CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 12 AKU MENGALAH


__ADS_3

"Kamu pasti bohong kan Jane? Gak mungkin dia bilang bosan denganku. Kamu pasti cuma iri karena aku punya pacar. Iyakan, Jangan bercanda seperti ini Jane. Aku tak suka caramu"


"Apa? Kamu bilang aku bohong?Haha yasudah terserah kamu. Intinya kamu jangan terlalu berharap sama Rusman deh. Dia gak cocok sama kamu yang seperti bocah ppfff.


Aku pulang dulu, percuma kesini, di kasih makan juga nggak. Dasar cewek pelit" Ucap Jane meninggalkan kamar rissa.


Rissa duduk termangu tak menghiraukan.


Bagaimana ia bisa percaya kata-kata Jane.


Rissa memutuskan mengirimi Rusman pesan.


"Kamu lagi apa?" Tulisnya.


Lama menunggu, tapi belum ada balasan.


"Kamu lagi ngapain?" Semenit, dua menit lima menit dan beberapa menit kemudian, belum juga ada balasan. Akhirnya Rissa mencoba menelfon.


Tuuutt...Tutt..Tuuttt...


NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG SIBUK


'HAH Kok di rijek? Apa dia sedang kerja ya. Sekali lagi deh" Ucapku menghubungi, Dan beberapa menit kemudian, akhirnya di jawab.


"Iya hallo" Ucapnya dingin tak seperti biasanya.


"Hallo sayang, kamu lagi dimana? kok gak diangkat-angkat dari tadi sih?"


"Oh, Aku baru bangun, Ada urusan apa?"


"Mmm ituu... Tadi Jane kesini, cerita tentang kamu" Ucapku Ragu.


"HAH JANE? Dia cerita apa sama kamu?" Tanyanya terkesan kaget. Membuatku semakin yakin bahwa apa yang di katakan Jane memang benar. Apalagi, dia semakin dingin tak seperti biasanya.


"Mmm gak ada. Aku mau tanya sesuatu sama kamu tapi kamu harus jawab jujur" Ucapku lirih


"Tanya apaan, Kayak wartawan aja" Tanyanya acuh tak bersahabat.


"Ituu.. Apa kamu udah bosan sama aku?" Tanyaku dengan suara mulai serak karna berusaha menahan tangis.


"IYA"


Deegg.....


"Tapi kenapa? Apa karena aku selalu ngerepotin kamu? Aku minta maaf"


"Bukan itu, Kamu terlalu kekanak-kanakan. Memang kamu baik, Tapi membosankan jika seperti itu terus. Kamu tidak pernah berfikir dewasa, selalunya mau di manja. Gak seperti Jane yang.." Ucapnya berhenti tak melanjutkan.


"Yang apa?" Tanyaku dengan pipi yang sudah mulai basah


"Kamu gak perlu tahu. Aku cuma mau bilang sama kamu, Kita akhiri saja hubungan kita ini."


"Hemm, Ternyata kamu tak beda dengan pria di luar sana yang hanya berani memberi janji tanpa bukti.

__ADS_1


Baiklah kalau kamu maunya seperti itu, Aku gak mungkin memaksakan hatimu untuk betah denganku. Maaf dan Terimakasih ya" Ucapku sembari memutuskan panggilan telfon.


Sedih tentu saja, rasanya ingin teriak. Jujur aku sekarang membenci Jane, apa yang ia lakukan sehingga membuat Rusman bahagia dengannya dan merasa bosan denganku.


Aku merebahkan diri di atas kasur meratapi hubunganku yang lagi-lagi kandas. Ku fikir dia beda dengan yang lain. Ternyata sama saja. Dan untukmu Jane, aku yakin suatu saat nanti kamu pasti merasakan hal yang sama.


Karena menangis terlalu lama, Aku memutuskan untuk tidur karna tubuh, fikiran dan hati mulai lelah. Aku butuh tenaga.


*****


Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan. Aku menjalani keseharianku seperti biasanya, memasukkan CV ke perusahaan yang membutuhkan orang sepertiku.


Setelah beberapa bulan melamar pekerjaan, Ternyata aku di terima kerja tetapi mengharuskan untuk keluar kota. Karna aku di tempatkan disana.


Mungkin ini cara Tuhan membantuku untuk bisa lupa dengan orang-orang yang pernah aku percaya di kota ini.


Aku memutuskan untuk pergi.


SETAHUN KEMUDIAN....


"Riss kamu di cariin tuh, katanya dia pacar kamu"


Aku gegas keluar menemui pria yang saat ini membuatku nyaman.


"Sayang kamu ngapain kesini?" Tanyaku.


"Kamu udah makan belum? Ini aku bawain makanan, sekalian minta kunci kost kamu"


"Aku lagi ada urusan sama teman-temanKu, Daripada ke caffe ngeluarin duit, mending di kostan kamu aja"


"Gituu.. Nih" Ucapku memberikan kunci, setelahnya aku masuk ke dalam untuk bekerja kembali


"Riss tadi beneran pacar kamu?" Tanya ManagerKu.


Untuk apa dia ingin tahu, Astaga!


"Iyaa pak, Kenapa ya?" Tanyaku penasaran.


"Gak apa-apa, Ternyata seleramu yang seperti teri itu ya? Hahaha" Ucapnya membuatku jengkel.


"Maksud bapak gimana ya? Lagian aku pacaran gak Mandang fisik tapi ketulusan pak.


Daripada punya pacar yang tampan tapi suka selingkuh!" Ucapku tersulut emosi sampai lupa bahwa dia adalah atasanku.


"Haha iya iya, Tapi kamu harus hati-hati ya. Jaga dirinya, Dari yang aku lihat dia seperti menginginkan sesuatu dari kamu. Saya tahu karna saya juga laki-laki, saya bisa tahu dari cara dia menatapmu" Ucapnya panjang lebar.


"Iya makasih pak, Tapi bapak tak perlu khawatir masalah percintaan saya. Kita lagi di kantor pak, Masalah luar tak perlu di bawa bawa kan?"


"Iya kamu benar. Kalau begitu saya ke atas dulu" Setelah melangkah cukup jauh, dia berhenti dan balik kebelakang lagi.


"Ohya, Ucapan saya tadi di ingat ya. Tapi kalau kamu merasa saya ikut campur, kamu tak usah dengar apa yang saya ucapkan tadi" Ucapnya berlalu.


Aku mematung, Apa benar apa yang ia katakan? huh entahlah. Mending kerja biar dapat cuan' Gumamku.

__ADS_1


"Riss kamu pulang sama siapa?" Tanya Kelvin, teman sekantor sekaligus sahabatku.


"Sendiri, kamu udah mau pulang Vin?"


"Iya, kan udah jam pulang. Emang kamu gak mau pulang?" Tanyanya terkekeh.


"Bukan gak mau, tapi gak bisa. kerjaan numpuk nih, harus lembur"


"Ohh, butuh bantuan?"


"Emang boleh? jamu gak capek apa?"


"Apa sih yang gak untuk Rissa yang manis dan chubby ini" Ucapnya mencubit pipiku.


"Aww, sakit Vin iss kebiasaan kamu mah" Aku menggosok pipiku yang mulai merah.


"Gemes hehe"


"Kamu kuker ya?"


"Iya, makanya mau bantuin kamu hehe"


"Huh, emang ya ngomong sama kamu bikin sakit kepala. Yaudah kamu susun proposal aja, soalnya besok harus di kumpul" Ucapku memberi tumpukan kertas.


Karna sibuk kerja, kami tak sadar kalau semua orang di kantor sudah pulang semua. Aku melirik jam, ternyata sudah jam sebelas malam.


Kebetulan kerjaan kami juga sudah selesai.


Kami memutuskan untuk pulang, dan lagi-lagi Kelvin menawarkan tumpangan untukku, tetapi aku menolak karna kostanku dekat dan pacarku cemburuan. Aku takut dia salah paham.


Sampainya di kostan, Aku melihat pacarku bersama temannya, entah mereka sedang melakukan apa.


Aku masuk kamar, tapi mereka tak ingin keluar, begitupula dengan pacarku yang tak peka itu. Aku baru pulang kerja, tentu saja harus mengganti pakaian.


ingin masuk ke kamar mandi, tapi sepertinya ada seseorang di dalam.


Karna kesal dan juga lelah, aku menegur pacarku. Tapi entah kenapa dia seperti nge-fly. Dia mabuk atau apa.


"Nal, kamu keluar dulu dong. Aku mau ganti baju" Ucapku sedikit mengeraskan suara.


Akhirnya mereka keluar begitu juga dengan pria yang berada dalam kamar mandi. Takut mereka tiba-tiba masuk, aku memilih ganti baju di kamar mandi.


"Hah apaan nih? Suntik, selang? Siapa yang sakit?" Ucapku heran menemukan benda tersebut di dalam tempat sampah.


Baru ingin keluar dari kamar mandi, tiba-tiba aku mendengar suara wanita yang marah-marah depan kamarku.


"Ternyata kalian ngumpul disini? Bagus ya, tadi kamu bilang mau keluar sebentar ternyata lama, Kalian habis ngapain? Pasti habis SS kan?" Ucap wanita tersebut.


Aku curiga, yang di maksud SS adalah s*bu-s*bu. Apalagi aku menemukan suntik selang dan plastik lain di kamar mandi. Wah gawat nih, bisa-bisa aku juga kena imbasnya kalau mereka seperti ini di kamarku. Aku bisa di usir kalau ketahuan penghuni kost.


***


Jangan lupa like komen dan share ya bestie

__ADS_1


__ADS_2