
PoV Kelvin..
Saat sampai di tempat kerja aku lagi-lagi tak menemukan Rissa, sepertinya ia sudah pulang dari tadi. Saat jam istirahat tiba-tiba pesan dari nomor tak di kenal lagi-lagi menghubungi ku dan mengatakan ingin bertemu.
Aku menunggunya di kantin kantor, aku tak ingin pergi ke tempat lain seolah-olah dirinya spesial. Aku ingin tahu siapa sebenarnya dia dan darimana mendapatkan nomor pribadiku.
Beberapa menit menunggu, tiba-tiba seorang wanita duduk menghampiri yang tak lain adalah Angela Prayoga.
"Untuk apa kamu disini?" Tanyaku ketus.
"Loh, kan tadi aku sudah kirim pesan sama kamu kalau aku mau ketemu." Jawabnya santai.
"Jadi yang mengirim pesan itu kamu? Dari mana ku mendapatkan nomor telfon pribadiku?" Tanyaku penasaran.
"Tentu saja dari keluargamu, lagipula jika aku ingin mencari tahunya sendiri itu sangat gampang." Balasnya menyombongkan diri.
"Lalu apa tujuanmu kesini?"
"Bukankah kamu sudah tahu kalau kita sudah di jodohkan?" Jawabnya enteng.
"Huh perjodohan konyol, aku tak menyetujuinya jadi kamu jangan berharap terlalu tinggi." Balasku lagi
"Aku tak peduli kamu setuju atau tidak, asal keluargamu sudah setuju itu sudah cukup." Ucapnya lagi sambil berdiri.
"Dasar wanita g*la." Sebelum pergi aku menyempatkan untuk mengatainya, entah apa yang ia katakan. Benar-benar wanita di luar nalar, bisa-bisanya aku di jodohkan dengan wanita sepertinya.
Saat masuk di ruangan ku, tiba-tiba kakek menelfonku.
"Dasar anak tidak tahu berbakti, kau apakan Angel?" Bahkan basa-basi pun tidak.
"Jadi kakek yang biang keladiny?" Tanyaku.
"Ya, Lalu kenapa? Kau sudah setuju dengan permintaan nenekmu kan?"
"huft ya sudah, nanti aku akan bicara dengannya." Jawabku mematikan telfon.
Benar-benar kacau, aku tak ingin menghianati Rissa. Aku harus membicarakan masalah ini dengan nya.
__ADS_1
Setelah beberapa jam menghabiskan waktu untuk bekerja, aku kembali menghubungi Rissa tapi lagi-lagi tak di balas.
Akupun memutuskan untuk pulang, tapi di pertengahan jalan Angela kembali menghubungi dan mengajak bertemu di restoran.
Sesampainya disana aku langsung duduk dan tak ingin berbasa-basi dengannya, aku kesini hanya karna nenekku bukan karna aku ingin menemui wanita ini.
"Kak Yudi apa kabar? Oh ya kak sebenarnya kita ini dulu sekampus loh, bahkan saat itu aku sangat mengagumi kak Yudi, tapi bla bla bla blaa.." Dia terus berceloteh membuatku jengah, andai dia Rissa aku pasti sangat senang mendengarnya bercerita.
Karna tak menggubris ucapannya, diapun memesan makanan kebetulan aku belum makan malam.
Setelah makan, aku memutuskan pulang dan menuju lobi mengambil motor kesayangan ku tapi tiba-tiba Angela menahanku.
"Kenapa.?" Tanyaku menepis tangannya.
"Kak Yudi aku boleh nebeng gak." Katanya
"Kita tidak sedekat itu." Akupun segera menaiki motorku.
"Kak Yudi tunggu, tolong mobilku mogok. Ini juga sudah tengah malam." Katanya lagi memohon padaku.
Aku rasa itu hanya akal-akalannya saja agar bisa dekat denganku, tapi setelah mengecek kondisi mobilnya sepertinya memang harus di bawa ke bengkel.
Ingin memesan ojok online, tapi handphone kami berdua kehabisan baterai seolah sudah di atur. Jadi dengan terpaksa aku mengantarnya karna rasa kasihan..
Beberapa hari berlalu saat berangkat kerja, aku tak menemukan Rissa pulang kerja. Dan ternyata aku baru tahu ternyata Rissa di rumahkan alasannya karna Rissa mungkin terkena virus, akupun berniat untuk ke kosannya pagi-pagi tapi selalu saja aku sibuk karna harus pulang ke rumah Papa.
Setelah beberapa bulan berlalu aku dan Rissa makin jarang komunikasi, tapi Angela selalu datang mendekat. Aku selalu jaga jarak darinya tapi setelah lama mengenalnya, ku rasa aku bisa menjadikannya teman.
Hingga suatu hari nenekku tiba-tiba masuk rumah sakit lagi, dokter mengatakan penyakitnya sudah parah.
Nenekku memintaku menerima permohonan terakhirnya, yaitu menikah dengan Angela.
Setelah lama berfikir, akupun setuju mengingat hubunganku dan Angela sangat cocok dalam komunikasi dan pernikahan kami akan di adakan secepatnya.
Aku bahkan lupa menghubungi Rissa, mungkin karna kami saking jarangnya komunikasi lagi sampai aku lupa akan dirinya.
Saat pulang dari rumah sakit aku dan Angela singgah di minimarket membeli bahan masakan, karna di apartemen sudah kehabisan stok.
__ADS_1
Aku dan Angela memang sering belanja kebutuhan apartment ku dan selalunya dia yang mengambil alih dalam memilih milih, dia benar-benar seperti Rissa.
Setelah lama memilih apa yang akan di beli, tiba-tiba aku di kejutkan dengan suara wanita yang tak asing bagiku.
Dia adalah wanita yang sangat ku cintai dan sudah lama ku tunggu kabarnya.
Tapi setelah sekian lama tidak bertemu, kenapa harus sekarang saat aku dan Angela jalan bersama. Aku yakin Rissa akan kecewa denganku, padahal dulu aku sudah berjanji dengannya.
"KELVIN? KAMUU.." Ucap Rissa seperti menahan tangis, setelah melihatku dan Angela, Rissapun menjauh.
"Riss, tunggu Riss biar aku jelasin." Ucapku ingin menjelaskan semuanya ke Rissa, tapi kenapa Angela harus ikut di belakangku!.
"Kamu.. kamu mau jelasin apa lagi." Tanya Rissa terbata-bata, aku yakin aku sudah sangat menyakiti hatinya.
"Ini tak seperti yang kamu pikirkan Riss." Jelasku ingin menceritakan semuanya.
"Lalu yang ku lihat barusan itu apa? Bahkan aku saat jalan sama kamu gak pernah tuh nempel nempel kayak perangko kayak tadi." Tanya Rissa tersulut emosi, ya jika aku di posisi Rissa aku pasti akan emosi melihat orang yang ku cintai jalan bersama orang lain.
"Maaf ya Riss, harusnya Kelvin bilang sama kamu dari awal tentang hubungan kami." Tiba-tiba Angela bersuara dari belakang, aku hanya bisa tertunduk merasa sangat bersalah. Ya aku sangat jahat pada Rissa!
"Hubungan? Jadi kalian beneran ada hubungan? Haha pantas saja kita jarang komunikasi, ku kiranya itu karna kamu lelah kerja tapi ternyata kamu diam-diam di belakang aku jalin hubungan dengan wanita lain? Hebat ya kamu Vin." Sambil bertepuk tangan Rissapun berlalu pergi, tak ingin tambah sakit hati melihat kami berdua jalan bersama.
Tapi tiba-tiba angel menyusulnya, entah apa yang mereka bicarakan. Aku hanya berdiam diri di tempat menyadari kesalahan yang sudah ku perbuat.
Tak ingin Rissa salah paham, aku mencoba mengirim pesan padanya. Tapi belum juga pesan ku kirim, Rissa sudah mengirim pesan padaku lebih dulu dan isi pesannya membuatku makin bersalah.
Ingin menjelaskan kejadian sebenarnya tapi nomorku sudah di blokir.
Mungkin memang sudah jalannya seperti ini, maafkan aku Riss. Aku sangat mencintaimu tapi di sisi lain nenekku memohon padaku. Aku sudah jahat padamu Riss, maafkan aku yang tak bisa menepati janji untuk setia!
Kamu adalah satu-satunya wanita yang sangat ku cintai dan aku telah menyakitimu. Maafkan aku tak membicarakan ini sebelumnya agar hatimu siap sampai kamu harus melihat aku jalan dengan wanita lain.
Aku hanya bisa bilang maaf Rissa.
Satu bulan berlalu aku dan Angela sudah resmi menikah dan kami akan ke luar negeri untuk honeymoon seperti permintaan nenek. Dan aku juga tahu, Rissa kini sudah di mutasi ke kampung halamannya.
Semoga kami sama-sama dewasa setelah masalah ini terjadi, biarlah jadi kenangan.
__ADS_1
Kini aku juga sudah memiliki seorang istri yang sangat baik padaku, ku yakin Rissa juga akan menemukan pendamping yang baik untuknya.