CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)

CLBK(CINTA LAMA BERUJUNG KEPELAMINAN)
BAB 23 HARI PERTAMA


__ADS_3

Setelah bersiap-siap, Rissa mengikuti Pak Presdir untuk menemui seseorang.


Rissa belum tahu siapa orang tersebut, Yang Rissa tahu hari ini tak boleh ada kesalahan di hari pertama bekerja sebagai Sekertaris pribadi.


Dalam perjalanan tak ada pembahasan apapun, semuanya membisu. Rissa memutuskan untuk menghafal jadwal atasannya itu.


Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di Caffe yang semua pelanggannya menggunakan mobil mewah.


Rissa mengikuti dari belakang Pak Presdir, karna tak mungkin untuk jalan bersampingan karna dia adalah bawahan. Sesampainya di dalam, Mereka di antar ke ruang VVIP. Tak seperti Caffe lain, Caffe ini sungguh luar biasa seperti bukan Caffe pada umumnya.


"Permisi. Maaf saya terlambat, jalanan sangat macet" Ucap seorang pria yang umurnya kisaran limapuluh memasuki ruangan.


"Oh tidak apa-apa Pak, Kami juga baru sampai" Ucap Pak Presdir berdiri menyambut pria tersebut.


"Bagaimana perjalanan bisnisnya di LA Pak? Lancar?" Tanya Pak Presdir.


"Ya Alhamdulillah, walaupun sedikit ada kendala tapi bisa di atasi"


"Alhamdulillah baguslah, Sukses terus ya pak. Ngomong-ngomong saya sangat berterima kasih, karna berkat rekomendasi anda pada Pak Pratama Para investor kami sampai sangat puas dan ingin melakukan kerja sama yang lain lagi, Ini semua karna Pak Pratama meyakinkan para investor tersebut"


"Jangan berterima kasih pada saya, memang saya merekomendasikan pada kakak saya, tapi yang membuat para investor merasa puas adalah orang yang menyampaikan presentasinya saat itu. Andai saya juga hadir saat itu, saya sangat ingin melihat orang itu" Ucap pria tersebut yang ternyata adalah Pak Prayoga, orang paling sukses bahkan di urutan pertama.


"Anda benar, itulah sebabnya saya menaikkan jabatannya karna bakatnya yang luar biasa. Tapi saya juga tak lupa bantuan Anda dan Pak Pratama. Dan tentang orang itu, kebetulan saya mengajaknya ikut. Perkenalkan sekertaris pribadi saya Rissa sekaligus orang yang melakukan presentasi itu" Ucap Pak Presdir memperkenalkanku.


"Wah benarkah. Saya Pak Prayoga, saya sangat kagum pada anda karena kecerdasan anda yang diluar ekspektasi kami" Ucap Pak Prayoga menyalamiku.


"Saya Rissa Pak, terimakasih atas pujiannya"


"Saya tidak memuji, saya hanya mengatakan yang sebenarnya. Andai bosmu ini rela kamu kerja di tempat saya, saya pasti akan sangat senang"


"Haha Pak Prayoga bisa saja. Jika asisten saya ini pergi, perusahaan saya ini bisa bangkrut" Ucap Pak Presdir menyela pembicaraanku.


"Saya hanya bercanda, tapi jika memang Sekertaris anda rela saya akan sangat bersyukur haha"

__ADS_1


"Saya yakin asisten saya ini sudah nyaman dengan tempat kerjanya saat ini"


Rissa yang sedari tadi memperhatikan atasan dan Pak Prayoga hanya bisa senyum-senyum.


Rissa mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


Deg!


Apa yang ia lakukan disini. Gawat, mata kami bertemu. Jangan sampai ia kesini.' Batin Rissa.


Rissa pura-pura tak melihat mantannya dan melanjutkan menyimak pembicaraan orang kaya itu.


"Saya lihat, nama perusahaan anda sudah masuk sepuluh besar ya"


"Itu semua berkat anda, Kakak anda, para investor dan tentunya sekertaris saya yang sangat cerdas ini. Padahal baru kemarin pagi kami melakukan kerjasama, Tapi hari ini perusahaan kami naik drastis" Ucap Pak Presdir membuat mata Rissa membelalak.


Karna kemarin sakit, dan malamnya menghadiri acara makan malam sampai jam sebelas. Rissa tak sempat mengecek, Pagi harinya Rissa juga telat bangun. Jika bukan karna Dimas, sudah tentu ia akan telat masuk kerja dan dapat teguran.


"Yah, Itulah kehebatan Sekertaris anda. Hanya karna yang di tampilkan kemarin, Pengusaha terkaya dari luar negri langsung setuju bekerja sama dengan perusahaan anda. Anda harus menjaga baik-baik Bu Rissa, karna saya yakin banyak yang ingin memiliki orang cerdas sepertinya termasuk saya"


"Haha iya, saya sampai lupa karna terus menerus bercerita tentang sekertaris anda.


Pelayan!" Ucap Pak Prayoga memanggil pelayan.


"Saya pesan satu americano dan Dua beef burger king. Bagaimana dengan anda?" Tanya Pak Prayoga pada Pak Presdir.


"Saya juga pesan satu americano dan Steak Black papper. Bu Rissa bagaimana dengan Anda?" Tanya pak Presdir pada Rissa.


"Saya pesan Cappucino dan Spaghetti saja". ucap Rissa tersenyum pada pelayan pria tersebut, membuat pelayanan itu baper.


Kamipun melanjutkan pembahasan tentang perusahaan. Ternyata Pak Presdir dan Pak Pratama ingin melakukan kerja sama juga. Jika perusahaan kami bekerja sama dengan perusahaan Pak Prayoga, Pasti kami bisa masuk di kategori lima besar.


Lumayan lama menunggu, pesanan kamipun datang. Spaghetti bolognese yang ku pesan porsinya sangat banyak, tak seperti di tempat lain.

__ADS_1


Kamipun mulai makan siang tanpa ada yang berbicara. Karna baru pertama ikut pertemuan dengan orang besar, aku menjaga image. Padahal aku sangat lapar dan kapan lagi bisa makan spaghetti dengan porsi yang banyak ini. Ahh sial! Batin Rissa


Setelah selesai makan, Kami pun berjalan bersama menuju basemen. Tapi tiba-tiba seseorang menarikku dan lagi-lagi!Huh.


"Rissa kamu ngapain disini? Oohhh kamu mutusin aku Karna jadi simpanan Om-Om ini kan. Haha ternyata kamu benar-benar wanita M*rahan, Di luarnya saja yang sok suci dan polos padahal udah Blong" Ucap mantan Rissa yang tak tahu diri itu.


"Jaga bicara Anda" Tegas Pak Presdir.


"Wow wow, Si tua Bangka mau jadi pahlawan nih. Hahaha"


"Halo, security. Ya bisa ke basemen sekarang? Saya tunggu" Ucap Pak Prayoga menelfon seseorang membuat mantan Rissa menghentikan tawanya.


"Kamu... Sial. Kalian tunggu saja pembalasanku. Dan kamu Rissa, jangan harap bisa kabur dariku, Wanita p*lacur" Ucapnya berlari meninggalkan kami.


Tuan-tuan ini memperhatikanKu dari tadi. Jujur aku sangat malu, padahal baru tadi aku di puji. Sekarang diriku pasti hina di matanya' Batin Rissa membuat matanya berkaca-kaca.


"Untung saja kamu memutuskan pria Sepertinya, sangat pengecut" Ucap Pak Presdir.


"Maaf ya Rissa karna jalan bersama kami, kamu sampai dapat hinaan Seperti itu. Saya sangat setuju dengan bosmu, Jika kamu masih bersama dengan laki-laki bermulut lemes seperti dia kamu bisa makan hati" Jelas Pak Prayoga.


*Iya Pak. Bapak tak perlu minta maaf, lagipula ini juga kesalahan saya. Harusnya tak beriringan saat berjalan, karna terbawa suasana bercanda saya lupa diri telah bercanda dengan siapa"


"Jangan berfikir seperti itu. Di mata Tuhan semua mahkluknya sama dan juga kamu orang penting bagi perusahaan mu dan kerjasama ini" Jelas Pak Prayoga menenangkanku agar tak menyalahkan diri sendiri.


Aku hanya bisa mengangguk dengan mata berkaca-kaca karna malu. Kamipun berpisah di perjalanan, Aku dan Pak Presdir meneruskan perjalanan kembali ke Perusahaan. Ah! Aku sangat rindu Kelvin.


Kami sampai di kantor saat semua karyawan hampir pulang. Aku melirik jam, ternyata sudah lewat jam lima. Karna asik mengobrol dan kejadian yang tidak di duga tadi, aku tak bertemu Kelvin. Apa kelvinsudah pulang duluan ya?


Aku berjalan menuju ruangan kelvin, Ternyata zonk. Aku memilih duduk sebentar dan Astaga! Kelvin kan tadi pagi pulang duluan karna naik jabatan. Hiks benar-benar gak ketemu seharian!


*****


Maaf telat up author tadi lemes banget, bahkan pegang hp gak sanggup karena dehidrasi ringan.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak


__ADS_2