
Setelah mengucapkan janji, Rissa terus-terusan kepikiran, apa mungkin Rusman serius dan tak akan seperti pria lain yang hanya manis di bibir saja.
Rissa dan Rusman, semakin dekat dan telah mengenal lebih banyak hal tentang pasangannya.
"Sayang, Entar sore kita ke pantai yuk" Tanya Rusman.
"Boleh, Kebetulan lagi bete' nih di kosan terus, Rindu ayang hehe". Canda Rissa.
"Yaudah, Entar jam empat aku jemput ya, abis pulang kerja aku ke rumah dulu mandi, baru kesitu".
"Ohiya sayang. Semangat ya kerjaNya, Hati-hati".
"Iya sayangKu, dah".
SoreNya, Rusman datang ke kosan, karna Rissa masih berdandan, Rusman masuk ke kosan menunggu.
"Sayang pinjam hpMu bentar dong". Ucap Rissa menengadahkan tangan pada Rusman.
"Nih".
Setelah mengotak Atik hp milik Pacarnya itu, Rissa menemukan satu pesan dari seorang wanita yang tidak asing baginya. Dia adalah Jane.
Karena penasaran, Rissa menekan dan melihat isi pesan tersebut.
Ternyata Jane selalu menghubungi pacarnya dengan basa-basi membahas tentang Rissa.
Rissa merasa sedih, karena setahunya Jane tengah mencari ayah sambung untuk anaknya.
Rissa hanya takut Jane mengambil Rusman darinya.
"Sayang, Sejak kapan kamu sama Jane akrab?". Tanyaku lirih.
"Mm Kayaknya semenjak kita pulang dari pantai, Emang kenapa yank?".
"Gak apa-apa, cuma agak risih aja kalau kalian chatingan kayak gini, Malah aku yang jadi topik pembicaraan kalian.
Kalian kan bisa langsung tanya aku kabarnya gimana, gak perlu kalian yang chatingan". Ucapku panjang lebar.
"Kamu cemburu yank?".
"Iya, Kenapa? Gak suka?". Jawabku kesal.
"Issh gak lah, ngapain marah. Yang ada aku tuh senang kalau kamu cemburu, artinya kamu takut kehilangan aku".
"Hmm".
"Udah ah, Sini peluk biar kamu gak ngambek lagi. Kasihan tuh make-up Nya, Haha".
"Ihhh kok malah make-upnya yang kasihan". Ucapku pura-pura kesal.
"Hahaha iya, canda. Sensian amat sih Bu".Ucap Rusman tengah memeluk Rissa dan mengelus rambutnya.
"Aku gak suka kalian terlalu dekat".
__ADS_1
"Hmm? Bukannya dia sahabat kamu yank?".
"Iya, Tapi tetap aja aku gak mau kalian chatingan. Gak peduli dia itu siapa, Selama itu perempuan aku cemburu. Kamu blokir dia gih". Ucapku mengerucutkan bibir.
"Astaga Haha, Lucu banget sih kamu kalau lagi ngambek, Iya nih aku blokir". Ucapnya menunjukkan hpnya padaku.
"Nah gitu dong, Yuk kita berangkat. Kelamaan disini ntar disana cuma sebentar". Ucapku seraya berjalan keluar menunggu Rusman.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba suara ponsel berdering, Yang ternyata milik Rissa.
Rissa mengambil hpnya dari dalam tas, dan melihat siapa yang melakukan panggilan.
'Jane, Ngapain? Tumben amat'. Batinku.
Gegas ku angkat telfonnya, Barangkali ada yang penting.
"Halo Riss, kamu dimana. Aku mau cerita nih".
"Halo Jane, Mau cerita apa?". Jawabku sambil menyuruh Rusman untuk menepi sebentar.
"Cowok kamu tuh gak baik, sombong. Aku yakin dia tukang selingkuh"
"Maksudnya gimana ya Jane". Aku terkejut mendengar ucap Jane menjelek-jelekkan pacarku.
"Aduh gimana ya ceritainnya, Ya intinya aku tuh pernah chat dia pura-pura godain dia, eh ternyata di ngerespon terus. Mungkin karna takut ketahuan sama kamu, makanya dia blokir aku".
'Astaga, ternyata gara-gara blokir, Jane sampai nuduh pacarku. Padahal yang blokir kan aku'. Batinku.
"Ohh gitu, Yaudah nanti aku tanyain, Udah dulu ya Bye". Ucapku mematikan telfonnya.
"Jane, Dia marah sama kamu karena akunnya di blokir".
"Ooh, Yaudah kita berangkat, ntar gak kebagian tempat lagi". Ucapnya menyalakan mesin motor.
Tibanya di pantai, Kami langsung mencari tempat untuk istirahat. Kami melakukan banyak hal, mulai dari bernyanyi, berfoto dan bercerita.
Tak terasa, Waktu sudah malam, Kami memutuskan untuk kembali.
Di perjalanan pulang, Tiba-tiba hujan turun, Ingin berhenti tapi tak ada tempat untuk bertedu. Kamipun meneruskan perjalanan menembus hujan yang sangat deras.
Tibanya di kosan, Rissa langsung mengganti pakaian, sedangkan Rusman ke kamar mandi mengganti baju yang basah dengan Kaos yang di beri Rissa.
"Sayang, Besok kamu ada kegiatan gak?". Tanyaku.
"Iya, Besok aku kerja sayang. Kenapa?". Tanyanya sambil mengelus jariku.
"Oh kirain gak, Cuma pengen karokean aja sama kamu".
"Tunggu aku libur ya".
Aku hanya mengangguk mengiyakan.
Tiba-tiba, kami tak tahu mau bahas apa lagi, Di antara kami hanya ada hening.
__ADS_1
Saat Rissa menoleh pada Rusman, Ternyata Rusman juga tengah menatapku. Rissa merasa deg-degan Karenanya.
Rissa membalas tatapan matanya, tapi sepertinya ada yang salah. Wajah Rusman semakin mendekat, Rissa berniat untuk mundur, tapi sayang, Rissa sudah mentok di tembok.
Mungkin karena cuaca sedang dingin membuat gairah mereka memuncak.
Rusman seketika ******* bibir Rissa, dan menjelajah dalam mulutnya.
Tak hanya itu, Rusman juga membuat tanda merah di leher, dan memainkan ****** p*yudara rissa. Tak puas memainkan, Rusman juga menghisapnya layaknya bayi.
Rissa terbuai dengan permainan Rusman, Saat Rusman hendak membuka celana Rissa, Rissa segera sadar dan menahan tangan Rusman.
Hampir saja mereka kelewat batas.
Setelah lelah bercumbu, Rissa dan Rusman baring bersama.
Walaupun aku bukan wanita suci, tapi aku bahagia dengan apa yang di lakukan Rusman, Karena kami sama-sama mau dan menikmati, tak seperti apa yang pernah terjadi padaku.
Setelahnya, Pintu kamar tiba-tiba terbuka.
Ternyata yang datang Selena yang pulang dari kerja.
Tapi sepertinya Selena sedang badmood.
Kami gegas keluar kamar, kebetulan hujan juga sudah redah.
Saat duduk di luar, pacar Selena masuk ke kamar, Sepertinya mereka bertengkar.
Kami tak menghiraukan, itu urusan mereka.
Beberapa waktu berlalu, Selena dan pacarnya keluar kamar dan pamit ingin makan malam di luar.
Kami mengangguk.
Setelah mereka pergi, kami masuk dan melanjutkan cerita kami.
Tak terasa waktu sudah jam Dua belas malam. Rusman pamit pulang, tak lupa mencium keningku.
Aku masuk ke kamar, Dan membayangkan apa yang telah terjadi barusan. Karena merasa seperti mimpi, aku mengambil cermin, Ternyata memang kami melakukannya, Tanda merah ini adalah buktinya'. Batinku bahagia.
Karena Selena sedang keluar dan mu bkin akan lama, aku memutuskan untuk tidur duluan.
Karena ingin buang air kecil, Aku terbangun dan terkejut ketika Selena datang, aku melihat jam, ternyata sudah pukul empat subuh, Dan juga ada satu pesan masuk. Nanti saja ku lihat.
Tapi darimana saja mereka baru pulang sekarang.
Ah sudahlah, lagipula mereka sudah dewasa, pasti tahu mana yang betul dan salah.
Aku beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
Saat kembali ke kamar, Selena membawakan bakso bakar. Tentu saja langsung ku lahap, dari tadi aku menahan lapar.
Setelah makan, aku menyikat gigiku.
__ADS_1
Kembalinya ke kamar, aku membuka pesan masuk tadi, ternyata dari pacarku yang mengatakan telah sampai dengan selamat.
Aku menyimpan hp lalu melanjutkan tidur.