
"Rissa, propasal itu siapa yang susun?"
Deg...
'Sepertinya benar ada yang salah. Kalau aku bilang yang mengerjakan adalah kelvin, Kelvin bisa dapat teguran. Padahal niat Kelvin baik ingin membantu. aku gak boleh bawa-bawa nama Kelvin, bisa-bisa dia juga dalam bahaya' Batinku!
"Itu.. Yang kerjakan saya pak". Ucapku agak ragu. Ia bergeming memperhatikanKu.
"Bagus. Prok..prok..prok.."Ucapnya tepuk tangan. "Hari ini kerjasama kita lancar berkat kerjaanmu. Kamu akan di beri bonus saat hari gajian"
"Wah benarkah? Terimakasih pak"
"Iya sama-sama. Saya hanya ingin menyampaikan itu"
"Iya pak, kalau begitu saya pamit keluar dulu"
Astaga, ku fikir bakal di kasih sanksi, ternyata mau dapat bonus. Aku akan bagi dua hasilnya dengan Kelvin nanti. ya!
SoreNya, Saat hendak pulang ke kosan, Kelvin memanggilku.
Katanya ada hal yang sangat penting yang harus ia sampaikan.
"Riss, Kamu masih berhubungan baik sama pacar kamu yang sekarang?"
"Iya, Kenapa? Tumben tanya-tanya tentang pacarku. Haha"
"Riss, itu.."
"Itu? Itu apaan? Kebiasaan banget kalau ngomong gak selesai"
"Riss ini serius"
"Lah serius apa? Orang kamuNya yang gak bicara jelas kok"
"Huft, Mending kamu lihat langsung aja, aku gak tau harus ngomong apa"Ucapnya menyodorkan hpnya.
Aku melihat foto seorang pria yang tak asing bagiku sedang berciuman dengan seorang wanita.
"Ini...Wah jaman sekarang foto editan benar-benar seperti nyata ya" Ucapku berusaha berfikir positif.
"Riss, Ini real"
"Siapa yang fotoin? Terus kapan kejadiannya?dimana? Aku gak percaya!"
"Aku yang foto, Kejadiannya dua hari yang lalu di hotel Lily. Kamu tahu sendiri kan aku selama ini tinggal di hotel itu. Nah kebetulan aku gak sengaja lihat mereka di lantai bawah.
Riss seperti katamu, aku ini sahabatmu. Aku hanya ingin kamu menjauhi laki-laki bajingan seperti dia"
"Tapi.." Andai Dia belum menyentuhku, mungkin aku akan memutuskannya. Tapi, baru semalam kami...!
"Riss, ini demi kebaikan kamu. Aku gak mau kamu sedih seperti dulu"
"Kamu benar Vin, untuk apa aku pertahankan pria seperti dia. Makasih ya Vin, berkat kamu, aku jadi tahu dia pria seperti apa"
"Iya sama-sama Riss. Aku akan melakukan apapun biar kamu gak sedih seperti waktu kamu dan Rusman putus"
"Udah setahun lebih woy, Masih ingat aja haha"
"Ya ingatlah, Itukan pertama kalinya kita bertemu dan jadi sahabat"
__ADS_1
"Iya iya. Ohya Vin, berkat bantuan kamu kemarin, Aku bakal di beri bonus. Karna kamu bantu aku, Jadi kita bagi dua hasilnya"
"Wah baguslah. Tapi itu untuk kamu saja Riss"
"Loh kok gitu. Aku jadi gak enak kalau kamu nolak. Kan kita sama-sama ngerjain"
"Hm gitu ya. Gimana kalau kamu traktir aku makan aja biar kamu gak merasa berhutang Budi sama aku"
"Gak sepadan sih, Tapi kalau kamu maunya begitu ya sudah.
Tunggu gajian ya, Aku bakal traktir kamu makanan yang paling enak"
"Iya aku tunggu. Ohya, kamu pulang aku antar ya. Lagian kita kan searah. Sekarang kamu jangan tolak aku antar pulang seperti dulu lagi ya. Hati yang selalu kamu jaga sudah menghianati kamu, Jadi lupakan dia"
"Iya Vin aku mau di antar kamu kok. Maaf ya, aku lupa kalau hanya sahabatku ini yang paling baik dan mengerti diriku" Ucapku merangkul bahunya yang jelas lebih tinggi dariku.
"Kamu kan memang suka lupa kalau lagi senang huh" Ucapnya pura-pura kesal.
"Haha iyadeh, maaf. Yuk pulang, keburu magrib"
Sampainya di kosan tiba-tiba seorang pria menghampiri kami, Dia pacarku!
"Siapa dia" Tanya pacarku.
"Ini Kelvin, sahabatku"
"Alah, Kamu kira aku percaya. Dia selingkuhan kamu kan. Dasar wanita mur*han"
"Kamu.."
Bughh..
Belum sempat ku jawab, pacarku langsung menghantam kepala kelvin dengan gagang sapu.
Vin kamu gak apa-apa kan? hiks, maafin aku ya Vin"
"Cuih, dasar brengsek. Rissa masuk, Ngapain kamu peduli sama dia. Aku ini pacarmu jadi dengarkan ucapanku"
Rissa menghapus air matanya, lalu mendekat kearah pacarnya.
PLAK...
"Kamu.. Kamu berani tampar aku? Dasar wanita pel*c*r" Ucapnya ingin menampar Rissa tapi tangannya tertahan.
Aku memalingkan wajah, ternyata Kelvin yang menahan dengan tatapan yang tajam.
Aku tak pernah melihat Kelvin semarah ini.
"Jangan cuma berani sama perempuan. Hadapi aku, jika kamu memang seorang pria"
Ucap Kelvin membelaku.
"Sebaiknya kita putus. Mencintaimu adalah kesalahan terbesarku"
"Pu..putus? Gak, kamu bercanda kan sayang? Kalau kamu minta putus cuma karena masalah aku pukul teman kamu. Aku minta maaf, tapi kita jangan putus ya sayang. Aku cinta sama kamu. Hatiku cuma untuk kamu"
"Haha sayang? Aku sudah tahu semuanya, jadi kamu gak usah pura-pura setia"
"Ma..maksud kamu apa sayang"
__ADS_1
"Kamu punya selingkuhan kan? Biasanya orang yang menuduh selingkuh adalah orang yang menutupi perbuatannya. Contohnya sepertimu!"
"Sayang, Kamu jangan fitnah. Aku benar-benar sayang sama kamu, cuma kamu wanita satu-satunya yang ada dalam hatiku. Ah aku tahu, pasti pria ini yang mempengaruhimu kan sayang. Dasar pria br*ngs*k. Jauhi pacarku atau aku.."
"Sudah cukup. Tak perlu menutupi kesalahanmu dengan menuduh Kelvin. Aku punya bukti kalau kamu selingkuh dengan seorang wanita di hotel. Apa perlu ku tunjukkan buktinya, biar kamu mau mengaku?"
"Itu.. Sayang maafkan aku. Aku khilaf karna tergoda, aku janji gak akan selingkuh lagi"
"Aku maafkan, Tapi untuk menjalin hubungan denganmu lagi tidak akan bisa"
"Hah dasar wanita sombong, aku kan sudah minta maaf. Apa salahnya kalau kita pacaran lagi, atau kamu ingin ku nikahi sekarang? Oke ayo!"
"Tak perlu. Bereskan barang barangmu, dan pergi dari sini. Jangan pernah tunjukkan dirimu di hadapanku lagi"
"Oke. Kamu akan menyesal melepaskan ku"
Beberapa menit kemudian, dia keluar membawa serta Ranselnya. Sebelum pergi, dia melihatku dan Kelvin dengan tatapan sinis.
"Vin, biar aku obati di dalam. Kayaknya kepala kamu ada yang bocor. Darahnya keluar terus tuh"
"Yaudah"
Setelah mengobati kepala kelvin dengan obat seadanya, Kelvin tiba-tiba buka suara!
"Keputusanmu sudah benar Riss, Tak perlu kau sesali karena berpisah dengannya. Dia bukan pria yang baik untukmu.
Kamu wanita baik akan bertemu dengan orang baik"
"Iya Vin, aku gak nyesel karna putus kok. Aku hanya menyesal karena terlambat mengetahui kalau dia pria seperti itu. Untung kamu ciduk dia di hotel"
"Kalau kamu tahunya lebih awal itu mah bukan penyesalan tapi pendaftaran hahaha" Ucapnya membuatku ikut tertawa.
"Ohya Vin, Kamu apa gak mau buka hati untuk wanita di luar sana? Gak semua wanita jahat seperti mantanmu Vin. Pasti ada kok yang baik"
"Menurutku yang baik cuma kamu Riss. Aku akan buka hati kalau yang datang adalah kamu"
"Lagi-lagi ngelantur. Yaudah kamu pulang gih, aku mau mandi terus istirahat"
"Yaudah, tapi kalau aku tinggal, kamu jangan galau karena dia ya. Gak pantas pria seperti dia kamu tangisi"
"Iya bawel. Udah sana"
"Aku pamit ya. Besok aku jemput. Bye!"
Ucapnya berlalu.
Setelah mandi, Aku berbaring mengistirahatkan tubuh dan fikiran.
Kelvin benar, Pria sepertinya tak pantas ku tangisi.
Percuma cinta yang ku beri selama ini jika tak pernah kau hargai.
Bukan salahmu karena selingkuh, Tapi salahku menempatkan hati pada orang yang salah!
Aku banyak belajar dalam diam.
Meneladani tiap insan datang dan pergi.
Sejujurnya, semua membawa makna.
__ADS_1
Yang setia akan senantiasa dalam do'anya,
Yang misteri akan hilang entah ke mana.