
.
.
.
"Akkhhhhhh menyebalkan."Desah Luna gelisah. Ia membenamkan kepalanya di bantal kesayanganya, Bantal itu pemberian Kevin saat ulang tahunya tahun lalu.
Mengingat soal Kevin, laki-laki itu sampai detik ini belum mengabarinya. mata Luna sudah sembab karena terlalu lama menangis dan rasanya ia ingin menangis lagi mengingat kekasihnya itu mengabaikannya. Kevin tega sekali.
Sebuah notif pesan masuk ke Handphone cantik Luna.
"*Keluarlah dan pergi ketaman belakang sekarang.
Kevinn↭*
Luna mengerutkan keningnya seraya membaca pesa yang dikirim Kevin. Matanya melirik kearah jam dinding yang ada dikamarnya.23.50, malam sekali. Tumben sekali laki-laki itu minta bertemu padahal ini sudah larut malam sekali loh. Aku yakin semua orang sudah berada dialam mimpinya.
Dengan rasa penasaran tinggi, Luna berjalan menuju ketaman belakang mansionnya. Matanya membelalak takjub kala melihat pemandangan indah di depanya.
Taman itu sudah di hias dengan sangat indah. Lampu berbentuk Love dengan cantiknya menghiasi taman itu, dua buah kursi dan sebuah meja ditata dengan rapi dan diatasnya sudah dihiasi berbagai makanan. Ini Indah sekali.
Look into my eyes, you will see
What you mean to me
Search your heart, search your soul
And when you find me there, you'll search no more
Itu suara Kevin,Luna mendengar suara kekasihnya itu menyanyikan sebuah lagu. Matanya menatap sekeliling dan menemukan Kevin sedang duduk di dekat kolam renang sambil memetik gitar.
*Don't tell me it's not worth tryin for
You can't tell me it's not worth dyin'for
You know it's true
Everything I do, I do it for you.
Look into your heart, you will find
There's nothin' there to hide
__ADS_1
Take me as I am, take my life
I would guve it all, I would sacrifice
Don't tell me it's not worth fighting' for
I can't help it, There's nothin' I want more
You know it's true
Everything I do. I do it for you
(Lihat Mulmed👆*)
Kevin berjalan menghampiri Luna yang membeku. Ia menemui sang kekasih pujaan hatinya yang terlihat sangat cantik malam ini dengan kaos hitam lengan panjang dan rambutnya yang digerai.
"Happy anniversary 4 years Dear,I love you." Ucap Kevin.
Sekotak coklat berbentuk love dengan berbagai macam bentuk dan bungah mawar di atasnya. Ia berikan pada kekasihnya .Gadis itu tersenyum lalu menerimanya.
"sorry sayang untuk sikap aku yang udah bikin hari ini kamu banyak nangis".
" I love you Kevin, I love you so much. Thank my suprise.
Luna memeluk kekasihnya erat. Ia masih tidak menyangka Kevin akan menyiapkan kejuta seindah ini. Rasanya mulutnya terkunci dia tidak bisa lagi berkata-kata.
Gadis itu bahkan lupa jika hari ini Anniversary mereka yang ke-4 karena teralalu bingun akan perubah sikaf Kevin. Terimah kasih Tuhan!
"*Terimah kasih karena sudah melakukan hal ini untukku."
🌺🌺🌺*
Senyuman diwajah Luna di Pagi yang indah ini tampak berseri-seri. Wajah cantiknya yang tertutup kacamata itu terus menyunggikan senyum bahagia mengingat kemarin Luna mendapat kejuta spesial dari kekasihnya.
Namun, senyuman itu menghilang saat melihat meja makan kosong. Pancaran bahagia yang tadik ia nampakkan di wajah cantiknya perlahan mulai meredup saat mengingat orang tuanya pergi kemarin.
Luna memang sudah terbiasa di tinggal seperti ini. Tapi rasanya tetap menyakitkan. Rasa iri pada teman-temannya yang diperhatikan oleh kedua orang tuanya. Tapi Luna tidak bisa berbuat apapun. Mereka juga bekerja untuknya.
__ADS_1
"Morning sayang." sapa Kevin pada Luna yang baru saja keluar dari gerbang mansionnya.
Senyuman Kevin perlahan memudar melihat wajah kekasihnya yang nampak sedih. Ada apa ? Bukanya kemarin dia bahagia.
"Kamu kenapa sayang? tanya Kevin saat Luna sudah duduk disampingnya.
"Aku rindu dengan kedua orang tuaku."
Kevin meraih tubuh Luna dan memeluknya dengan erat. Ia bisa memahami apa yang dirasakan gadisnya itu.
Akhir-akhir ini memang kedua orang tua Luna sering melakukan perjalanan bisnis keluar negeri, jadi wajar saja jika Luna bersikap begini.
"Sudah yah yank jangan terlalu dipikirkan." Kevin melajukan mobilnya.
Sesampainya di sekolah, Luna berjalan sendiri menuju kelasnya. Jika kalian tanya kemana perginya Kevin maka jawabanya Kevin di bawah oleh anak OSIS.katanya sih bakalan ada rapat.
Luna melangkah menuju kelasnya sambil bersenandung kecil seakan lupa bahwa tadik ia sempat muram. Mungkin efek pelukan yang diberikan Kevin padanya hingga ia bisa kembali cerah.
"Aduhhh."
Luna mengaduh kesakitan saat pantatnya mencium lantai. Kepalanya mendongak melihat siapa yang dengan saja menabraknya hingga ia terjatuh begini. Decakan sebal keluar dari mulut Luna saat tahu siapa yang ada didepannya itu.
Ternyata nenek lampir. Dandanannya menot sekali seperti badut , kalau dia cantik sih nggak masalah, lahh ini?
Liona melotot tidak terimah melihat Luna yang bersikap biasa-biasa saja bahkan dengan berani menatapnya. Dia menganggap Luna telah menantangannya dan dia tidak menerima hal itu.
Tangan Liona meraih salah satu kepangan rambut Luna dan menariknya keras sekali hingga sang empu berteriak kesakitan. Seperti putri kepala sekolah Angkasa itu mengarahkan seluruh kemampuannya untuk menyakiti Luna.
"Sakit." Rintih Luna. Kepalanya sudah terasa pusing sekali akibat tarikan Liona pada rambutnya. Rasanya kulit kepala Luna seakan mau copot.
Mata indah gadis itu memancarkan sorot kesedihan. Satu tetes air matanya menetes membasahi pipinya. Ini benar-benar sakit.
Luna tidak bisa menahannya lagi, matanya mulai berkunang-kunang seraya diiringi airmata yang mulai turun membasahi pipinya.
" ini pelajaran buat cewek ga-"
Luna tidak mendengarkan kelanjutan ucapan Liona karena kegelapan menyerang nya. Kesadaran gadis itu mulai menghilang sepenuhnya.
Liona panik saat tiba-tiba tubuh Luna lemas dan ambruk ke lantai. Gadis itu pingsan karenanya! Pasti akan terjadi masalah besar karna hal ini. Ia segera meminta antek-anteknya untuk membawa Luna pergi.
Sebelum mereka menyentuh Luna sepasang tangan terlebih dahulu terulur dan dengan sigap menggendong gadis itu.
Liona dan dua orang lainnya menegang saat tahu siapa yang datang dan menggendong gadis itu.
Jadi mereka belum kapok juga yah nyakitin gadisnya?
__ADS_1