CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 16 CINTA DAN DILEMA


__ADS_3

"Vin.." Aku memanggil Kelvin. Saat Kelvin menoleh Cup.


Aku langsung mencium tipis bibirnya. Seketika tubuh Kelvin tegang seperti patung.


Maaf ya Vin, hanya ini yang bisa kita lakukan biar dia percaya' Batinku memperhatikan wajah Kelvin. Kelvin mengangguk. Sepertinya Ia paham maksudku.


"Kamu... Huh Kalian akan menyesal!" Ucapnya akhirnya menjauh dari kami.


"Maaf ya Vin" Ucapku menunduk. Karena saat ini sepertinya pipiku sudah seperti udang. Maluu!


"Gak apa-apa kok Riss. Sering-sering ya" Ucapnya tersenyum membuatku mengangkat wajah.


"A..apa?" Sepertinya pendengaranku sudah mulai bermasalah.


"Gak apa-apa. Yuk naik, Katanya perutnya sakit. Mau sekalian singgah di minimarket gak?"


"Iya Vin"


Sepanjang perjalanan, Jantungku sepertinya tak aman lagi. Dari tadi berdetak kencang. Bisa-bisa aku mati kalau begini..


***


Triiinngg....Triinng..Triing...


Alarm pagi membangunkanKu dari tidur. Semalam apa itu nyata, aku mencium bibir Kelvin atau hanya mimpi?


Aku bingung,...


Semoga saja hanya mimpi. Bisa malu aku kalau ketemu sama Kelvin di kantor. Aduhh Rissa, bisa-bisa di bilang ganjen Kalau begini!


Sampainya di kantor, aku melihat Kelvin berdiri di dekat pintu masuk.


Malu,, sungguh malu bertemu dengannya.


Lebih baik aku menghindar.


Aku berjalan ke arahnya, dia tersenyum lebar ketika melihatku. Aku hanya tersenyum tipis lalu pergi.


Ya, sikapku hari ini sungguh aneh. Kelvin juga pasti merasakannya. Biar saja, daripada berhadapan dengannya, bisa-bisa muka ku jadi udang rebus lagi!


"Riss, kok aku di cuekin? Kamu marah sama aku?" Tanya Kelvin yang tiba-tiba berada di sampingku.


"Oh itu..mm, aku gak marah kok. Cuma lagi pusing aja" Ucapku. Baru kali ini aku berkilah di depannya.


"Kamu demam?" TanyaNya memegang jidatku. "Gak panas. Kamu ada masalah ya?" Tanyanya lagi.


"Iya Vin, Semalam mamaku telfon. Katanya adikku kabur dari rumah" Jelasku.

__ADS_1


Semalam, sebelum tidur mama menelfonku. lagi-lagi masalah adikku.


Aku sampai hafal sikap dan sifat keras kepalanya itu.


"Kabur? Adikmu bertengkar sama mamamu lagi ya?"


"Iya Vin, Mama marah sama Ninda karna selalu pulang malam bareng cowok. Si Ninda gak terima, jadinya cabut deh dari rumah"


"Hm, semoga anak itu cepat di beri hidayah. Kamu do'ain aja yang terbaik untuk Ninda Riss"


"Iya Vin, Tapi jujur aku pusing gara-gara dia. Semenjak papa sakit, dia makin menjadi-jadi. Gak ada taubatnya tuh anak"


"Udah, Kamu gak usah fikirin itu, Nanti kamu sakit. Lagian Ninda bukan anak kecil lagi, dia pasti tahu mana yang baik dan buruk" Ucap Kelvin menenangkanku lagi.


"Iya Vin". Aku sangat senang kenal dengan Kelvin, dia selalu hadir disaat aku butuh. Andai aku jadi wanitanya aku pasti bahagia.


Tapi siapa yang mau dengan wanita yang sudah tidak suci lagi. Kelvin pria baik sudah sepantasnya menemukan wanita yang baik juga. Batinku'


"Ohya Riss, soal semalam" Ucap Kelvin tak ia lanjutkan. Membuat jantungku berdetak kencang, Sepertinya Kelvin ingin membahas soal aku menciumnya. Ternyata beneran bukan mimpi. Aaghh!


"Iya kenapa Vin" Ucapku pura-pura tak terjadi apa-apa semalam.


"Itu... Hm gak apa-apa. Aku ke ruanganku dulu ya, semangat kerjaNya. Nanti jam istirahat aku kesini, kita ke kantin bareng. Oke!"


"Siap Pak bos" Ucapku mengangkat tangan hormat.


Tapi sampai sekarang masih belum datang juga. Sudah lewat sepuluh menit ia tak kunjung datang, biasanya tak seperti ini. Aku memutuskan untuk datang ke ruangannya.


Belum sempat mengetuk pintu, aku mendengar suara wanita dari dalam ruangan. Sepertinya dia berbicara serius. Aku bekat menguping, ternyata wanita itu sedang mengutarakan isi hatinya pada Kelvin.


Suara wanita ini aku sangat mengenalnya. Dia wanita yang paling cantik di kantor ini. Dia memiliki kulit putih mulus, hidung mancung, bibir kecil dan body yang wahh..


Pria mana yang akan menolak wanita seperti itu. Mendengar ia menyatakan perasaannya pada Kelvin membuatku merasa sakit dihati.


Mungkin sebaiknya aku menjauh, aku tak ingin mengganggu hubungan mereka.


Aku berbalik arah meninggalkan mereka. Belum sampai sepuluh langkah, suara Kelvin memanggilku.


Aku menghapus air mata yang tadi menetes tanpa ku sadari. Aku berbalik badan seolah tak mendengar percakapan mereka.


"Loh Riss kamu disini, sejak kapan? Kok malah pergi gak terus masuk?" Tanya Kelvin beruntun.


"Baru saja, tadi putar arah soalnya hpKu ketinggalan tapi kamu manggil"


"Oh gitu. Maaf ya aku telat ke ruangan kamu. Soalnya"


"Iya gak apa-apa, lagian pekerjaanku baru selesai. Jadi ke kantin kan?" Ucapku segera memotong ucapan Kelvin.

__ADS_1


"I..Iya"


Nita yang sedari tadi mendengar percakapan kami memasang wajah kesal. Apa mereka telah resmi berpacaran. Mungkin sebaiknya aku tidak mengganggu mereka.


"Astaga, aku lupa, Hari ini aku bawa bekal Vin. Kamu ke kantin saja sama Nita ya. Aku makan di ruanganku" Ucapku Kemudian yang membuat raut wajah Nita berubah bahagia.


"Kalau gitu aku beli makanan di kantin terus ke ruangan kamu saja. Kita makan bareng ya" Ucap Kelvin


"Hm yasudah. Kita makan bertiga di ruanganku" Ucapku lagi yang membuat Kelvin seperti kaget mendengar penuturanku.


"Loh Riss biasanya kan kita cuma berdua, ngapain ngajak Nita?" Ucap Kelvin seperti tak terima.


"Gak apa-apa. Makan ramai-ramai kan enak Vin hehe"


"Huft, Terserah kamu deh. Yaudah aku ke kantin dulu sama Nita, nanti kami nyusul"


"Iya"


Mereka berdua pergi menjauh, begitu juga aku memilih ke ruangan. Sebenarnya aku cuma bawa susu dan roti dua bungkus, Tapi ini cukup bagiku yang lagi tak nafsu makan.


Sepertinya aku mencintai Kelvin. Tapi aku harus merelakannya bersama Nita. Menurutku Nita wanita yang baik dan cantik. Tentu Kelvin tak akan menolaknya. Mungkin mereka saat ini benar-benar berpacaran. Ikhlas ya aku harus ikhlas, lagipula aku tak ingin merusak persahabatan ini' Batinku!


Tak lama Kelvin dan Nita datang membawa masing-masing makanan mereka. Tapi anehnya, Kelvin membawa dua. Apa itu untukku? Ah tak mungkin, bisa-bisa Nita marah!


"Lama ya Riss. maaf ya tadi kelamaan antri" Ucap Kelvin menyodorkan makanan padaku. Ternyata beneran untukku, tentu aku menerima.


Aku melirik Nita, Ternyata dia sedang menatapku dengan wajah kesal. Huft padahal aku sudah mengalah, hanya saja Kelvin tak peka. kasihan sekali Nita, aku harus bicara dua mata dengan Kelvin.


"Aku kan sudah bilang punya bekal Vin, kok di beliin lagi?"


"Soalnya bekalmu itu untuk sarapan pagi, tidak cocok untuk makan siang. Buruan di makan, nanti jam istirahat habis lagi" Ucapnya menyendok kan nasi ke dalam mulutnya.


Usai makan Kelvin dan Nita kembali ke ruangan masing-masing.


Aku menyibukkan diri dengan pekerjaanku.


Stress sekali rasanya memikirkan soal semalam aku dan Kelvin ciuman, di tambah masalah adikku. Dan sekarang masalah Nita yang sepertinya menjadikanku musuhnya.


Tepat pukul lima tiga puluh, kini waktunya pulang. Besok hari libur dan kebetulan hari penerimaan gaji.


Besok aku akan traktir Kelvin seperti yang ku janjikan sebelumnya. Sekalian bertanya apa hubungannya dengan Nita.


Jika mereka memang berpacaran, hubunganku dan kelvin tak boleh sedekat dulu lagi. Aku tahu perasaan nita jika melihat kekasihnya bersama wanita lain.


Aku seorang wanita tahu persis rasanya seperti apa di khianati kekasih. Batinku!


****

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya man teman:)


__ADS_2