CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 6 PANTAI JADI SAKSI


__ADS_3

Keesokan harinya, Rusman sedang menuju ke kosan rissa.


Mengingat jawaban Rissa kemarin, Rusman sangat gugup. Entah dirinya akan di terima atau sebaliknya.


Lain tempat, Rissa tengah menunggu kedatangan Rusman.


Sebelum pergi, Rissa sudah menghubungi kakaknya dan meminta izin.


Karna Rusman belum juga tiba, Rissa memutuskan untuk makan terlebih dahulu.


Beberapa menit kemudian..


Pipp..Piipp...


Rissa menoleh ke arah jendela, Ternyata yang datang adalah Rusman. Rissa gegas keluar dan menemui Rusman.


"Kamu nungguNya lama ya Riss?". Tanya Rusman basa-basi.


"Bukan lama lagi, Aku hampir lumutan nungguin kamu". Jawab Rissa jengkel, karna terlalu lama menunggu sampai makeupNya luntur.Haha!


"KAMU?". Tanya Rusman memperjelas ucapan Rissa, biasaNya Rissa memanggilnya dengan sebutan kakak, tapi sekarang berubah menjadi KAMU!.


"Iya KAMU".


"Hem kayaknya ada yang lagi ngambek nih".


Rusman sadar dirinya lama menjemput Rissa, Sampai membuat Rissa jadi dongkol.


"Gak tuh biasa aja".


"Yakin gak ngambek?". Tanya Rusman menaik turunkan alisnya melalui kaca spion.


Rissa yang melihat itu malah tertawa.


"Nah gitu dong, kan kalau bahagia bisa awet muda.


Maafin aku ya Riss, tadi telat jemput kamu, soalnya ban motor di press dulu". Jelas Rusman tulus.


"Iya gak apa-apa".


"Kamu udah makan belum?". Tanya Rusman saat melewati banyak warung makan di pinggir jalan.


"Udah kak".


"Kapan?".


"Tadi waktu nungguin kakak, saking Lamanya menunggu aku jadi lapar".


"Uhh kasihan, Nungguin sampai kelaparan. Yaudah untuk menebus kesalahan, Kamu ingin sesuatu gak, misalnya cemilan atau minuman?". Tanya Rusman tak enak hati sudah membuat anak orang kelaparan.


"mm, aku mau sosis bakar sama ice cappucino". Jawab Rissa semangat.


"Oke deh, Tapi sabar ya. biar belinya sekalian di pantai aja. Sudah dekat".


"Siap bos".


Sampainya mereka di kawasan pantai, Mereka sulit mencari tempat untuk memarkirkan motor.


Setelah lama berkeliling, akhirnya mereka mendapatkan satu tempat kosong.


"Huft akhirnya dapat juga. Maaf ya Riss, mungkin karna nanti malam, malam Minggu pantainya jadi ramai".


"Iya kak aku ngerti kok".


"Yaudah kita duduk disana yuk, ngadem". Ajak Rusman.


Sampainya di tempat tujuan, Rusman memesan dua sosis bakar jumbo dan bakso bakar, Tak lupa minumannya!.


Setelah beberapa lama, Rissa belum juga mengucapkan sepatah katapun.


Akhirnya Rusman memulai percakapan dan langsung to the point.


"Riss jadi gimana, Kamu mau jadi pacar aku atau enggak?".

__ADS_1


Rissa yang sebenarnya dari tadi ingin menjawab pertanyaan sebelumnya tapi karna lantaran malu, akhirnya dia memilih diam dan menunggu Rusman bicara.


"Tapi, kakak serius kan?".


"Kalau aku gak serius gak mungkin ajak kamu pacaran".


"Tapi aku takut sakit hati kak, Aku takut kalau putus gak bisa moveon". Jawab Rissa yang tengah mengingat kisahnya dengan Riko yang membuatnya dulu sangat susah move on.


"Aku janji gak akan nyakitin kamu, kita gak akan putus kecuali kamu yang putusin aku.


Aku cinta sama kamu Riss".


Seketika pipi Rissa merah merona mendapatkan pengakuan cinta Rusman.


"Aku..Aku sebenarnya juga suka sama kakak".


"Jadi sekarang giman, Kamu maukan jadi pacar aku?".


"Mm Iyya kak aku mau". Jawab Rissa malu sambil menundukkan kepala.


Setelah pengakuan cinta, Rusman dan Rissa berjalan-jalan di pantai.


Karna lelah akhirnya Rissa memilih duduk di dekat pohon begitupun Rusman.


Rissa yang hobbiNya memang suka menyanyi, tiba-tiba menyanyikan lagu yang liriknya seperti perasaannya saat ini.


*Hadirnya dirimu...


Berikan suasana baru...


Kau mampu tenangkan aku...


Di saat risau dalam hatiku.. ohh


Lembutnya sikapmu...


Meluluhkan hati ini..


Terbuai aku terlena..


Rissa yang serius menyanyi sambil menatap pantai, tidak menyadari bahwa Rusman tengah merekam suaranya.


Rusman tahu lagu itu di tujukan untuk dirinya, Itulah sebabnya dia mengabadikan momen ini dengan merekam.


Saking lamanya di pantai, Rusman dan Rissa melihat matahari terbenam. Sore yang indah.


Azan magrib pun berkumandang, Rissa dan Rusman gegas ke mesjid dekat pantai untuk menunaikan ibadah.


Setelahnya mereka memutuskan untuk pulang, Tapi siapa sangka, baru pacaran Rusman menyuruh Rissa untuk memeluk pinggangnya, Tentu saja Rissa menolak karna malu, Tapi Rusman menarik tangannya dan menahan agar Rissa tidak menariknya.


Rissa tahu, dalam agama pacaran itu haram. Tapi apalah daya, Rissa hanyalah gadis 17tahun dimana banyak yang berpacaran seusianya.


Sampainya di kosan, Rusman pamit pulang dan mengecup kening Rissa dan membuat pipinya merona.


"Hati-hati di jalan ya kak". Ucap Rissa.


"Iya dek, kamu masuk gih".


"Aku mau lihat kakak pergi baru masuk". Ucap Rissa keberatan.


"Aku juga mau lihat kamu masuk dulu baru pergi".


"Terus gimana dong?". Tanya Rissa.


"Yaudah kalau gitu, aku berangkat ya. kamu yang baik disini. pintunya di tutup. jangan di buka kalau yang datang bukan kakak kamu". Ucap Rusman peduli.


"Iya iya, bawell".


"Hahaha yaudah aku pergi dahh".


Ucap Rusman melambaikan tangan dan berlalu.


Sementara Rissa yang sudah berada dalam kamar malu sendiri.

__ADS_1


'Ya ampun, aku pacaran sama kak Rusman. ahh asik banget. Kabar baik ini harus aku sampaikan pada jane'. Batin Rissa bahagia.


"Halo Jane, aku punya kabar baik. mau denger gak?".


"Halo Riss, kabar baik apa?".


"Aku akhirnya pacaran sama kak Rusman hihi". Ucap Rissa merona.


"Hah yang bener? bagus dong, akhirnya kami bebas dari kegalauan haha".


"Ish Jane mah. Orang lagi serius juga malah bercanda". Ucap Rissa pura-pura kesal.


"Haha iya iya, Btw aku penasaran sama orang yang sudah meluluhkan hati temanku ini".


"Hihi gak usah penasaran. Ntar jadi mati penasaran lagi".


"Aku boleh kenal sama pacar kamu gak Riss?".


Deg..


'Perasaan apa ini? Apa aku cemburu sama temanku sendiri? Atau karna aku takut ada wanita lain yang dekat sama kak Rusman? Lagian yang kenalan kan Jane, jadi gak apa-apa'. Batin Rissa menjelaskan!


"Boleh, Tapi aku gak tau kapan bisa ketemu lagi. soalnya dia kan kerja".


"Oh gitu. Besok aku ke kosan kamu ya?".


"Wah beneran? Iya boleh, jangan lupa bawa cemilan cepuluh ya haha". Ucap Rissa bercanda.


"Iya tenang aja, Tapi aku bawa Aldi gak apa-apa kan?".


"Aldi? Kirain besok giliran bapak ya yang jaga. kok jadi kamu Jane?". BukanNya tidak suka, Tapi biasanya mereka punya jadwal menjaga Aldi dan seharusnya besok yang jaga bapaknya.


"Iya Riss, Bapaknya Aldi lagi sakit. Jadi aku yang jagain. kamu gak keberatan kalau aku bawa Aldi kan?". Tanya Jane tidak enak.


"Ohiya gak apa-apa kok Jane, bawa aja. Yaudah aku tutup telfonnya dulu ya, Bye!".


Sebenarnya Rissa tidak terlalu suka dengan Aldi, karna pernah dirinya datang ke kosan Rissa, dan menghamburkan alat make-up Selena. Akhirnya yang di marahin Rissa.


Tapi apa boleh buat, dia adalah anak sahabat baiknya, jadi biarlah Rissa yang menanggung ulah kenakalan Aldi.


Sebelum tidur, Rissa melakukan ritual terlebih dahulu. Eits! Bukan yang aneh-aneh ya, Hanya mencuci muka dan maskeran.


Saat menunggu maskernya kering, tiba-tiba ada pesan masuk. Dan ternyata itu adalah Rusman.


"Hai Riss, aku sudah sampai di rumah. kamu lagi ngapain?".


"Hai juga kak, Alhamdulillah kalau sudah sampai. Ini lagi maskeran kak". Balas Rissa.


"Wah ada yang lagi perawatan nih".


"Apaan sih haha. Kakak lagi ngapain?".


"Lagi makan laper".


Baru ingin membalas, pesan Rusman masuk lagi.


"Riss kamu bisa gak jangan panggil aku kakak lagi?".


"Hah?Terus apa dong?".


"Panggil sayang bisa gak?".


'Oh my God, baru pacaran tadi sore udah panggil sayang sayang. Kok aku meleleh sih uhh'. Batin Rissa malu-malu.


"Iya sayang hehe. Kamu lanjut makan aja dulu. Gak baik lagi makan pegang hp". Balas Rissa perhatian.


"Iya sayang, Yaudah kamu tidur gih. Habis makan aku nyusul, Good night sayang". Balas Rusman dengan emoticon hati.


Nyusul dalam mimpi maksudNya.


"Good night sayang". Balas Rissa merona membalas pesan Rusman dengan emoticon hati juga".


**"*

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN SHARE YA BESTIE


__ADS_2