
"Ohya Riss, aku masih penasaran dengan cara bicaramu tadi. Kamu sengaja atau ada masalah?" Tanyanya membuatku gugup.
"Ng..Nggak ada masalah kok" Jawabku grogi.
"Ohh berarti kamu sengaja ya hehe" Ucapnya terkekeh membuatku malu. "Tapi penyebabnya apa? Gak biasanya kamu begini" Lanjutnya lagi.
"Aku, aku melihatmu bersama Nita sangat akrab tadi layaknya sepasang kekasih. Aku.. Huff aku juga bingung, mengapa aku sedih melihat kalian bermesraan. Lagipula aku hanya sahabat, tak seperti dia yang spesial bagimu" Ucapku membuat mataku berkaca-kaca dan tanpa sadar menitikkan air mata.
"Aku tahu kamu akan seperti ini jika melihatku bersama Nita. Baiklah aku akan menceritakan padamu apa yang sebenarnya terjadi sampai aku harus menuruti keinginannya" Ucap Kelvin membuatku penasaran, ada apa sebenarnya?
****
Beberapa hari Sebelumnya!
"Mas Yudi tunggu" Panggilan Nita tak ku hiraukan "Mas, kalau Mas melangkah sekali lagi, lihat saja apa yang akan ku lakukan pada Rissa" Ucapnya berhasil membuatku berhenti melangkah.
"Apa MauMu?" Tanyaku kesal.
"Aku tahu Mas Yudi suka sama Rissa. Tapi aku tak akan terima jika kalian sampai bermesraan apalagi di depanku"
"Tak usah berbelit-belit, katakan saja sebenarnya apa yang kamu rencanakan?" Tanyaku mulai kehabisan kesabaran.
"Huh! Baiklah aku akan katakan. Aku sangat-sangat mencintai, tetapi kamu selalu mengabaikan ku karena kehadiran Rissa. Pernah timbul di hati ingin membunuh Rissa, tapi aku tak sejahat itu. Jadi aku minta bantuan kamu, biarkan aku dekat denganmu memastikan perasaanku ini, apa aku benar-benar sangat mencintaimu atau hanya sekedar kagum. Bantu aku untuk menghilangkan rasa ini, jika tidak mungkin perasaan ini akan terus bertanya-tanya dan membenci Rissa" Penuturan Nita membuatku terkejut.
Aku terdiam memikirkan rencananya itu, apakah aku harus menolongnya? 'Batinku.
"Baiklah, aku akan membantumu memahami perasaanmu sendiri. Tapi jangan pernah mendekati Rissa apalagi sampai berencana ingin membunuhnya" Ucapku memperingatinya.
"Baiklah Mas, aku tak akan mendekati Rissa. Tapi Mas harus bersamaku sampai aku bisa tahu perasaanku" Ucapnya lagi. Aku hanya menganggu dan berlalu.
______________________________________
"Ceritanya seperti itu Riss, Aku dan Nita tak ada hubungan spesial. Aku hanya takut dia menyakitimu, Tapi ternyata rencananya ini juga membuatmu sedih. Maafkan aku ya" Ucapnya mengelus kepalaku.
"Tapi ngomong-ngomong, kamu seperti orang yang sedang cemburu. Apa jangan-jangan kamu suka sama aku?" Tanyanya membuatku seketika kaget.
"Aku.. Jangan sok kegantengan deh. Mana ada aku cemburu, dasar halu" Ucapku memalingkan wajah, takut ketahuan kalau mukaKu sekarang sudah memerah.
"Hm. oh ya Riss, pertanyaanku saat kita jalan di mall, apa sudah kamu pertimbangkan" Tanya Kelvin membuatku semakin gugup.
"Itu.. Itu.. Aku! Iya Vin aku sudah punya jawaban dari pertanyaan waktu itu, aku sudah memikirkannya secara matang" Jawabku berusaha terlihat santai.
__ADS_1
"Lalu jawabannya?" Tanya Kelvin serius menatapku.
"Aku.. Aku juga menyukaimu Vin. Aku terima, aku mau jadi pacarmu" Jawabku malu.
"Benarkah?" Tanyanya yang ku balas dengan anggukan.
"Iya Vin"
"Alhamdulillah, akhirnya aku tak jomblo lagi hahaha.
Woyy, Aku punya pacarrrr yang sangat cantiikkk" Kelvin membuka kaca jendela mobil dan berteriak pada orang yang lewat.
Aku menyenggolnya agar tak lebay.
"Vin tapi aku takut"
"Hm? Takut kenapa Riss? Aku gak akan selingkuhin kamu, Janji" Ucapnya menggenggam tanganku.
"Bukan itu Vin"
"Lalu apa? Apa kamu takut sama Nita? Aku akan ada di samping kamu. Soal rencana Nita, tak akan aku lanjutkan lagi. Aku tak ingin membuatmu sakit hati lagi, aku akan menyewa orang untuk menjagamu dari orang suruhan Nita" Ucapnya membuat mataku berkaca-kaca.
"Rissa, kita sudah pernah membicarakan ini sebelumnya. Apapun yang terjadi, persahabatan kita tak akan hancur" Jawabnya meyakinkanku.
Sepanjang perjalanan aku bersandar di bahunya, Rasanya sangat hangat. Beginilah rasanya mencintai orang yang juga tulus mencintai kita?' Batinku.
Setelah melalui perjalanan yang begitu jauh, akhirnya kami sampai di pertambangan.
Semuanya berjalan lancar selama kami ada disini.
Saat kami pamit pulang pada Pak Budi orang yang paling di percayakan disini, Tiba-tiba seorang pria berlari ke arah kami dengan wajah yang ketakutan.
"Ada apa, kenapa kamu terlihat ketakutan?"
"Itu.. Itu Pak, Anak baru yang seminggu lalu masuk tertimpa batu. Sepertinya kakinya tak bisa bergerak Pak"
"Anak baru? Maksudmu wanita yang baru masuk seminggu lalu? Ayo kita lihat" Ucap Pak Budi buru-buru pergi, Kamipun mengikuti.
Saat sampai disana sudah banyak para pekerja berkumpul mengerumuni wanita itu. Kamipun mendekat dan melihat separah apa lukanya, Tetapi wajah wanita ini sangat tak asing bagiku.
Mungkin jika wajahnya tak di penuhi debu, mungkin aku bisa mengenalinya. Ah nanti saja ku pikirkan.
__ADS_1
"Kenapa bisa seperti ini? Ceritakan apa yang terjadi. Apa sudah menghubungi tenaga medis?" Teriak Pak Budi pada anggotanya.
"Saya sudah menghubungi mereka, mereka sudah di perjalanan Pak" Jawab seseorang yang di anggukan Pak Budi.
"Apa kau bisa menggerakkan kakimu?" Tanya Pak Budi pada wanita itu.
"Ti..tidak Pak saya tidak bisa gerakkan. Kaki saya seperti mati rasa hiks, Tolong saya Pak" Ucap wanita itu yang sangat ku kenali.
Aku duduk mendekatinya, memperhatikan wajahnya. Diapun menoleh dan terkejut melihatku. Sebenarnya siapa dia?
Saat hendak bertanya, tiba-tiba aku di kagetkan suara sirine ambulance. Kami memberikan jalan untuk memudahkan tenaga medis mengangkat wanita tersebut.
Saat wanita itu di pindahkan ke branker, dia menjerit kesakitan. Aku yang mendengarnya ikut merasakan sakitnya.
Ambulance lalu menuju ke RS terdekat. Apa yang akan terjadi pada wanita itu kami tak tahu. Kami tak bisa ikut untuk melihat kondisinya dan pamit pada Pak Budi.
Sesampainya di kantor, Aku menjelaskan semuanya pada Pak Presdir tentang kelancaran kerja tambang dan kejadian soal wanita itu.
Setelah menceritakan semuanya, akupun beristirahat karna sudah tak ada yang harus di kerjakan. Akupun memilih untuk ke ruangan Kelvin, selama Kelvin jadi manager aku tak pernah memasuki ruangan barunya itu.
"Kamu tega Mas. Kamu berbohong" Ucap seseorang dari dalam ruangan saat aku sampai di depan pintu.
"Carilah lelaki lain. Aku sudah memiliki kekasih, jangan menggangguku lagi" Ucap Kelvin pada wanita itu.
"Aku tak akan tinggal diam, Lihat saja apa yang akan terjadi pada Rissa" Ucap wanita itu membuatku kaget. Kenapa ia menyebut namaKu, Apa jangan-jangan wanita di dalam adalah Nita?
"Jika kamu berani menyakiti Rissa sedikit saja, Kamu dan keluargamu akan hancur" Tegas Kelvin emosi, sebegitunya Kelvin menjagaku. Aku sangat terharu.
Akupun membuka pintu, kebetulan pintunya tak di kunci. Aku berjalan masuk dan melihat pertengkaran mereka. Dan benar wanita itu adalah Nita.
Saat Nita melihatku, ia langsung mengambil vas yang di letakkan di meja dan berlari mendekatiku. Aku mengangkat tanganku untuk melindungi kepalaku yang ingin di hantam Nita.
PLAKK!
BRUKK
Aku mengangkat wajah, melihat apa yang terjadi. Ternyata Kelvin menampar Nita hingga membuatnya terjatuh. Aku menatap Kelvin, matanya menatap Nita dengan nyalang. Sungguh membuatku takut hingga aku menutup wajahku dengan telapak tangan.
**
Guys jangan lupa like komen dan bintang lima ya hehe:)
__ADS_1