CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 13 MABUK


__ADS_3

"Ternyata kalian ngumpul disini? Bagus ya, tadi kamu bilang mau keluar sebentar ternyata lama, Kalian habis ngapain? Pasti habis SS kan?" Ucap wanita tersebut.


Aku curiga, yang di maksud SS adalah s*bu-s*bu. Apalagi aku menemukan suntik selang dan plastik lain di kamar mandi. Wah gawat nih, bisa-bisa aku juga kena imbasnya kalau mereka seperti ini di kamarku. Aku bisa di usir kalau ketahuan penghuni kost.


Apa aku telefon polisi aja ya? Tapi gimana kalau aku juga ikut di tangkap karena memberikan mereka tempat naungan. aduh gimana nih.


"Ca, Pulang sekarang" Ucap wanita itu mungkin ke pacarnya


"Iya, kamu duluan aja"


"Gak mau, kamu harus ikut aku pulang sekarang. Kalau kamu tinggal, nanti kamu ngulang lagi. Lihat tuh mata kamu udah merah seperti mata hantu"


Tak berapa lama, aku mendengar suara motor menjauh. Dan tiba-tiba pintu kamarku di ketok. Ternyata pacarku yang ingin masuk.


Karna jengkel dan takut, aku memungut baju-bajunya yang ada disini. Dan membuangnya saat membuka pintu.


Tapi dia tak memungut barangnya aku sudah ku lempar ke arahnya. Dia malah memaksa masuk. Seketika tubuhku ambruk ke lantai. Aku meringis kesakitan, tapi dia malah tersenyum sinis.


Ia mendekatiku dengan tatapan yang berdeda.


Tanpa sadar, dia telah berdiri di hadapanku dengan tatapan yang tajam.


"Aku mau" Ucapnya melihat ke arah bawah tubuhku.


"Ma..maksud kamu apa? Kamu mau apa?" Ucapku sambil melangkah mundur.


Bukannya menjawab, ia malah mencengkram bahuku sangat kuat sehingga aku tak bisa bergerak.


"Aku mau kamu melayaniku malam ini"


"Apa? Kamu gila? Aku sudah baik sama kamu, udah ngizinin nginap di kosanKu, Tapi kamu mau aku melayanimu?.


Gak, walaupun kita pacaran, aku gak akan pernah mau berhubungan haram sama kamu sebelum menikah"


"ARRHGHH, BERISIK. AKU BILANG MAU YA MAU" Ucapnya emosi sambil terus mendekatkan tubuhnya.


"Aku akan teriak kalau kamu mau perk*sa aku, biar kamu di gebukin penghuni kost".


"HAHAHA SILAHKAN KALAU KAMU MAU MALU. KAMU SENDIRI JUGA TAHU KAN, KALAU DI KOSAN INI, LAKI-LAKI DILARANG MASUK. TAPI KAMU MALAH MENYEMBUNYIKAN AKU DISINI. SILAHKAN SAJA KALAU MAU TERIAK" Ucapnya


"Kamu..." Ucapku terpotong saat dia mendekap erat tubuhku. Ingin sekali rasanya teriak minta pertolongan, Tapi aku juga takut sudah menyembunyikan laki-laki di kamarku.


Saking seriusnya menghayal, aku tak sadar tubuhku sudah berada di atas kasur. Dia hendak membuka paksa pakaian yang ku kenakan.


Sungguh, kekuatanku tak sebanding. Sekuat apapun aku berusaha, aku tetap kalah alhasil atasanku telah lepas.


Dia mulai mencumbuku dari leher sampai ke pay*dara, walaupun aku memberontak, tetap saja dia tak akan berhenti.


Saat dia memainkan pay*daraku, mulai dari meremas dan menjilatinya aku sampai terhanyut dalam permainannya.


Karna menikmati permainannya, akhirnya bawahanku berhasil ia lepaskan. Kini tubuhku tanpa sehelai benang dan dengan secepat kilat dia melepaskan pakaiannya.


Aku melihat senjatanya yang sudah siap tempur membuatku merinding. Aku hendak menutupi tubuhku dengan selimut, tapi belum sempat tertutup, dia berhasil merebut dan naik ke atas tubuhku.


Dia meraba tubuhku, memainkan area sensitif ku dengan tangan dan lidahnya.


Ia memainkan pay*daraku dengan lidahnya, dan tangan kanannya mulai mengusap area sensitif di bagian bawah perutku.


Ingin memberontak, tapi aku sudah terlena. bahkan aku rasanya ingin meminta lebih dari ini.


Tidak puas mengusap inti sensitifku dengan tangan, ia malah ke bawah dan berada di tengah-tengah se*angka**an. Ia mulai menjilati dengan lembut dan mengeluar masukkan lidahnya di dalam milikku.


Aku menggelinjang keenakan.


"Ahh..mmhhh hen..hentikan" Ucapku parau.


"Mendesahlah sayang, kita akan sama-sama puas malam ini uumm" Ucapnya mengulum milikku seperti tengah menikmati makanan yang sangat lezat.

__ADS_1


"Uuhh..sshh aahh Aku mohon hentikan"


Bukannya berhenti, ia malah memasukkan jarinya ke dalam milikku dan mengeluar masukkan dengan cepat. Tak hanya itu ia juga mengisap cairan yang kurasa keluar dari milikku.


"Kamu sudah basah sayang. Sepertinya kamu sudah siap" Ucapnya mulai naik ke atas tubuhku lagi.


"Gak, aku gak mau. Kamu jahat" Ucapku dengan mata berkaca-kaca.


Karna milikku sangat basah, senjatanya masuk dengan mudah. Walaupun awalnya aku merasakan perih tapi saat senjatanya masuk semua, dan memainkan dengan pelan aku mulai merasa keenakan dan lupa kalau hal ini tak boleh terjadi.


"Ahhh milikmu sangat sempit, sangat nikmat" Ucapnya menatapku sambil menggoyangkan pinggulnya.


Sejam kemudian...


"Aku..Rasanya ada yang ingin keluar dari tubuhku ahhh..sshh"


"Keluarkan saja sayang, itu artinya kamu menikmati" Ucapnya bergoyang mulai cepat.


"Ah..ah..mmhh Aku ingin keluar ah"


"Bersama" Ucapnya dengan goyangan yang sangat cepat.


Akhirnya kami berdua berhasil pelepasan.


Sungguh nikmat rasanya, tapi aku menyesal telah melakukannya.


Dia menggendongku masuk ke kamar mandi membersihkan diri karna kami sangat-sangat berkeringat.


Tapi ternyata bukan hanya mandi, dia melakukan ronde ke 2 dengan durasi yang lebih lama yang membuatku akhirnya lemas.


Setelah mandi, dia menggendongku ke kasur dan memakaikan baju.


"Enakkan?" Tanyanya tersenyum.


Aku hanya mengangguk.


"Iya, tapi gak ada makanan. Sekarang juga udah jam 2 warung makan juga pasti udah tutup"


"Tadi aku beli mie di luar, Makan itu aja dulu biar kamu gak lemas gini"


"Inikan salah kamu. aku udah nolak, tapi kamu maksa. Gimana kalau aku hamil?"


"Gak akan hamillah, aku gak buang di dalam kok"


"Kalau aku sampai hamil kamu harus tanggung jawab" Ucapku mengerucutkan bibir.


"Iya sayang, aku akan tanggung jawab kok. Besok minta lagi ya"


"Gak mau. Mulai besok kamu gak usah tinggal disini lagi. Aku gak mau kamu bawa teman-teman kamu ke kosanku untuk ny*bu. Entar ada yang laporin, aku juga malah terlibat"


"Tapi sayang.."


"Gak ada tapi tapi. Pokoknya mulai besok kamu gak tinggal disini"


"Tapi kita masih bisa itukan" Ucapnya menaik turunkan alis.


"Gak, Tadi cuma pasrah. Melawan juga gak bakal menang"


"Oh berarti kamu maunya di paksa ya hm" Ucapnya mencium pipiku.


"Isshh kamu mah, mending buatin aku makan. aku lapar gara-gara kamu tahu"


"Iya tunggu"


****


Keesokan paginya, aku berangkat ke kantor.

__ADS_1


Karena hari ini ada meeting, kami di haruskan datang lebih awal.


"Riss, kamu sakit ya? pucat banget" Ucap Kelvin di dekat pintu sambil menyentuh jidatku.


"Gak demam. Tapi kok pucat banget. Apa mungkin gara-gara semalam lembur?"


"Iya" Ah ternyata gara-gara semalam main dua ronde membuatku terlihat kurang fresh.


Untung saja semalam lembur, jadi gak perlu cari alasan lagi buat nutupin.


"Kamu udah sarapan?"


"Belum hehe"


"Cari penyakit bener nih anak. Yaudah kamu masuk duluan, Aku mau beli minum sama roti dulu di depan"


"Makasih ya Vin, uunnchh baik banget sih sahabatku ini. Pasti cewek yang dapatin kamu nanti bakal seneng hehe"


"Apaan sih. Yaudah aku pergi dulu"


Asal kamu tahu Riss, aku sangat mencintaimu, tapi aku takut kehilangan kamu jika merusak persahabatan kita.


Dan sepertinya kamu memang tulus menganggapku sebagai sahabat tak lebih.


***


"Nih, Rotinya habisin. Biar nanti ikut meeting gak kayak mayat hidup"


"Iya bawell. Makasih ya"


"Iya sama-sama"


Saat asik makan tiba-tiba kami semua di panggil masuk ke dalam ruang meeting. akupun bergegas kesana sebelum di tegur.


"Rissa, Propasalnya kamu bawakan?" Tanya Kelvin mengingatkan


"Iya tenang, semuanya udah siap. Semoga kerjasama kali ini, berhasil"


"iya amin".


Setelah beberapa lama, akhirnya meeting berakhir. Kami semua bergegas keluar ruangan.


"Semuanya silahkan keluar selain Rissa" Ucap Pak manager.


'Apa ada yang salah dengan kerjaanku? Gawat!


"Rissa, propasal itu siapa yang susun?"


Deg...


'Sepertinya benar ada yang salah. Kalau aku bilang yang mengerjakan adalah kelvin, Kelvin bisa dapat teguran. Padahal niat Kelvin baik ingin membantu. aku gak boleh bawa-bawa nama Kelvin dalam bahaya' Batinku!


"Itu.. Yang kerjakan saya pak". Ucapku agak ragu. Ia bergeming memperhatikanKu.


"Bagus. Prok..prok..prok.."Ucapnya tepuk tangan. "Hari ini kerjasama kita lancar berkat kerjaanmu. Kamu akan di beri bonus saat hari gajian"


"Wah benarkah? Terimakasih pak"


"Iya sama-sama. Saya hanya ingin menyampaikan itu"


"Iya pak, kalau begitu saya pamit keluar dulu"


Astaga, ku fikir bakal di kasih sanksi, ternyata mau dapat bonus. Aku akan bagi dua hasilnya dengan Kelvin nanti. ya!


***


Jangan lupa like dan komen ya bestie:)

__ADS_1


__ADS_2