian manja. Ia malah mengeratkan genggaman tangannya sambil menatap Kevin penuh cinta. Laki-laki itu juga membalasnya dengn tatapan penuh cinta dengan senyuman yang sangat jarang ia perlihatkan.


Sebenarnya Luna melakukan ini juga sebagai salah satu misi balas dendamnya. Sasaran pertamanya adalah sahabat barunya, Amira. Ternyta Luna salah menilai, ia sungguh menyesal meminta Amira menjadi sahabat hingga memohon-mohon padanya.


Orang yang dikiranya tidak akan melakukan hal yang sama seperti orang yang ada di masalalunya malah berbuat hal lebih menjijikkan berusaha merebut kekasihnya.


Mata Luna melirik ke arah bangku tempat Amira duduk. Lihat! gadis itu terlihat kesal saat menatap Kevin dan Luna. Tangan Amira menggenggam pulpen dengan kuat.


Senyuman sinis muncul di wajah Luna. Ini belum seberapa. Luna akan membalasnya dengan lebih kejam.


Bukan seperti yang dianjurkan Sarah, Luna punya caranya sendiri. Ia akan menyiksa batin Amira dengan kejam hingga gadis itu menangis darah.


Kini dengan wajah polos ala nerd namun pikirannya malah merencanakan sesuatu yang kejam membuatnya semakin terlihat bahwa dia Fake nerd. Gadis yang menyimpan rahasia dibalik wajah polos ala kutu buku.


*This is about Fake Nerd and Possessive Boy, Right?


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


**Hey hey Update lagi yang makin kesini makin seru dong๐Ÿ˜„โ˜บ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Maafin yah kalo makin absurd tapi jangan bosan yah tunggu next updatenya๐Ÿค—


Jangan lupaa vote and coment ๐Ÿ™***


__ADS_2